Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Lebih dari 4.300 Jamaah Padati Iktikaf Malam ke-25 Ramadan di Masjid Agung Medan
- Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H-7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
- Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Pengamat Sosial Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum mengatakan, kalau dilihat dari wacana sampai sekarang, terkait dengan pencalonan Gubsu, banyak orang berhasrat menjadi calon Gubsu. Tetapi itu hanya sebatas wacana, karena baru satu pasagan Err-Ngogesa yang resmi diusung partai politik, yakni Golkar. Sehingga prediksi itu belum bisa dipastikan.
Demikian pula dari calon perseorangan belum ada yang pasti. Kepastian itu nanti bisa ditangkap setelah partai Politik memutuskan siapa yang diusungnya dan kemudian KPU mengumumkan siapa saja calon Gubsu. Hal itu ditegaskan Wara Sinuhaji kepada SUMUT24 di Medan, Selasa (3/10).
Namun demikian, kata Wara, desas-desus yang saya tangkap ada beberapa kandidat yang kuat antara lain Pangkostrad Edy Ramayadi yang disebut akan berpasangan dengan Ijek. Kemudian Tengku Erry berpasangan dengan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu SH.
Dikatakan Wara, Tengku Erry dan Ngogesa adalah pasangan ideal dan juga partai Golkar pusat telah menetapkan Ngogesa berpasangan dengan Tengku Erry. Kedua tokoh ini punya pengalaman yang sama, sama-sama pernah menjadi Bupati 2 periode.
“Tengku Erry sebagai Bupati Sergai dan Ngogesa Bupati Langkat. Tetapi itu kembali terpulang kepada rakyat yang memilih,” kata Wara Sinuhaji.
Ditanya harapan Wara terhadap Gubsu terpilih nanti, dikatakannya, siapa pun yang terpilih, sekarang ini banyak keluhan terutama berkaitan dengan infrastruktur. Juga perlu disadari posisi seorang Gubernur tidak lagi seperti dulu. Kalau sekarang Gubernur harus memanej dan perlu melakukan kerjasama dengan para Bupati. Karena sesuai dengan UU otonomi daerah kekuasaan itu semua ada ditangan para Bupati/walikota.
“Justru itu kalau kita ingin Sumut ini bagus dan daerah-daerah, hendaknya UU otonomi daerah dikaji balik,” ujarnya.
Ditanya pula tentang pandangan Wara mana lebih baik Gubsu itu dari sipil atau militer? Dikatakan Wara, sekarang ini eranya sipil karena militer sudah berkuasa 32 tahun semasa orde baru (Orba).
“Kalau saya lebih suka kekuasaan itu dikendalaikan tokoh-tokoh politik dari kalangan sipil. Hendaknya Sumut ini lebih baik dikendalikan oleh orang-orang sipil,” tegas Wara Sinuhaji. (C04)
MEDAN Ibadah iktikaf pada malam ke25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan mencatat sejarah baru. Sebanyak 4.363 jamaah memadati m
News
Volume Lalu Lintas Terus Meningkat Hingga H7 Hari Raya Idulfitri 1447 H, Lebih dari 700 Ribu Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusant
kota
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News
Ketua MPC PP Kota Medan Berikan THR Untuk Ketua & Sekretaris Ranting Pemuda Pancasila se Kota Medan
Kota