MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
Selain mengukuhkan sikap toleransi antar umat beragama, setiap penganut
agama juga harus bisa menghargai dan menerima adanya perbedaan. Serta selalu
melakukan silaturahmi maupun melaksanakan dialog antar tokoh lintas agama,
sehingga kerukunan umat beragama akan selalu terjaga.
“Silaturahmi dan dialog, merupakan dari upaya meningkatkan hubungan harmonis
dan toleransi antar umat beragama,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB),
Dr KH TGH M Zainul Majdi Lc, usai melakukan Tabligh Akbar ke Mesjid Agung
Medan.
Saat bertemu dengan Badan Kemakmuran Mesjid Agung Medan, pria yang akrab
disapa Tuan Guru Bajang (TGB) yang lahir di Pancor, Selong 31 Mei 1972 ini
juga menyampaikan, bahwa menjaga keragaman dan kerukunan umat beragama dapat
dilakukan dengan berbagai macam pendekatan.
Keberagaman di dalam beberapa keadaan, lanjutnya, seringkali menciptakan
eksklusivitas di masing-masing komunitas. Eksklusivitas ini, akan menutup
dan membatasi diri, sengaja atau tidak sengaja dari pergaulan. Jika berjalan
terus, maka akan menimbulkan gesekan dan tidak akan berakhir pada
perjumpaan. Kadangkala,di satu titik, keragaman hanya dimaknai sebagai suatu
keadaan sosial yang biasa saja, dibiarkan saja, tidak dirawat dan dijaga.
Maka pada akhirnya keragaman itu bisa menjadi sebab masyarakat justru merasa
tidak nyaman.
“Kalau di antara tokoh-tokoh dan para orang tua selama ini sudah terjalin
baik, sudah tidak ada masalah, tetapi di luar tokoh-tokoh, terutama di
kalangan anak-anak dan generasi muda kita, perlu dibangun ruang-ruang
perjumpaan yang lebih intens,†katanya.
Selanjutnya, kalau antar umat beragama sudah terbangun persaudaraan yang
kokoh, saling mengerti dan menghormati satu sama lain, keberagaman tidak
akan pernah menjadi masalah, tambahnya.
“Kerukunan harus selalu diperlihara. Sehingga, rasa solidaritas, keimanan
dan ketaqwaan tetap bersatu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dr KH TGH M Zainul Majdi Lc yang sudah dua periode
menjabat sebagai Gubernur NTB ini, mengajak tokoh-tokoh lintas agama dan
semua pihak, melakukan dialog dan pertemuan pertemuan, untuk bersama -sama
mencari solusi mengatasi berbagai sumbatan dan permasalahan keberagaman
yang masih dihadapi.
Dalam menjaga keberagaman, lanjutnya, pemerintah membuat berbagai peraturan
untuk memastikan agar nilai-nilai keadilan dapat terwujud. Negara yang
paling kuat sekalipun dengan otoritas yang mutlak, tidak mungkin bertahan
karena hanya bekerja sendiri. Oleh karena itu, perlu upaya dari warga di
dalam negara itu untuk menjaga keutuhannya.
“Jika manusia mampu mensyukuri keragaman, maka akan menghadirkan energi yang
memajukan masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (W01)
FOTO : Dr KH TGH M Zainul Majdi Lc
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News