Sabtu, 14 Maret 2026

Audit Keuangan BLUD RS Haji Medan

Administrator - Rabu, 01 Maret 2017 02:22 WIB
Audit Keuangan BLUD RS Haji Medan

MEDAN | SUMUT24 Dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Haji Medan yang sangat fantastis mencapai Rp19 Miliar, diduga telah diselewengankan. “Makanya, diminta kepada BPK RI ataupun BPKP termasuk Kejatisu, segera mengaudit keuangan BLUD RS Haji Medan yang diduga diselewengkan tersebut,” tegas Ketua Forum Rakyat Sumatera Utara (Forsu) Ahmad Faisal Nasution kepada SUMUT24, Selasa (28/2).

Baca Juga:

Menurutnya, “Dana BLUD tersebut harus diaudit, kalau tidak diaudit bisa-bisa kedepannya terjadi lagi penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan,” tegas Ahmad Faisal.

Kalau sudah begitu juga, lanjutnya, “Dirut RS Haji Medan Diah Retno sudah saatnya menjalani pemanggilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegas Ahmad Faisal.

Dugaan adanya penyelewengan dan tindak pidana korupsi diantaranya Pengadaan obat-obatan habis pakai selama setahun Rp 10.552.000.000, Pengadaan bahan makan dan minum pasien Rp 2.000.000.000, belanja bahan habis pakai kebutuhan Radiologi Rp 700.000.000, Belanja Kebutuhan Gas dapur Rp 600.000.000, Belanja bahan pakai loundry Rp 100.000.000, pengadaan habis pakai dapur Rp 600.000.000, pengadaan gas elpigi Rp 100.000.000 dengan beberapa item tanpa diketahui lokasinya dan banyak lagi yang lainnya. Untuk itu aparat hukum, seperti Kejaksaaan dan Kepolisian diminta secepatnya mengusut dan mengaudit dugaan korupsi anggaran dana BLUD tersebut.

“Ya kita minta aparat hukum harus mengusutnya dan meminta BPK RI untuk mengaudit khusus,” tegas Faisal.

Apalagi kabarnya, banyak kegiatan proyek pengadaan barang dan obat di RS Haji Medan yang berasal dari APBD murni Pemprovsu tahun 2015-2016 yang diindikasi tidak sesuai spesifikasi.

Karena menurutnya, tahun produksi barang, mestinya harus sama dengan tahun pengadaan sesuai Perpres 54 Tahun 2010 di Pasal 66 tentang pengadaan barang dan jasa. Namun begitu pun, lanjut dia, aparat hukum seperti kejaksaan dan Kepolisian agar meminta kepada BPK RI untuk melakukan audit berbagai proyek pengadaan di RS Haji Medan tersebut.

“Jika ada hasil, adanya kerugian negara nantinya, penegak hukum, jaksa dan polisi harus mengusutnya,” tandas Faisal. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
Ratusan Warga Berburu Sembako Murah! Dandim 0212/Tapsel Hadirkan Bazar Ramadhan dengan Harga Sembako Terjangkau
Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
Bupati Solok Safari Ramadhan di Masjid At Taqwa Sawah Baruah
Kejar Target Standar Internasional, Wali Kota Medan Minta Pembangunan Stadion Teladan Lari Kencang Namun Tetap Safety
Buka Puasa Bersama Partai NasDem, Rico Waas Paparkan Capaian dan Target Ambisius Pemko Medan
komentar
beritaTerbaru