KUTACANE | SUMUT24
Baca Juga:
Walaupun berbagai bantuan terus mengalir, namun para pengungsi korban banjir bandang di Kecamatan Semadam Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara (Agara) mengakui minimnya bantuan pangan yang diterima.
“Para pengungsi akan terancam kelaparan dengan minimnya pasokan logistik bila dibandingkan dengan jumlah pengungsi di posko di halaman gereja di Desa Lawe Tua Kecamatan Lawe Sigalagala,†ujar S. Marbun (30) kepada Sumut24, Selasa (18/5), usai melakukan penggalangan dana di jalan lintas Kutacane Sumut.
S.marbun juga menambahkan bantuan yang diterima para korban banjir tak sesuai dengan harapan, khususnya bantuan makanan dan pakaian yang sangat dibutuhkan saaat ini. Diharapkan bantuan dari berbagai elemen ini mendapat pengawasan ketat agar alokasi bantuan akan tersalur maskimal dan tepat sasaran.
Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang Tokoh Masayarakat yang di sebut dengan Sintua di Desa Kayu Mbelin, J. Sihombing, bantuan logistik yang diteÂrima para korban terindikasi tak sesuai dengan berita acara peÂnerimaan.
J. Sihombing berharap adanya pengawasan yang ketat terhadap penyaluran bantuan yakni dari pos bantuan menuju penerima bantuan, dengan demikian alokasi bantuan akan terÂsalurkan secara maksimal.
DPRK Agara Kecewa Dengan Pihak BPBD
Sejumlah Anggota dewan perwakilan rakyat (DPRK) Aceh Tenggara (Agara) mendesak agar pihak BPBD Kabupaten Aceh Tenggara segera membuat dan menyediakan posko atau gudang logistik disekitar lokasi banjir yang ada di Kecamatan Simpang Semadam dan Lawe Sigala-gala.
Sebab sangat sulit bagi tim dapur umum jika harus ke kantor BPBD Agara untuk mengambil logistik terutama makanan karena jarak tempuhnya cukup jauh. Kalaunya untuk logistik makanan bagi 7 posko dapur umum harus menunggu dari BPBD Agara kadang kala pendistribusiannya cukup lama,jika ada kekurangan stok makanan maka harus dijemput ke kantor BPBD Agara dan jarak tempuhnya pun cukup jauh. Jadi saya mendesak untuk mempermudah tim dapur umum dilokasi banjir. “Pihak BPBD Agara harus secepatnya membuat dua gudang logistik makanan dan pakaian disekitar lokasi banjir,”Sebut Anggota DPRK Agara Felix Subrianto dari Partai Gerakan Indonesia Raya.
Senada dengan Politisi Gerindera Gabe Martua Tambuan menegaskan, untuk mempermudah tim dapur umum dilokasi banjir bandang dalam mengambil stock logistik baik makanan dan kebutuhan lainnya bagi para korban banjir bandang di Simpang Semadam dan Lawe Sigala-gala,kita minta BPBD Agara harus secepatnya membangun posko/gudang logistik,harus ada dua posko logistik makanan di dua lokasi banjir itu”ujar Politisi Golkar ini dengan nada Kesal
Lain halnya dengan Ketua Fraksi Hanura, Muhammdad Daud menyampaikan bantuan untuk korban banjir jangan sampai menuai polemik di teÂngah masyarakat. Pemberian bantuan disesuaikan dengan skala prioritas.
Kecewa dengan ketersediaan bantuan, para pengungsi yang berada di halaman geÂreja Lawe Tua, sekitar pukul 14.20 wib memÂbentangkan poster dengan berbagai tuÂlisan, yang meminta perhatian serius dari pemerintah daerah, provinsi dan Presiden.
Korban bencana alam ini berharap agar pihak pemerintah terkait menanggapi keluhan mereka secara serius.
Bantuan kepada korban banjir bandang di Kecamatan SemaÂdam dan Lawe Sigala-gala, terus mengalir dari berbagai sumÂber. Tercatat di Pos Pengungsian Semadam, sekitar 36 sumber yang telah memberikan bantuan,jangan main main dengan bantuan yang diperuntukan untuk saudara kita yang terkena banjir tegasnya(jubel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News