Sabtu, 14 Maret 2026

HUT ke-56 AKBP DR Maruli Siahaan SH MH, Utamakan Kinerja, Kejujuran dan Transparan

Administrator - Selasa, 04 April 2017 05:32 WIB
HUT ke-56 AKBP DR Maruli Siahaan SH MH, Utamakan Kinerja, Kejujuran dan Transparan

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Ikhlas membantu dan menolong segala lapisan masyarakat sudah menjadi ciri khas pria yang berusia 56 tahun ini. Ramah dan selalu mengumbar senyum serta mengayomi masyarakat memang sudah menjadi tugasnya di Kepolisian. Pria yang sudah sukses baik dikarir maupun membina rumah tangga ini bukanlah dari kalangan keluarga tersohor ataupun keluarga yang mampu. Namun karena tekadnya yang bekerja sungguh-sungguh, jujur serta transparan dalam menjalankan tugas membuat dirinya mampu meraih apa yang diinginkannya saat ini.

Siapa yang tidak kenal dengan Perwira bepangkat dua melati emas ini yang kerap disapa dengan Dansui atau Komandan Cantik. Dialah AKBP Dr Maruli Siahaan SH MH yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Poldasu.

Maruli Siahaan saat berbincang-bincang hangat bersama SUMUT24 di ruangannya mengulas balik kisah hidupnya semasa kecil. Hidup dikeluarga yang sederhana di Desa Siborong-Borong, anak keenam dari sembilan bersaudara ini saat menduduki bangku Sekolah Dasar memang pekerja keras. Selesai pulang sekolah Maruli kerap membantu orang tuanya di sawah bahkan tiap akhir pekan dirinya ikut membawa 9 karung ubi bersama kedua orangtuanya untuk dijual ke Pasar.

“Saya salut dengan orang tua saya yang pekerja keras, dari pagi hingga petang sudah berladang di sawah, bahkan kami sering mengendarai sepeda untuk membawa 9 karung ubi untuk dijual di pasar di Desa Sipahutar. Didikan serta semangat orang tua saya itulah yang saya tiru hingga saat ini,” ujarnya.

Hingga beranjak Remaja, Maruli awalnya bercita-cita ingin menjadi prajurit TNI. Namun karena peraturan lulusan Sekolah STM tidak diterima di TNI, maka Maruli mengurungkan niatnya dan akhirnya mencoba keberuntungan di Kepolisian.

“Saya awalnya bercita-cita menjadi AKABRI, namun karena saya lulusan STM tidak diterima karena ada peraturan baru maka saya mengurungkan niat saya. Saya terinpirasi Bapak Uda saya yang menjadi AKABRI yang terlihat gagah mengenakan seragam tersebut, saya bangga melihatnya. Mencoba masuk ke Kepolisian juga saya telah gagal beberapa kali, namun saat ada penerimaan Bintara tahun 82 saya mencoba lagi, dan akhirnya saya lulus,” ujarnya.

Saat mengemban tugas di Kepolisian, Maruli yang saat itu berpangkat brigadir akhirnya ditugaskan di Polsek Medan Baru. Di Kantor Polisi inilah dirinya mendapat gelar Dansui yang hingga kini melekat dinamanya. “Kata Dansui itu diberikan teman saya Brigadir Sastra Sebayang. Setiap ada warga yang hendak melapor atau menjenguk tahanan ke Kantor Polisi selalu saya tanya ke teman saya bagaimana Sui ?. makanya saya diberikan gelar tersebut. Ada rezeki kami bagi bersama-sama,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam mengemban tugas di Kepolisian, Maruli selalu bertugas bersungguh-sungguh dan jarang menolak intruksi atasan selain itu hubungan silaturrahmi dengan atasan kerap dijaga hingga banyak atasan yang memuji kinerjanya dan selalu mengandalkannya untuk mengemban tugas-tugas penting. “Jika ada tugas yang diprioritaskan saya selalu menyanggupinya secara tuntas dan terus berkoordinasi dengan pimpinan. Setiap pelaksanaan tugas selalu saya sanggupi, dan silaturrahmi tetap saja jaga terhadap pimpinan maupun rekan-rekan yang lainnya,” ujarnya.

Dalam membina rumah tangga bersama istrinya Betty Boru Simanjuntak awalnya Maruli kerap diasingkan oleh pihak keluarga istrinya karena dianggap hanya seorang Polisi berpangkat bintara. Namun Maruli tidak merasa sakit hati diperlakukan tersebut. Hal inilah yang membuatnya semakin semangat untuk membuktikan bahwa dirinya bisa bangkit dan membahagiakan istrinya. Dan terbukti pada tahun 1991 dirinya mencoba mengikuti sekolah perwira tingkat Secapa di Sukabumi dan akhirnya lulus. “Dulu saya sering diremehkan pihak keluarga istri, karena cuma Polisi berpangkat bintara, itu semua menjadi motivasi saya untuk membuktikan bahwa saya bisa lebih baik lagi untuk membina rumah tangga,” ujarnya.

Selain itu menurut Maruli dalam membina rumah tangga dan membesarkan keempat anaknya hingga sukses karena pentingnya berkomunikasi. “Saya tidak pernah marah dengan anak-anak saya, saya selalu berkomunikasi dengan mereka. Sejak duduk ditingkat SMP saya sudah tanya cita-citanya, terus saya berikan pandangan tentang baik buruknya cita-cita yang diambilnya. Dengan cara itulah saya mendidik anak,” ujarnya.

Kini di hari ulang tahunnya yang ke-56, pria yang lahir pada 3 April 1961 hanya berharap agar kedua anaknya yang belum menikah segera menyusul abang-abangnya untuk berumah tangga. “Dari empat anak saya tinggal dua yang belum menikah, karena itu saya sangat berkeinginan mereka cepat membina rumah tangga cuma itu keinginan saya yang belum terwujud,” ujarnya mengakhiri (W08)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sentuhan Ramadan, Waroenk M7 Tebar Berkah untuk Dhuafa di 5 Desa Deli Serdang
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
Ratusan Warga Berburu Sembako Murah! Dandim 0212/Tapsel Hadirkan Bazar Ramadhan dengan Harga Sembako Terjangkau
Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
Bupati Solok Safari Ramadhan di Masjid At Taqwa Sawah Baruah
Kejar Target Standar Internasional, Wali Kota Medan Minta Pembangunan Stadion Teladan Lari Kencang Namun Tetap Safety
komentar
beritaTerbaru