Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu), ditantang komit untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kalau hanya bicara perogram dan meningkatkan pembangunan, itu sama saja artinya dengan jual kecap alias manis di bibir saja. Hal itu ditegaskan anggota DPRD Sumut, Muslim Simbolon MA kepada SUMUT24, saat diminta tangapanya soal munculnya beberapa nama yang sudah digadang-gadang akan bertarung merebut kursi Sumut 1 di tahun 2018000 mendatang.
Kalau bicara program, ujar Muslim Simbolon, cagubsu juga harus berani bicara darimana uangnya. Harus disampaikan, apa yang menjadi sumber pendapatan. Sehingga bisa terlihat, mampu atau tidak seorang Cagubsu menggali PAD dan meningkatkanya dalam jumlah yang terukur. Kalau hanya bicara program, semua pun bisa.
“Kalau ditanya, siapa sih yang tak mau membangun, permasalahanya uang untuk melakukan pembangunan itu darimana. Dari sekian banyak calon yang muncul, tidak ada yang berani mengatakan jika dirinya jadi Gubsu, PAD akan menjadi Rp20 triliun atau Rp25 triliun misalnya. Kalaupun nanti ada calon yang menang dalam Pilgubsu, wajah Sumut pasti akan tetap begini saja. Alasannya klise, pasti karena adanya keterbatasan anggaran dana,†kata Muslim.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku, kalau dirinya tidak merasa optimis siapapun yang akan menjadi Gubsu mendatang. Karena, jika melihat dari beberapa visi dan misi dalam penyampaian orasi politik masing masing calon yang diketahuinya, semua hanya berkomitmen akan membangun Sumatera Utara.
“Belum ada calon gubsu yang saya dengar berani berkomitmen akan menggali PAD Sumut yang sampai dengan saat ini masih Rp10,5 triliun itu,” ungkapnya.
Kalau masih hanya bicara soal program dan rencana yang dijual, itu masih jual kecap. Karena, ketika nanti terpilih dan diminta untuk merealisaikan pembangunan itu, alasanya dapat dipastikan soal keterbatasan anggaran.
“Sanggup gak menyampaikan komitmen, kalau dirinya menjadi Gubsu APBD kita Rp25 trilun misalnya. Karena secara otomatis, kalau hal itu ada, pembangunan akan jalan. Tapi kalau hanya cerita program, siapapun bisa,” ujar Muslim Simbolon.
Menurut legislator dari dapil Sumatera Utara V ini, harus ada tantangan seperti terahdap Cagubsu. Muslim pun mengaku, dirinya juga tidak optimis siapapun yang akan menjadi Gubernur Sumut kedepan, baik itu dari yang berasal dari sipil ataupun militer. Karena jika tidak ada komitmen untuk meningkatkan PAD, menurut Muslim wajah Sumatera Utara ini tidak akan dapat dirombak. Dijelaskanya, anggaran Rp 10,5T dengan 33 Kab/Kota yang dimiliki oleh Sumut, jelas tidak memadai.
Dalam tanggapanya saat itu, Muslim juga mengaku kalau dirinya belum dapat memastikan siapa saja nama calon yang akan diusung oleh parpol maju dalam Pilgubsu mendatang. Dan yang yang sudah dapat dipastikan akan mendaftar ke KPU Sumut medio 8-10 Januari 2018 mendatang adalah pasangan HT Erry dan Ngogesa Sitepu dengan perahu Golkar dan NasDem. Alasannya, Erry-Ngogesa sudah didukung 4 parpol yakni PKPI, PKB, Golkar dan NasDem. Sementara cagugubsu lain, meski ada yang sudah punya pasangan, tapi belum mendapat restu dari DPP parpol tempat cagubsu itu mendaftar. Bahkan ada juga calon yang maju melalui dukungan parpol dan independen. “Tapi semua kan masih dinamis,” ujar Muslim Simbolon.
Dipenghujung keterangannya saat itu, Muslim menyampaikan harapannya, bahwa siapapun calon yang diantar oleh parpol untuk bertarung dalam Pilgubsu mendatang, agar tetap menjaga harmonisasi dan kebersamaan Sumut. Selain itu, sambungnya, masyarakat juga harus jeli melihat calon itu nantinya, mana yang layak untuk didorong menjadi pemimpin di Sumut.
“Parpol selaku pilar demokrasi dan filter dalam mencari calon, dalam memberikan dukungan dan usungan kepada calon juga diharapkan benar benar selektif.Sumut sangat pluralistik dan kemajemukan sebagai miniaturnya Indonesia,” tandasnya.(W01)
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum