Sabtu, 14 Maret 2026

Pengadaan Alkes RSUD Pakpak Bharat Rp5 M Mangkrak di Poldasu

Administrator - Selasa, 28 Februari 2017 09:25 WIB
Pengadaan Alkes RSUD Pakpak Bharat Rp5 M Mangkrak di Poldasu

PAKPAK BHARAT | SUMUT24

Baca Juga:

Pengadaan Alat-alat kesehatan (alkes) di RSUD Salak, Pakpak Bharat menelan anggaran Rp5 miliar lebih, sejak tahun 2011 lalu hingga kini masih mangkrak alias tak berujung pelakunya masuk ke jeruji besi, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahkan, korupsi alkes itu, diduga melibatkan oknum petinggi penegak hukum kususnya di lingkungan Sumut.

“Kita berharap Poldasu dan Polres segera melanjutkan kasus ini, mengungkapkannya ke publik dan memenjarakan pekakunya. Jangan sampai masyarakat di Pakpak Bharat ini merasa kecewa,” tegas Ketua DPP LSM-KOMNAS Kabupaten Pakpak Bharat Usman Sinamo kepada SUMUT24, Senin (27/2).

Lebih lanjut dikatakannya, program pengadaan Alkes tersebut bertujuan untuk menunjang pelayanan di RSUD Kabupaten Pakpak Bharat. Sekarang ini, semua pihak sangat berharap segera dibuka tabir dan diusut tuntas pengadaan Alkes itu.

“Jangan gara-gara beberapa oknum yang berbuat, sehingga imbas tercederai sistim yang sudah dibangun oleh jajaran Pemerintah Pakpak Bharat, sehingga mengecewakan lapisan masyrakat,” ujar Usman.

Ditakan Usman, kita ketahui bersama sesuai dengan peningkatan sarana dan prasarana pengadaan Rumah Sakit Umum (RSUD) Salak tahun 2011, pemerintah Pakpak Bharat Rencanakan melalui perencanaan umum pengadaan P-APBD tahun 2011 nomor 445.1539/RS-SLK/X/2011 dengan kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan dan Kedokteran RSUD Salak perkiraan besaran biaya 5.000.734.300; (lima miliar lebih) dengan daftar ulasan kebutuhan alat-alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Salak Kabupaten Pakpak Bharat melalui P-APBD TA 2011 tujuh nama alat terdiri (1).sectio caesarean instrument set volume 1 set harga harga 100.000.000; (2). Ultraviolet room sterilizer 1 unit jumlah harga 35.000.000; (3).sterillsator besar 2 unit jumlah harga 900.000.000; (4). Tromol kasa besar 2 unit jumlah harga 2.000.000; (5). Elektro cauter 1 unit jumlah harga 720.000.000; (6). Tensimeter berdiri 7 unit jumlah harga 45.500.000; (7). Ultrasonography 3 Dimensi 1 unit jumlah harga 820,000,000; (8). 3 Chanel EKG 2 unit jumlah harga 80,000,000; (9). Baby Box 5 unit jumlah harga 32,625,000; (10). Endo Trachea Tube 2 set jumlah harga 6,300,000; (11). Tensimeter 10 unit jumlah harga 13,600,000; (12). Patient Monitor 5 unit jumlah harga 1,399,000,000; (13). Patient Bed For Class II (3 crank) 15 unit jumlah harga 330,000,000; (14). Patient Bed For Class III (1 crank) 20 unit jumlah harga 180,000,000; (15). Infusion Stand 50 unit jumlah harga 87,500,000; (16). Bedside Cabinet 40 unit jumlah harga 236,000,000; (17). Stetoscope 10 unit jumlah harga 12,750,000; jumlah total harga Rp 5,000,275,000; yang ditanda tangani Plt Direktur RSUD Salak dr Pintar Manihuruk pada tanggal 10 Oktobrt 2011. Sesuai dengan hasil pengumuman pemenang pelelangan pekerjaan pengadaan alkes dan alket RSUD Salak melalui unit layanan pengadaan (ULP) barang /jasa nomor 445.239.17/RS-Slk/ULP-PB/BRG/XI/2011, dengan mengumumkan pemenang pemenang pelelangan yakni pemenang pertaman dimenangkan CV.Mitra Sukses Sejati Alamat JL.Perkutut Blok D No. 6 Komplek Millenium Garden Helvetia NPWP 01.906.8832-123.000 Harga Penawaran Rp. 4.706.300.170,- Terkoreksi Rp. 4.706.300.170,- Terbilang (Empat Miliar Tujuh Ratus Enam Juta Tiga Ratus Ribu Seratus Tujuh Puluh Rupiah). Sedangkan pemenang cadangan PT.Davindo Visi Lestari Alamat JL. Dagan No. 1 Medan NPWP 02.637.485.0-124.000 Harga Penawaran Rp. 4.499.235.400,- Terkoreksi Rp. 4.499.235.400,- Terbilang (Empat Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Empat Ratus Rupiah) dan Pemenang Cadangan Kedua CV. Heroton Medika Hotte Alamat JL. Sei Belumai No.26/11 Medan NPWP 02.996.513.4-121.000 Harga penawaran Rp. 4.790.660.600,- Terkoreksi Rp. 4.790.660.600,- Terbilang (Empat Miliar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Juta Enam Ratus Enam Puluh Ribu Enam Ratus Rupiah). Pada 2 Nopember 2011 menelan dana lima (5) miliar lebih.

Semua ini sebagai wujud pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui RSUD Salak untuk menunjang keberhasilan dalam menanggulangi dan menyediakan layanan prima ke masyarakat.

Namun harapan maksimal pelayanan maksimal di RSUD Salak tersebut terkesan masih jauh sesuai dengan prima yang dicanangkan Pemkab Pakpak Bharat diduga akibat masih adanya kendala kelengkapan peralatan alkes dan alket yang dimiliki RSUD Salak itu sendiri. Sehingga membuat para masyarakat yang berobat masih banyak yang menginginkan berobat di luar Daerah (selalu dirujuk)

“Kita mendesak penegak hukum agar mampu membuka tabir adanya praduga akibat masih langkanya peralatan yang dimiliki RSUD Salak, membuat masyarakat berobat di RSUD Salak. Dan namun masih banyak harus mendapat surat rujukan dari RSUD Salak untuk melanjutkan berobat keluar Daerah. Dan ini merupakan kerugian besar terhadap tujuan Pemkab Pakpak Bharat ‘masyarakat kininduma’ (sejahtra). (JSl)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
Ratusan Warga Berburu Sembako Murah! Dandim 0212/Tapsel Hadirkan Bazar Ramadhan dengan Harga Sembako Terjangkau
Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
Bupati Solok Safari Ramadhan di Masjid At Taqwa Sawah Baruah
Kejar Target Standar Internasional, Wali Kota Medan Minta Pembangunan Stadion Teladan Lari Kencang Namun Tetap Safety
Buka Puasa Bersama Partai NasDem, Rico Waas Paparkan Capaian dan Target Ambisius Pemko Medan
komentar
beritaTerbaru