Kamis, 14 Mei 2026

Korupsi ASI Dinkes Sumut ke Kejatisu, Agustama Harus Bertanggungjawab

Administrator - Jumat, 29 September 2017 02:43 WIB
Korupsi ASI Dinkes Sumut ke Kejatisu, Agustama Harus Bertanggungjawab

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Dugaan korupsi Makanan Pengganti Air Susu Ibu (ASI) dan Pemberian Makanan Tambahan ibu Hamil Kurang Energi Kronis (PMT Bumil KEK), di Dinas Kesehatan Sumut yang nilainya mencapai miliaran rupiah, terus bergulir ke ranah hukum. Salah satu LSM di Sumut mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Kejati Sumut.

Informasi yang diterima SUMUT24 dilapangan menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan yang dipimpin oleh Agustama tersebut terjadi ‘kebocoran anggaran’ yang nilainya sangat besar hingga mencapai miliaran rupiah.

Di antara item yang dilaporkan yakni distribusi PMT Bumil ke Puskesmas se-Sumut dengan anggaran Rp2.002.807.600 APBD 2016. Dari penelusuran, masih ada sejumlah Puskesmas yang justeru belum mendapat bagian.

Laporan lainnya, soal anggaran pengangkutan dalam pendistribusian PMT Bumil tersebut. Namanya distribusi pasti membutuhkan angkutan. Lalu bagaimana dengan pengangkutannya, apakah ditunjuk langsung atau dikirim via angkutan umum misalnya ke Pulau Nias.

Terdapat pula anggaran pendistribusian Makanan Pengganti ASI ke seluruh puskesmas se-Sumatera Utara dengan pagu senilai Rp1.996.187.780.

Kasus Makanan Pengganti ASI yang sampai saat ini ada yang belum dibagi, ikut juga dilaporkan.

Selain kasus itu, ada juga soal sewa gudang penyimpanan Makanan Pengganti Air Susu Ibu (MP-ASI) yang berada di Komplek Whare House Amplas Jalan Pertahanan Patumbak Deliserdang. Pantauan wartawan, kondisi gudang itu terlihat kotor di sekitaran gudang sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi kualitas obat maupun makanan yang disimpan di gudang tersebut.

Diketahui, anggaran sewa gudang/Handling untuk makanan pengganti ASI itu bersumber APBN 2016 dengan nilai pagu Rp1.089.616.245 yang dimenangkan CV Pande Berlian Jaya.

Ini semua terindikasi sarat permainan. Lokasi pergudangan yang sama namun harga sewa tiap gudang berbeda. Sedangkan gudang di sekitarannya jauh di harga itu.

Namun sayang, Agustama Kepala Dikes Sumut yang berulangkali dikonfirmasi, belum memberi tanggapan. Disambangi ke kantornya di Jl HM Yamin Medan juga tak bisa ditemui. (C03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
JPU Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Prabowo: Rp10 Triliun Denda dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan Diserahkan ke Negara
Profil Irjen Pol Pipit Rismanto, Ditunjuk Jadi Kapolda Jawa Barat
DPR RI Terima PB PGRI, Bahas Perlindungan dan Peningkatan Kualitas Guru di Indonesia
Nurul Arifin Tekankan Perlindungan Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian di Lebanon
komentar
beritaTerbaru