Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
SUMUT24 |Â Pasca melakukan fit and proper tes terhadap bakal calon Gubsu pada 10 September 2017 kemarin, DPP PDI Perjuangan, Selasa (19/9), masih belum mementukan cagubsu pilihan. Tapi, DPP PDIP tetap akan mengutamakan kader partai maju di Pilgubsu 2018 mendatang.
Baca Juga:
“Sekarang hanya tinggal menunggu hasil survey yang dilakukan oleh lembaga independen dari Jakarta,” terang Sekertaris DPD PDI P Sumut, Soetarto kepada SUMUT24, Selasa (19/9).
Lebih lanjut dikatakannya, PDIP saat ini mulai melakukan survey untuk mengetahui elektabilatas dan popularitas dari tiap bakal calon.
Soetarto belum dapat memastikan siapa bakal calon yang punya kans besar untuk diusung PDI P maju dalam Pilgubsu 2018 nantinya. Pasalnya, soal siapa balon yang akan diusung nantinya akan ditentukan oleh DPP, dengan mengakumulasi nilai dari hasil tahapan fit and proper tes, wawancara, psikotes dan hasil survey. Itu sama saja artinya, bila beberapa nama cagubsu yang sudah mencuat duluan, seperti Erry Nuradi dan Edy Rahmayadi, hingga kini masih menunggu pinangan dari DPP PDIP.
“Proses survey bakal calon Gubsu ini diperkirakan akan berlangsung selama 2 minggu kedepan. Saat ini, kita belum bisa melihat hasil survey karena baru berjalan dan masih proses. Setelah hasil survey didapat, selanjutnya DPP PDI P akan menggodoknya, dan mengakumulasi nilai hasil fit and proper tes, wawancara, dan juga psikotes,” paparnya.
Disinggung soal siapa kader internal yang maju dalam Pilgubsu mendatang, Soetarto mengatakan, bahwa sesuai dengan aspirasi Rakerda pada 8 September 2017 kemarin, ada 2 nama yang muncul, yakni Ketua DPD PDI Sumut Japorman Saragih dan Maruarar Sirait. Meskipun sebenarnya, nanti hanya ada satu nama yang dimunculkan oleh partai.
Sebelumnya, dalam Rakerda PDI P Se Sumut yang digelar pada Sabtu (8/9) lalu di Hotel Danau Toba Medan, guna mengonsolidasikan kekuatan partai menjelang Pilkada serentak 2018 sekaligus menggaris bawahi syarat calon KDh (Kepala Daerah) Tk Provinsi maupun Kab/kota yang akan diusung PDI P itu, dikatakan bahwa tiap calon harus memiliki 3 Tas, yaitu Elektabilitas, Popularitas dan Isi tas, atau kemampuan finansial untuk menjalankan berbagai tahapan yang dibutuhkan selama Pilkada.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan, saat membuka Rakerda yang diikuti oleh 33 DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PDIP se-Sumut, yang bertemakan “Bangkit Bergerak, Berjuang Bersama untuk Indonesia Rayaâ€.
Kriteria calon KDh yang akan diusung PDI P, lanjutnya,sangat ditentukan oleh hasil survei, diantaranya kriteria setiap calon khususnya bukan kader harus punya loyalitas.
“Kriteria calon dari kader atau diluar kader, punya rekam jejak yang jelas, dan tidak punya potensi masalah hukum. Sehingga nantinya tidak menjadi beban partai. Sedangkan hasil survei, akan dilihat apakah memungkinkan menang kalau dicalonkan. Kalau hasil survei jelek, tidak mungkin dicalonkan,” terangnya.
Dalam Rakerda yang dihadiri oleh unsur DPP seperti, Sukur Nababan dan Mindo Sianipar, bakal calon Gubsu dan Wagubsu,Bupati dan Wakil Bupat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mendaftar di PDI Perjuangan tersebut, Ketua DPD PDI P Sumut Japorman Saragih mengatakan, Rakerda memiliki peran strategis dalam mengevaluasi kinerja selama ini. Apalagi tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik yang diawali pilkada dan dilanjutkan dengan pemilihan anggota DPR/DPRD dan Pilpres.
