Rabu, 13 Mei 2026

Maju Cagub Papua, Paulus Waterpau Dilanda Persoalan Besar

Administrator - Selasa, 13 Juni 2017 01:27 WIB
Maju Cagub Papua, Paulus Waterpau Dilanda Persoalan Besar

MEDAN| SUMUT24 Memang selagi masih berkewarganegaraan Indonesia yang sah, berhak mencalonkan diri sebagai Calon Kepala Daerah dimanapun. Akan tetapi apa yang dialami Kapoldasu Paulus Waterpau yang akan sah memimpin Poldasu 1 Juli 2017 mendatang, bagaimana tugasnya nantinya di kepolisian. Sementara tahapan Pilkada bulan September ini akan dimulai, apakah dia nanti cuti?, tak ada UU yang mengaturnya, dia harus berhenti dari Kepolisian seperti yang dialami Mayor Agus Harimurti berhenti dari TNI.

Baca Juga:

“Mungkin Paulus memang sudah disiapkan jadi Gubernur sebelum memasuki pensiun nantinya. Bisa-bisa persoalan besar akan dihadapinya, dalam arti membagi tugas sebagai Kapoldasu dan cagub Papua. Dan bisa-bisa dia harus mundur nantinya bila telah memasuki tahapan Pilkada,” ujar Pengamat Sosial Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (12/6).

Menurutnya, khabar itu memang saya dengar sudah meluas. Perwira tinggi Kepolisian yang lahir di Fakfak, Papua Barat, 25 Oktober 1964, ini, sejak 18 April 2017 yang lalu, sebelum ditunjuk menjadi Kapoldasu, telah mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. Paulus Waterpauw berpengalaman dalam bidang intel. Jabatan sebelumnya adalah Kepala Kepolisian Daerah Papua.

Modalitas selama menjadi Kapoldasu saya kira menjadi pendorong yang kuat baginya untuk mau sebagai Gubernur di daerah asal yang pernah menjadi wilayah yang dipimpinnya.

Kini arus para pensiunan memasuki pertarungan untuk merebut jabatan tertinggi eksekutif di daerah sangat tinggi. Malah ada perwira yang masih aktif menghitung keuntungan dan memustuskan pensiun agar bisa maju pilkada.

Berdasarkan basis keahliannya sebagai intel, saya kira petinggi Polri menginginkan Paulus Waterpaw menjalankan tugasnya sampai akhir yang diinginkan, tidak berhenti karena apa pun, apalagi karena ingin mencalonkan. Mari kita bandingkan, bahwa beberapa bulan lagi tahapan pilkada serentak akan dimulai. Tentu ia akan membagi pikiran mengurus dukungan partai dan menjalankan tugas pokoknya sebagai Kapoldasu.

Bagi saya itu tak menjadi hal serius jika dilihat dari hak politik seorang warga Negara. Namun kita juga bisa memastikan bahwa Paulus Waterpau tidak akan bertugas lama di Sumut.

“Saya terkesan, sebelum Rycko, semua anggota Kepolisian yang ditugaskan mengemban jabatan Kapoldasu adalah orang-orang yang sedang memasuki masa akhir tugas sebelum pensiun. Sebetulnya ini sebuah persoalan besar,” ujar Sohibul.

Paulus Resmi Daftar Cagub Papua dari Golkar

Irjen Paulus Waterpauw resmi mendaftarkan diri jadi bakal calon Gubenur Papua dalam pilkada serentak 2018. Irjen Paulus yang telah dimutasi sebagai Kapolda Sumut, hari ini mendaftar ke DPD I Partai Golkar Papua.

“Ini sebagai bukti keseriusan Paulus Waterpauw untuk maju dalam Pilgub Papua. Kami dari Partai Golkar juga serius untuk menerima dan mau mengusung Kaka Besar,” kata Ketua Tim Pendaftaran Seleksi Calon Kepala Daerah Pilkada Serentak 2018 Partai Golkar Papua, Sefnat Masnifit, Senin (12/6).

Paulus Waterpauw yang dipanggil Kaka Besar itu tiba di Kantor Golkar Papua di Jalan Percetakan, Jayapura didampingi salah satu Tim Koalisi Harapan Baru, Vicki Abaidata.

Sefnat mengatakan, dari 7 orang yang sudah mendaftar di Golkar Papua, baru Paulus yang telah mengembalikan formulir pendaftaran. Sefnat mengatakan, ada dua hal yang menjadi penilaian Golkar terhadap bakal calon kepala daerah yang mendaftar, yakni survei serta fit and proper test. Sementara itu, Ketua Harian DPD Golkar Papua, Paskalis Kossay menyebut kedatangan Paulus Waterpauw untuk mendaftar sebagai calon gubernur Papua menjadi harapan baru bagi masyarakat Papua untuk melakukan perbaikan kesejahteraan, meningkatkan pembangunan dan keamanan.

Banyaknya bakal calon yang mendaftar di Golkar, kata Paskalis, akan semakin baik. Sebab, peluang tokoh-tokoh Papua akan memberikan inspirasi bagi rakyat Papua untuk memilih pemimpinnya.

“Semakin banyak tokoh-tokoh Papua masuk bursa gubernur tentu akan semakin banyak pilihan rakyat untuk memilih yang terbaik,” katanya.

Menurut Paskalis, Golkar Papua serius mengusung Paulus untuk Cagub Papua pada Pilkada 2018 mendatang.

Saat ini Irjen Paulus Waterpauw masih menjabat sebagai Wakabaintelkam Polri. Mantan Kapolda Papua itu berdasarkan Surat Telegram Kapolri No. ST/1408/VI/2017, Paulus dimutasi menjadi Kapolda Sumut. Namun sertijab baru akan dilakukan pada Juli mendatang. (W03/R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rico Waas Terima Kunjungan UNDP, Bahas Pengelolaan Sampah dan Penguatan Digitalisasi
Upaya Memperkuat Penegakan Hukum Perpajakan Melalui Audiensi Pimpinan Kemenkeu Sumut dengan Kepala Kejati yang Baru
Penandatanganan Nota Kesepahaman BPS Kabupaten Solok dengan STAI Solok Nan Indah dan STIE El Hakim Solok.
Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.HI, Mengukuhan Pengurus FK3S Kabupaten Solok Periode 2026–2031.
Ratusan Pelajar SD dan SMP Deli Serdang Ikuti Turnamen Catur Tingkat Kabupaten
Ketua TP PKK Deli Serdang Tutup Turnamen Catur Pelajar, Berikut Daftar Para Pemenang
komentar
beritaTerbaru