Kutacane | SUMUT24
Baca Juga:
Banjir bandang menerjang beberapa Desa di Kecamatan Lawe Sigala Gala, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), selasa (11/4) sore. Akibatnya, ratusan rumah warga rusak berat dan terendam lumpur. Kayu berukuran ‘raksasa’ (gelondongan), disertai batu-batu besar, hanyut terbawa air dan menghantam rumah penduduk.
Kasim, seorang warga Batu Dua Ratus kepada SUMUT24, kemarin malam menuturkan, puluhan batu dan kayu gelondongan ikut terseret air dari Hutan Pegunungan Leuser. Kondisi itu membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri.
Mereka tak sempat membawa harta benda karena memilih mengutamakan keselamatan jiwa, dengan naik ke tempat yang lebih tinggi. Hingga berita ini tadi malam dikirim ke redaksi, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.
Tadi malam, ratusan rumah warga di beberapa desa yang terkena musibah air bah tersebut, masih digenangi air dan lumpur. Kayu gelondongan dan batu-batu pun juga memenuhi jalan. Dampaknya, para penghuni terpaksa mengungsi ke rumah kerabat masing-masing.
Akibatnya transportasi tidak bisa dilalui kenderaan roda dua, tiga, dan empat karena material bebatuan menutupi jalan dan air deras di jalan Nasional Agara yang menghubungkan ke Sumatera Utara.
Sementara Arnold Napitupulu, anggota DPRK Aceh Tenggara dari Fraksi Golkar Ketika dihubungi koran ini mengatakan, banjir bandang yang menerjang Kecamatan Lawe Sigala-gala, meliputi Desa Lawe Tua, Batu Dua Ratus, Lau Kesumpat, Kayu Mblin. “Diperkirakan lebih kurang 100 unit rumah Rusak berat akibat terjangan air bah, termasuk salah satunya rumah famili saya. Semoga atas kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar Arnold Napitupulu.
Hal yang sama juga diakui oleh Anggota Komisi C DPRK Acara, Gabe Martua Tambunan. “Banjir ini kemungkinan ada rumah yang terkena, tetapi belum tahu karena listrik padam,” ujarnya.
Gelap Gulita
Pasokan arus listrik dari PLN Rayon Kutacane ke pelanggan di Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara padam sejak pukul 18.00 WIB hingga saat tadi malam.
“Listrik padam dan suasana disini banjir bandang. Apa pihak PLN Rayon Kutacane tidak ada hati nurani,” ujar Gabe Martua Tambunan, Anggota Komisi C DPRK Agara di lokasi banjir bandang Desa Kayu Mblin dan sekitarnya, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Selasa malam (11/4).
Menurut dia, sudah lebih tiga jam listrik padam di daerah itu. Ini sangat merepotkan masyarakat, karena suasana banjir bandang mereka sulit masuk ke rumah karena gelap gulita begitu juga di jalan raya,” pugkas Gabe.
(jubel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News