Minggu, 15 Maret 2026

Pengakuan Mirna Tetangga Pelaku Teror Kepala Babi, Uang Malvin Rp1,5 M Belum Dibayar Pengurus IKB

Administrator - Minggu, 24 September 2017 23:37 WIB
Pengakuan Mirna Tetangga Pelaku Teror Kepala Babi, Uang Malvin Rp1,5 M Belum Dibayar Pengurus IKB

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Pepatah lama yang mengatakan “Tak ada asap kalau tak ada api” artinya tak ada akibat, tanpa ada sebabnya, ternyata masih berlaku bagi Malvin Tarigan (38), pelaku teror kepala babi yang diletakkaannya di depan halaman Gedung Dakwah atau Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB) di Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, Kamis (21/9) sekira pukul 07.00 WIB, bersamaan dengan 1 Muharam 1439 H kemari.

 

Dari penelusuran wartawan SUMUT24 ke lokasi tempat tinggal pelaku Malvin Tarigan di Jalan Markas No.2, Kelurahan Titi Rantai, Medan Baru, pengakuan langsung beberapa warga atau tetangga, Minggu (24/9) membenarkan, adanya soal utang piutang yang belum dibayar antara pelaku dengan salah seorang pengurus IKB.

 

Mirna, tetangga pelaku kepada SUMUT24 bercerita panjang soal tersebut. Kata Mirna, Marvin merupakan anak ketiga dari pasangan Albert Tarigan (ayahnya) dan Tama Nenah Sitepu (ibunnya).

Albert Tarigan (Ayah Marvin) seorang pengusaha Depot Air di Jalan Lobak Kurahan Darat I Kecamatan Medan Baru. “Pada saat itu, ayahnya sakit keras dan dibawa ke Penang, Malaysia untuk brobat. Karena biaya berobat terlalu mahal, jadi untuk membiayai perobatan itu, maka dijuallah Depot Air Minum tersebut,” ujar Mirna.

Lebih lanjut Mirna lagi, dari hasil penjualan depot air minim itu, uangnya dibagikan kepada ketiga anaknya dengan masing-masing mendapatkan Rp3 Miliar.

Masih cerira Mirna, kediaman (rumah) yang ditempati Malvin pernah digadaikan ibunya kepada pamannya. Namun sudah ditebus oleh si Malvin sebesar Rp1 miliar. Selanjutnya sisa uang Marlvin yang dipinjamkannya yang disebut-sebut kepada anggota IKB tersebut dengan jumlah Rp1,5 miliar. “Lantaran tidak dibayar-bayar oleh anggota IKB tersebut maka Marvin melakukan hal tersebut atau teror dengan meletakkan kepala babi,” ujar Mirna.

“Mungkin karena dia (Marlvin, red) kesal hutang yaang tidak dibayar-bayar, sehingga nekat meletakkan kepala babi digedung IKB tersebut,” ujar Mira tanpa mau menyebutkan siapa nama oknum pengerus IKB yang masih punya utang Rp1,5 miliar kepada pelaku.

Ditanya, apakah selain utang piutang ada masalah lain dan siapa nama anggota IKB tersebut. Mirna menjelaskan, “sejauh ini Malvin tidak punya masalah dengan orang lain, baik di lingkungan tinggalnya maupun di luar.

“Kalau nama anggota atau pengurus IKB itu, saya tidak tau dan kalau masalah hutang-piutang Malvin dengan anggota IKB tersebut tidak tau gimna ceritanya,” ujar Mirna.

Pelaku Rajin Iuran dan Sering Bantu Kegiatan

Sebelumnya, tersangka penaruh kepala babi di depan halaman Gedung Dakwah atau Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB) di Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, Medan dikenal baik oleh tetangganya. Bahkan, ia pun dikenal rajin iuran dan sering membantu dalam kegiatan di lingkungannya.

“Nggak ada masalah, dia baik-baik aja di sini, Keluarganya sopan, pungutan iuran, apa aja nggak ada masalah,” kata Kepala Lingkungan III, Mitra Abdi kepada SUMUT24, Minggu(24/9).

Malvin, ujar Kepling, diketahui sudah menempati rumahnya selama 10 tahun di Jalan Markas No.2, Kelurahan Titi Rantai, Medan Baru .

“Itu awalnya rumah orang tuanya. Setelah orang tua Malvin meninggal, rumah tesebut ditempati,” ujar Mitra.

Mitra juga bercerita, Malvin sering ikut membantu kegiatan kerja bakti. Karena dikenal baik, warga sekitar kaget begitu mengetahui Malvin menjadi tersangka penaruh kepala babi di depan halaman Gedung Dakwah atau Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB).

“Warga awalnya sempat kaget saat polisi datang. Karena cukup banyak (polisi) yang datang. Intinya kalau mereka tau Malvin ini pelaku, ya kaget,” tutur Mitra.

“Saya bertanya apa mungkin dia pelakunya, saya kenal dia baik,” sambungnya.

Atas kejadian ini, Mitra mengatakan meminta kepada masyarakat setempat agar tidak mengucilkan keluarganya, melainkan diberikan dukungan moral pada istrinya.

“Saya minta warga jangan terlalu mengucilkan lah. Karena dia baik lah sama kita. Itu musibah buat dia, kita kasih support,” pungkas Mitra.

Hal yang sama juga dikatan warga sekitar Mirna, tak pernah menyangka Malvin Tarigan (38) yang dikenalnya ramah menjadi satu pelaku yang diringkus jajaran Polda Sumatera Utara sebagai pelaku penaruh kepala babi di depan halaman Gedung Dakwah atau Balairong Ikatan Keluarga Bayur (IKB) di Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, pada Jumat (22/9) kemarin. (C02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Bupati Bersama Kapolres Pakpak Bharat Menanam Jagung Di Lahan Masyarakat
Kepala KPPN Sidikalang Menyerahkan Piagam Penghargaan Dari Kementerian Keuangan RI Kepada Bupati Pakpak Bharat
Board of Peace: Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
komentar
beritaTerbaru