Minggu, 15 Maret 2026

Aksi Teror Membuat Masyarkat Resah

Administrator - Selasa, 04 Juli 2017 05:07 WIB
Aksi Teror Membuat Masyarkat Resah

MEDAN|SUMUT24

Baca Juga:

Aksi terorisme yang terus terjadi di Indonesia, sehingga membuat masyarakat Indonesia khususnya di Kota Medan, Sumut jadi resah, dan ketakutan. Oleh karna itu Ketua Gerakan Masyarakat Anti Anarkis dan Teroris (Gemaster) Achmad Firdausi Hutasuhut SH MSi, menghimbau pihak Polda Sumut bekerjasama memberi arahan kepada masyarakat Sumut khususnya Kota Medan agar diberi arahan serta dibina.

“Saya mengajak Polda Sumut bekerjasama dalam melakukan binaan dan arahan kepada masyarakat Kota Medan, sebab dalam hal ini pelaku aksi teror melakukan bujuk rayu kepada masyarakat yang dimana bisa diajak melakukan aksi teror tersebut. Dan jika sudah diberikan arahan maka masyarakat pasti tidak bisa terpengaruh bujukan dan rayuan,” ujar Firdausi di ruangan kerja kepada SUMUT24, Senin (3/7).

Lanjut lagi, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh walaupun diberikan iming-iming berupa uang dalam jumlah banyak.

Sementara itu, Ketua Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Indonesia Sutan Erwin Sihombing SH juga memberikan saran dan pesan kepada Pemerintah Indonesia dan Polda Sumut yang dimana dirinya berpesan bahwa masyarakat indonesia banyak yang pengangguran dan hidup tanpa harapan. Ini bisa dengan mudah para teroris masuk kepikiran masyarakat Indonesia.

Maka dari itu, Kamtibmas Indonesia dalam hal ini mengusulkan kepada pemerintah agar harus segera mendirikan Pusat Pendidikan (Pusdiktur) Kamtibnas, bertujuan agar masyarakat bisa diberi arahan serta dibina agar tidak mudah terpengaruh oleh pihak manapun yang sengaja merusak kesatuan negara Indonesia.

“Dalam hal ini pihak Polda Sumut dan Pemerintah Indonesia, harus jeli melihat situasi dan kondisi masyarakat Indonesia, sebab banyak rakyat Indonesia yang pengangguran dan tidak ada harapan. Maka dari itu para Terorisme dengan mudah masuk kepikiran rakyat Indonesia, dengan iming-iming berupa uang. Oleh sebab itu saya memberi saran agar Pemerintah Indonesia segera mendirikan Pusdiktur Kamtibmas, yang gunanya agar masyarakat Indonesia bisa diberi arahan serta binaan agar tidak mudah terpengaruh oleh pelaku Terorisme ini,” tegasnya.

Benjamin : Tak Pengaruhi Investasi di Sumut

Aksi teror yang terjadi di Makopoldasu membuat para masyarakat Kota Medan dan sekitarnya resah, tapi hal ini tidak mempengaruhi investasi iklim di Sumut.

Dalam hal ini menurut Praktisi Ekonomi Benjamin Gunawan kepada SUMUT24, Senin (3/7) bahwa sejauh ini aksi teror tersebut tidak mempengaruhi iklim investasi di Sumut, termasuk pengaruh kepada investor asing. Sebab aksi teror ini pada dasarnya merupakan suatu hal yang diluar ekonomi.

Aksi teror yang dilakukan oknum-oknum tertentu sampai saat ini belum mempengaruhi para investor asing. Namun jika dibiarkan dan intensitas aksi teror mengalami peningkatan. Yang pada akhirnya mengganggu iklim investasi. Disaat itulah baru akan keliatan dampak aksi serangan teror terhadap iklim investasi. Benjamin juga menghimbau pihak aparat harus ada upaya untuk menekan aksi teror baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. Dan pencegahan sejak dini dibutuhkan agar aksi aksi serupa tidak terjadi lagi. Sementara data menunjukan bahwa serangan teror itu dari hari ke hari tidak lagi dijadikan acuan dalam kebijakan investasi.

“Saya menghimbau agar aparat bertindak cepat menekan aksi teror tersebut agar tidak ada lagi aksi selanjutnya,” pinta Benjamin Gunawan.

Dirinya juga berpesan agar Pemerintah Indonesia khususnya aparat penegak hukum, jangan sampai lengah. Sebab ini bisa juga menjadi sentimen negatif iklim investasi di Sumut.

“Jangan sampai lengah, jangan biarkan aksi seperti ini kedepan menjadi sentimen negatif bagi iklim investasi di sumut,” ujar Benjamin Gunawan.

Mendagri: Tingkatkan Kewaspadaan Mulai dari RT Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta kepada semua pihak cermat melihat perkembangan teroris di Tanah Air. Sebab, pelaku teror kini sulit untuk dilihat.

“Ancaman yang muncul sudah tidak bisa kita deteksi dengan baik. Siapa kawan dan lawan sulit dilihat dengan jelas. Apakah ini kawan yang senyum ke kita atau senyum lalu mengancam kita. Bayangkan, salat di masjid saja, tidak tahu ada orang mengancam kita,” ucap Tjahjo di kantornya, Jakarta, Senin (3/7).

Karena itu, Tjahjo Kumolo meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan siapa pun juga. Salah satunya, meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masyarakat, seperti di tingkat RT dan RW. “Kalau ada yang menginap lapor. Ini yang sudah mulai memudar,” kata Tjahjo.

Aksi teroris dengan target anggota polisi terjadi belakangan ini. Dua anggota Brimob diserang orang tak dikenal dengan menggunakan sangkur di Masjid Falatehan dekat Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 30 Juni 2017.

Akibat serangan tersebut, dua anggota Brimob mengalami luka serius. Mereka dirawat di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).

Penyerangan juga menimpa polisi yang bertugas di Polda Sumatera Utara. Dalam peristiwa tersebut, anggota Polri, yaitu Aiptu Martua Sigalingging yang sedang berjaga di pos penjagaan Polda Sumut meninggal. (C03/int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polres Sergai Bagikan 300 Takjil Ramadhan, Wakapolres Himbau Masyarakat Utamakan Keselamatan Berkendara
Jelang Idul Fitri 1447 H, SPPG Desa Suka Jadi Salurkan Ribuan Paket Istimewa MBG untuk Ribuan Penerima
SPS Aceh Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Ketua MPC PP Kota Medan Berikan THR Untuk Ketua & Sekretaris Ranting Pemuda Pancasila se Kota Medan
Rico Waas Ajak Golkar, Pemuda Pancasila, dan Komunitas Kickboxing Jaga Kondusivitas Medan
Ketua DPR RI Puan Maharani Berbuka Puasa Bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Anggota Fraksi PDIP DPR RI
komentar
beritaTerbaru