TOBASA I SUMUT24
Baca Juga:
Pokja Unit Pelayanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Toba Samosir kini dituding secara bersahaja bermain kotor. Tujuannya, untuk menyingkirkan para rekanan di Toba Samosir, pada pelaksanaan tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017. Hal itu disampaikan dua kontraktor terkemuka di Balige dan minta namanya jangan dituliskan secara terpisah mengatakan kepada SUMUT24, kemarin.
Lebih lanjut dikatakan keduanya, pasalnya, Pokja ULP Pemkab Tobasa hanya memberi waktu pelaksanaan selama lima hari saja dimulai 7-12 April 2017. Sehingga muncul tudingan, hal tersebut disengaja untuk mempersulit para pihak rekanan untuk mempersiapkan dokumen-dokuman tender, untuk menggagalkan pemasukan penawaran.
“Hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur, sudah jelas semua kantor tutup yang tak mungkin dapat berurusan pada instansi terkait, untuk urusan administrasi dalam hal kelengkapan berkas-berkas penawaran, terindikasi waktu pelaksanaan sengaja dipersingkat,” ujar kedua rekanan itu.
Sementara itu, Jhoni Lubis, ST Kepala ULP dan Pokja yang akan dikonfirmasi SUMUT24, untuk mempertanyakan perihal pelaksanaan tender proyek Dinas PUPR, menurut para rekanan sangat singkat itu. Tapi jawaban Jhoni Lubis tak berhasil ditemui. Sementara telepon selularnya terkesan sengaja di offkan.
Kepala Dinas PUPR Tobasa Bresman Simangunsong, ST yang sedang tugas luar ke Jakarta, ketika dihubungi SUMUT24 melalui Short Message Service (SMS) untuk mempertanyakan pelaksanaan tender yang sangat singkat itu, Bresman Simangunsong mengatakan, “proses tender ada mekanismenya. Saya sebagai Pengguna Anggaran tidak bisa mengintervensi ULP dan Pokja dan yang bisa menjawab waktu pelaksanaan adalah ULP dan Pokja,” ujar Bresman Simangunsong.
Saat dipertanyakan tentang keberadaan ULP dan Pokja, Bresman mengatakan lagi, “memang ULP dan Pokja itu merasa dirinya jago-jago. Saya sendiri tak dapat berkomunikasi untuk mempertanyakan waktu pelaksanaan yang sangat singkat itu,” ujar Bresman mengakhiri.
Proyek Dinas PUPR Tobasa yang akan ditenderkan itu dengan anggaran keseluruhan sebesar Rp76.869.000.000 (tujuh puluh enam miliar delapan ratus enam puluh sembilan juta rupiah) dengan jumlah 19 paket.
Isu yang berkembang, hampir semua proyek yang 19 paket itu sudah diarahkan oleh oknum orang-orang dekat bupati Toba Samosir. Dalam pengertian, pelaksanaan tender hanya merupakan ‘ecek-ecek’pemenangnya sudah ditentukan.
Orang-orang dekat Bupati itu sering kumpul dengan beberapa orang rekanan bersama oknum Kabid dari Dinas PUPR Tobasa di tempat-tempat tertentu, ada apa dengan mereka kumpul-kumpul. Tentunya membahas permainan tender itu juga. “Tentu sekali kami tak akan mau konyol di kampung sendiri, kami akan melakukan tender fight,” ujar rekanan itu Selasa kemarin kepada SUMUT24 di Balige. (wels)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News