Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
kota
MEDAN | SUMUT24 Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Rumah Sakit Umum Daerah Haji Medan milik Pemprovsu sebesar Rp19 miliar lebih terus bergulir.
Baca Juga:
- Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
- Ratusan Warga Berburu Sembako Murah! Dandim 0212/Tapsel Hadirkan Bazar Ramadhan dengan Harga Sembako Terjangkau
- Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
“Kejatisu diminta segera memproses kasus tersebut dengan terlebih dahulu memeriksa Direktur RS Haji Medan Diah Retno serta pejabat yang terlibat dalam menggelapkan uang negara tersebut,” tegas Presiden Gerakan Aku Geram Anti Koruptor (Gagak) Safrizal Elbatubara kepada SUMUT24, Minggu (26/2).
Menurutnya, Kejatisu diminta untuk mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi di RS Haji Medan yang sampai hari ini belum tuntas. “Kita menduga telah terjadinya dugaan korupsi di rumah sakit plat merah milik Pemprov Sumut tersebut. Dengan adanya pengusutan cepat itu, dapat menguatkan proses penyelidikan penggunaan dana Rp19 miliar pada tahun 2016 di RS Haji Medan yang tidak tepat sasaran tersebut,” tegas Safrizal.
Dalam proses penyelidikan, ujarnya, sejumlah pejabat RS Haji Medan harus diperiksa termasuk Dirut RS Haji Medan Dr Diah Retno yang diindikasi mengetahui proses dana BLUD ini,” katanya.
“Kita juga meminta Kejatisu akan bersikap profesional menangani kasus ini, karena tidak sedikit uang rakyat yang diduga dikorupsi para pejabat RS Haji Medan tersebut. Kejatisu juga agar meningkatkan kasus ini ke status penyidikan sehingga diketahui siapa-siapa pejabat yang terlibat menggelapkan uang negara,” tegas Safrizal Elbatubara.
Sekadar diketahui, adanya temuan bahwa, diduga dana yang digunakan untuk peningkatan fasilitas kesehatan dan perawatan pasien itu tidak diperuntukkan sebagaimana mestinya dan tidak tepat sasaran.
Kemana lagi dana tersebut kalau tidak dikorupsi secara berjemaah. Diantaranya Pengadaan obat-obatan habis pakai selama setahun Rp10.552.000.000, Pengadaan bahan makan dan minum pasien Rp2.000.000.000, belanja bahan habis pakai kebutuhan Radiologi Rp 700.000.000, Belanja Kebutuhan Gas dapur Rp600.000.000, Belanja bahan pakai loundry Rp 100.000.000, Pengadaan habis pakai dapur Rp600.000.000, Pengadaan gas elpigi Rp100.000.000 dengan beberapa item tanpa diketahui lokasinya dan banyak lagi yang lainnya. (W03)
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
kota
Ratusan Warga Berburu Sembako Murah! Dandim 0212/Tapsel Hadirkan Bazar Ramadhan dengan Harga Sembako Terjangkau
kota
Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
kota
Bupati Solok Safari Ramadhan di Masjid At Taqwa Sawah Baruah
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memberikan instruksi tegas terkait percepatan revitalisasi Stadion Teladan. Ric
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri acara buka puasa bersama DPD Partai NasDem Kota Medan, yang diadakan
kota
Perda Tanah Ulayat dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Segera Diimplementasikan di Mandailing Natal
kota
Kebakaran di Lorong I Kel Hamdan Maimun 5 Rumah Penduduk Ludes Jadi Abu.
kota
Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
kota
Medan Dalam semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan, Ikatan Alumni Universitas Pembangunan Panca Budi (IKA UNPAB) menggelar kegiatan
kota