Sentuhan Ramadan, Waroenk M7 Tebar Berkah untuk Dhuafa di 5 Desa Deli Serdang
Sentuhan Ramadan, Waroenk M7 Tebar Berkah untuk Dhuafa di 5 Desa Deli Serdang
kota
Pakpak Bharat | SUMUT24
Baca Juga:
Masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat hingga kini tetap optimis bahwa penegakan hukum masih tetap tajam ke atas. Apalagi aparat penegak hukum tetap bekerja ekstra untuk membongkar kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes mulai tahun 2011 Dengan pagu anggaran Rp5 miliar dan tahun 2012 pagu anggaran Rp2,5 miliar.
“Artinya, ada sebesar Rp7,5 miliar uang yang uang semestinya diperuntukkan bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat, tapi anggaran tersebut diduga tak sampai ke masyarakat. Diduga, mantan Plt Direktur RSUD Salak, dr Pintar Manihuruk adalah orang yang paling bertanggung jawab kemana anggaran Rp7,5 miliar itu digunakan. Tapi sayangnya dia masih kebal hukum” tegas Pak Mondah Sinamo, warga Pakpak Bharat kepada SUMUT24, Minggu malam (2/4).
Lebih lanjut dikatakannya, sebagai pejabat tinggi yang pernah diberi amanah untuk mengalokasikan anggaran alat-alat kesehatan (Alkes) Rp7,5 miliar di RSUD Salak, “semestinya dr Pintar Manihuruk lebih pintar (tak kecelongan,red) untuk memanfaatkan anggaran alkes dipergunakan semestinya, bukan malah seenaknya ‘dipofa-poyakan’ untuk kepentingan yang bukan buat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat,” pinta Mondah Sinamo.
Kalau hari ini yang memimpin atau Direktur RSUD Salak bukan lagi dr Pintar Manihuruk, lanjut Mondah Sinamo, tapi kan dirinnya atau semasa dia menjabat anggaran itu dikucurkan.
“Bukankan dr Pintar Manihuruk yang meneken pencairan anggaran alkes senilai Rp7,5 miliar itu. Maka dirinyalah harus diminta pertanggung jawabannya, bukan pejabat penggantinya,” ujar Mondah Sinamo lagi. Sementara itu, informasi yang diproleh SUMUT24 kemarin terkait dr Pintar Manihuruk yang kini menghadapi persoalan ada alkes Rp7,5 miliar, dikabarkan dr Pintar Manihuruk sampai-sampai menjual asetnya berupa tanah miliknya sendiri di Medan.
Namun membuat masyarakat menjadi bertanya-tanya, dr Pintar Manihuruk menjual asetnya di Medan, karena persoalan Alkes atau persoalan lain. “Apakah dr Pintar Manihuruk menjual asetnya untuk buat setor tutup mulut agar para penegak hukum sampai yang hingga saat ini tutup mata,” ujar Mondah Sinamo penuh kecurigaan, “Yang jelas, hingga kini kasus dana Alkes Rp7,5 miliar itu tidak pernah tersentuh hukum, karena diduga kuat adanya upaya Kong kalikong antara oknum penegak hukum dengan dr Pintar Manihuruk,” ujar Mondah Sinamo penuh curiga.
dr Pintar Manihuruk: Tanahku Sudah Terjual di Medan
Sementara itu SUMUT24, Senin (27/3) kemarin sudah mengkonfirmasikannya ke dr Pintar Manihuruk soal tudingan dugaan korupsi anggaran alkes Rp7,5 miliar itu di ruang kerjanya.
“Aku pasrah sajalah bang. Aku sudah capek, biar tau abang-abang (wartawan,red), masalah Alkes ini, tanahku sudah terjual di Medan,” jawab dr Pintar Manihuruk. (JS/R03)
Sentuhan Ramadan, Waroenk M7 Tebar Berkah untuk Dhuafa di 5 Desa Deli Serdang
kota
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
kota
Ratusan Warga Berburu Sembako Murah! Dandim 0212/Tapsel Hadirkan Bazar Ramadhan dengan Harga Sembako Terjangkau
kota
Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
kota
Bupati Solok Safari Ramadhan di Masjid At Taqwa Sawah Baruah
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan instruksi tegas terkait percepatan revitalisasi Stadion Teladan. Ric
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri acara buka puasa bersama DPD Partai NasDem Kota Medan, yang diadakan
kota
Perda Tanah Ulayat dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Segera Diimplementasikan di Mandailing Natal
kota
Kebakaran di Lorong I Kel Hamdan Maimun 5 Rumah Penduduk Ludes Jadi Abu.
kota
Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
kota