“Rakerda merupakan evaluasi pelaksanaan konsolidasi partai sekaligus persiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di 8 Kab/Kota. Jangan sekali-sekali berhenti bergerak,” kata Japorman.
Tifatul Belum Direstui DPP
Meski sudah banyak baliho ataupun spanduk gambabar Tifatul Sembiring sebagai bakal calon (Balon) Gubernur Sumut tersebar hampir di setiap sudut Kota Medan, namun ternyata Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memberi keputusan resmi siapa calon gubernur yang akan diusung.
Hal ini seperti yang ditegaskan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Pilkada (BP3) DPW PKS Sumut, Satrya Yudha Wibowo, Selasa (19/9).
“Tifatul Sembiring belum mendapatkan restu dari Presiden PKS Sohibul Iman. Belum resmi, nanti akan diumumkan siapa yang akan diusung, menunggu waktu yang pas,” katanya.
Seperti diketahui berdasarkan hasil pemilu internal PKS Sumut ada 4 nama yang memperoleh suara terbanyak dan keempat nama itu diteruskan ke DPP PKS untuk digodok dan dipilih satu nama menjadi calon Gubsu atau Wakil Gubsu pada Pilgubsu 2018, yakni Tifatul Sembiring, Iskan Qolba Lubis, M Hafez serta Satrya Yudha Wibowo.
Pengamat politik dari USU, Warjio melihat tingkat pengenalan masyarakat kepada Tifatul Sembiring cukup tinggi. Mengingat, sosok tersebut pernah menjadi Menkominfo di era pemerintahan sebelumnya
Koalisi PKS dengan Gerindra, diyakininya akan tetap berlanjut di Pilgubsu 2018. Akan tetapi, dia belum bisa melihat siapa sosok yang tepat mendampingi Tifatul.
Di sisi lain, lanjut dia, perolehan kursi Partai Gerindra lebih banyak dibandingkan oleh PKS. “Apakah Gerindra rela menjadi nomor dua, itu masih jadi pertanyaan,” ujarnya.
Demokrat Belum Tentukan Nama
Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BP OKK) DPD Partai Demokrat Sumut, Ir Ronald Naibaho mengatakan partainya sedang memfokuskan diri pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2018 mendatang.
“Salah satunya kami sedang melakukan survey terhadap enam calon yang sudah mendaftar. Dari keenam yang mendaftar pak Jr Saragih dan Ijeck yang sudah bersedia di survey,” ujar Ir Ronald Naibaho.
Lebih lanjut Ronald , setelah selesai semua survey nanti hasilnya akan diserahkan ke DPP Demokrat.
Ir Ronald Naibaho mengatakan pada perisipnya calon yang akan di usung partai Demokrat kandidat yang bersedia dilakukan di survey.
“Nama yang bersedia mengikuti survey nantihnya yang di serahkan ke pusat dan ketentuan semua pada pusat,” sebutnya
Ronald juga menuturkan hingga saat ini Partai Demokrat belum menentukan akan mengusung siapa yang akan maju menjadi pilgubsu mendatang.
“Hingga saat ini kami memantau, menimbang, mempertimbangkan ingin menjaring calon yang pas,” ucap Ronald.
Ronald menjelaskan, cara pencalonan partai Demokrat tidak mengikuti partai-partai lain. Tetapi benar-benar ingin menentukan calon yang pas untuk diusung.
“Standing pencalonan bukan kita ikut sana sini, takut ditinggalkan, tapi betul-betul ingin serius. Kita ingin menghadirkan calon yang diterima rakyat Sumut secara penuh, sehingga di konteks pertarungan kita berharap punya peluang menang besar,” papar Ronald. (W01/W07/C02)
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang J
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT , Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Keuangan RI Atas Kine
News
Board of Peace Diplomasi Realistis Indonesia dalam Mendorong Perdamaian Global Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E.(Mahasiswa Doktoral Ilmu
Profil
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
kota
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
kota
Banda Aceh Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim
News
Ketua MPC PP Kota Medan Berikan THR Untuk Ketua & Sekretaris Ranting Pemuda Pancasila se Kota Medan
Kota
Rico Waas Ajak Golkar, Pemuda Pancasila, dan Komunitas Kickboxing Jaga Kondusivitas Medan
kota
Jakarta,Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri
News