Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 2026-2031
Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 20262031
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
PDI Perjuangan sebagai the ruling party (partai berkuasa) sangat disukai oleh bakal calon karena banyak “kemanfaatan” pasca menang pilkada dapat diraih.
“Ini menjadi Magnet Pilpres 2019 dan kewenangan oligarki Jakarta sangat menentukan pasangan Pilgub 2018,” ujar Pengamat Sosial dan Politik Sumut, Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Selasa (19/9) malam.
Lebih lanjut dikatakan Shohibul Anshor, kini PDIP pun tak luput dari masalahnya sendiri. Mereka takut juga dimusuhi oleh rakyat karena dianggap tak ramah dengan komunitas tertentu.
Dalam pencalonan untuk Pilgubsu 2018 Golkar tentu bisa saja berubah, dan itu semua dinamika saja. Golkar selalu bersikap atas dasar prinsip “karya dan kekaryaan”. Terjemahkanlah itu seluas-luasnya.
Jika Jokowi mampu mengkonsolidasikan semua partai non-oposisi, maka calon yang akan muncul di pilgub 2018 terutama di Sumut, Jabar, Jateng dan Jatim, akan menjadi cerminan dan pembentukan awal jaringan pemenangan Pilpres di daerah.
Sayangnya, lanjut Shohibul, hal ini tidak selalu sepi dari permasalahan, karena pada saat bersamaan di Sumut misalnya terdapat 8 Kab/Kota yang juga melaksanakan pilkada.
Rakyat yang memilih akan bingung melihat pola-pola kampanye partai yang diperkirakan bisa berbeda dukungan untuk pilgub dan untuk pilkada Kab/kota, Ungkapnya. Ditambahkan Dosen UMSU tersebut, Sebetulnya waktu masih cukup panjang. Meski begitu progress spt yang dicapai Erry dan Ngogesa patut dicatat. Mungkin ini salah satu kelebihan ada incunbent dalam pasangan ini.
Apa yg terjadi saat ini hanyalah sebuah cerminan kegamangan Jakarta menatap agenda suksesi lokal dalam kaitannya dengan suksesi nasional.
Di Jakarta ada partai yang kupak kapik krn dualisme. Negara, dalam hal ini Menteri Hukum dan HAM, terindikasi campur tangan. Diakui atau tidak, intervensi penguasa pun ada dalam dualisme Golkar dan meski seolah sudah berakhir namun sesungguhnya masih jauh dari normalitas sebuah partai yang seharusnya mandiri.
UU menentukan bahwa penentu pasangan untuk pilkada itu adalah eliit pertai di Jakarta. Inilah oligargi antitesa demokrasi yang dilahirkan oleh demokratisasi selama ini.
Akibat lanjutnya nanti rakyat daerah dapat menjadi korban, karena aspirasi mereka tak pernah dijadikan referensi untuk memutuskan.
Partai mungkin akan berkilah bahwa dalam penentuan calon selalu ada survey pendahuluan dan itu menyapa aspirasi rakyat. Padahal hal terpenting utk survey berbayar ini adalah popularitas dan elektibilitas. Survey tak perlu lebih maju untum mendalami relung terdalam aspirasi rakyat.
“Meski kini Erry-Ngogesa sudah dipasangkan, tetapi pasangan ini tak luput dari tantangan besar yang sudah mulai mengemuka,” ujar Shohibul.(W03)
Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 20262031
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemilihan Pimpinan pusat Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD) atau sering disebutkan pemilihan priode Bi
News
UNIQLO KIDS, Pilihan Nikita Willy & Issa Rekomendasi Pakaian Anak yang Nyaman untuk Keseharian Si Kecil Jakartasumut24.coBagi Nikita Willy
Tips
IKAFEBUSU Sukses Gelar Leadership Bootcamp 2026, Siapkan Pemimpin Muda AdaptifMedansumut24.coIkatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ
News
BINJAI S24 Bagi pecinta kopi dan suasana santai, Cafe Onthell yang berlokasi di Jalan Perwira, Kota Binjai, Sumatera Utara menjadi salah s
Info
Polri untuk Masyarakat! Ratusan Peserta Meriahkan Fun Run 8K Hari Bhayangkara ke80 di Padangsidimpuan
Umum
Tak Berizin dan Menumpang di Tiang PLN, Polres Padang Lawas Sikat Kabel WiFi Ilegal, Tiga Titik di Sibuhuan Langsung Diperingatkan
kota
MENGENAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI (UNPAB)
Info
Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu
Ekbis
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota