Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
MEDAN | SUMUT24 Hingga tadi malam belum diketahui siapa oknum yang melakukan pelemparan bom molotov ke Rumah Generasi Partai Gerindra Kota Medan di Jalan Raya Menteng No 285, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (1/10) dinihari sekitar pukul 01.30 WIB.
Baca Juga:
Kejadian itu tidak menimbulkan kebakaran maupun korban, karena bom molotov hanya sampai ke teras rumah dan para penjaga dengan sigap langsung memadamkan api.
“Kasus penyerangan dengan pelemparan bom molotov di Kantor Rumah Generasi Partai Gerindra Kota Medan, penyidik masih memeriksa saksi-saksi,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho SIK, SH, Mhum yang disampaikan Wakasat Reskrim Polretabes Medan Kompol Roni Bonic, Minggu (1/10).
Sebelumnya, Kapolsek Medan Area, Kompol Hartono, SH, MH saat dikonfirmasi terkait peristiwa yang terjadi diwilayah hukumnya mengatakan, tetap akan menyelidiki kasus ini dan meningkatkan giat patroli Dialogis di daerah rawan.
“Kami akan tetap menyelidiki siapa pelaku yang melakukan tindakan tersebut, dengan memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti serta menjadi pantauan kami di wilayah tersebut. Sementara, perwakilan dari Posko Gerindra sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan,” kata Kompol Hartono.
Rumah Generasi yang didirikan Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Medan, Ihwan Ritongga, pada tahun 2014 yang berfungsi menampung aspirasi masyarakat Kota Medan, Minggu (1/10) usai menggelar nonton bareng (nobar) film G-30 S.PKI di Jln.Raya Menteng No 285, Kec. Medan Denai, diserang orang tak dikenal (OTK) dengan bom molotov.
Menurut saksi mata, Relawan Rumah Generasi Yasir Harahap, usai Nobar film G-30 S PKI di Rumah Generasi sekitar pukul 01.20 WIB dirinya melihat di luar pagar depan Rumah Generasi ada seorang berambut gondrong memakai topi, mengenakan jacket lea dengan sepeda motor Mio warna merah sendirian memegang botol.
Yasir Harahap menyebutkan, orang tidak dikenal tersebut itu marah-marah dan mengucapkan kata kotor. Langsung saja teriaki dari depan dari depan kantor Rumah Generasi untuk coba menghentikan niatnya. Pelaku kembali mengeluarkan kata-kata kotor dan menyulut bom molotov yang terbuat dari kemasan minuman botol plastik, berisi bensin dan kain. Bom molotov dilemparkan setelah api menyala. Namun terpaan angin dalam jarak lempar telah meredupkan api pada saat jatuh ke pelataran depan kantor, api mengecil saat dilemparkan. Saksi segera memadamkannya sehingga tidak menimbulkan kebakaran.
“Kejadiannya sekitar pukul 01.00 Wib, pelaku berhenti didepan kantor ini dan langsung melempar botol api tersebut ke atap kantor. Ciri-ciri pelaku berambut gondrong, naik kereta mio warna merah, pakai topi dan jaket hitam. Dia langsung saya teriaki dan lari ke arah Jln SM Raja. Namun sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku datang lagi sambil mengucapkan kata kotor dan tancap gas. Mungkin dia ingin melihat kondisi dan hasil serangannya,” katanya, Minggu (1/10).
Dewan Pembina Rumah Generasi Partai Gerindra Kota Medan, Ihwan Ritongga, sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ihwan mengajak masyarakat untuk mengingat kembali sejarah kelam penghianatan partai terlarang (PKI-red) terhadap NKRI tahun 1965.
“Sejak berdiri Rumah Generasi 2014, tidak pernah ada masalah Tetapi kenapa saat kita mengajak masyarakat mengingat kembali sejarah G-30 S PKI dalam bentuk pemutaran film ada yang menzolimi kita,” ujarnya.
Meski berdasarkan hasil pemeriksaan sementara pihak berwenang aksi teror bom molotov di Rumah Generasi tidak terencana, namun tindakan ini tidak boleh dibiarkan.
“Mungkin pelaku tidak senang kita menggelar acara nobar. Bahkan dari para saksi di sini mereka sempat mendengar pelaku melontarkan kata-kata kasar (anjingnya Gerindra ini),” ujar Ihwan.
“Menang dari bom molotov tang digunakan pelaku tidaklah profesional atau terencana dengan baik. Karena hanya botol kemasan plastik yang diisi bensin dan kain. Tapi tidak boleh dibiarkan, karena meresahkan masyarakat. Kami harap pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini,” tandas pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Medan itu.
Sekretaris DPD Gerindra Robert Ginting SE.AK. M.Si meminta Pihak kepolisian untuk mengusut tuntas aksi pelemparan bom molotov di Rumah Generasi Center di Jalan Raya Menteng No. 285, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.
“Kita berharapa pihak yang berwajib untuk menindaklanjuti laporan atas kejadian ini tanpa praduga -duga. Kita serahkan kejadian ini diselidiki oleh pihak yang berwajib,” kata Sekretaris DPD Gerindra Robert Ginting SE.AK. M.Si. (tim)
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum
Kota Jantho sumut24.co Kejaksaan Negeri Aceh Besar berhasil memulihkan kerugian keuangan negara hampir mencapai Rp1 miliar dari hasil pena
News
sumut24.co MedanPersoalan tunggakan SPP yang menimpa seorang siswa SMP Panca Budi telah menemukan titik terang. Robby Cahyadi, orang tua d
kota
sumut24.co MedanEvent lari lintas alam berskala internasional, Trail of The Kings by UTMB 2026, akan digelar pada 1214 Juni 2026 di kawas
kota