Sabtu, 14 Maret 2026

Pasca Tiga Kali Dipanggil Polres Tobasa, Plt Sekda Arifin Silaen Langsung Mundur

Administrator - Minggu, 26 Februari 2017 14:31 WIB
Pasca Tiga Kali Dipanggil Polres Tobasa, Plt Sekda Arifin Silaen Langsung Mundur

TOBASA I SUMUT24 Usai dipanggil tiga kali oleh Polres Tobasa, Plt Sekdakab Tobasa, Drs Arifin Silaen yang dilantik pada (5/2) lalu, menjadi Asisten III dan dipercayakan sebagai Plt SekdakabToba Samosir, pada Sabtu (25/2) telah mengundurkan diri. Bahkan pada hari itu juga hengkang meninggalkan rumah dinas yang baru tiga hari dihuninya.

Baca Juga:

Pengunduran diri Drs Arifin Silaen sebagai Plt Sekdakab dilakukan dengan terpaksa, sekaitan dengan adanya pemeriksaan pihak Polres Tobasa, yang diduga ada dua kasus melilit dirinya. Diantaranya, dugaan menerima gratifikasi jual beli tanah semasa jabatannya sebagai Camat Kecamatan Ajibata. Kasus penyalahgunaan retribusi pasar pada masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan.

Menurut informasi yang dihimpun SUMUT24 di Balige, Drs Arifin Silaen telah menerima tiga kali panggilan dari pihak Polres Tobasa. Panggilan pertama, Drs Arifin Silaen diminta untuk hadir di Polres Tobasa pada Senin (20/2) kemarin. Pemanggilan kedua untuk hadir Rabu (22/2). Panggilan ketiga disampaikan untuk hadir Jumat (24/2). Dan diingatkan, jika tidak dipenuhi akan dijemput paksa.

Kapolres Toba Samosir AKBP Jidin Siagian yang dihubunghi SUMUT24 Sabtu 25/2, mengatakan, “saya belum tau dan belum, menerima laporan tentang hasil pemeriksaan, silahkan saja menghubungi Kasat Reskrim,” ujar Jidin.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Toba Samosir AKP Manson Nainggolan, SH, MSi yang dihubungi SUMUT24 pada Minggu (26/2) melalui saluran telepon selular, membenarkan pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Plt Sekdakab Tobasa Drs AS pada pada Jumat (24/2) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan AKP Manson Nainggolan, pemanggilan Drs AS atas adanya dugaan gratifikasi tanah semasa jabatannya sebagai Camat di Kecamatan Ajibata, serta penyalahgunaan wewenang retribusi pasar ketika menduduki jabatan Kepala Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan.

“Belum diperoleh rincian bentuk dugaan gratifikasi tanah dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Drs AS. Sejauh mana hasil pemeriksaan pihak penyidik belum diperoleh, pemeriksaan yang berlangsung selama lebih kurang 12 jam itu belum bisa diinformasikan, sebab masih tahap lidik,” ujar AKP Manson Nainggolan.

Kasus dugaan gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang yang melilit Drs AS, sekalian dengan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai Plt Sekdakab menjadi perbincangan khalayak umum di Tobasa. Pengunduran diri yang serta merta meninggalkan rumah dinas yang baru dihuni selama tiga hari itu langsung mengundang reaksi dan sorotan dari berbagai pihak.

Banyak kalangan menilai, “Drs AS terlampau percaya diri akan didepenitifkan menjadi Sekdakab, sehingga dirinya buru-buru menempati rumah dinas,” sebut salah pejabat di Kantor bupati yang tak sudi namanya dikorankan.

Terpisah, Sabar Silalahi, SH mantan anggota DPRD yang nota bene warga Tobasa menanggapi pengunduran diri Drs Arifin Silaen dari jabatan Plt Sekdakab, merupakan langkah yang tepat. Namun, mantan anggota DPRD Tobasa itu juga mengatakan, kondisi pemerintahan Tobasa yang pada saat ini kurang stabil berdampak besar terhadap jalannya pemerintahan yang kondusif.

“Beliau itu kan hanya menyandang Pelaksana Tugas, maka pengunduran dirinya dari jabatan Plt Sekda itu menurut saya adalah sikap yang tepat agar dia bisa lebih konsentrasi pada pekerjaannya dan tupoksinya sebagai Assisten III. Itu memang hak prerogratif Bupati Tobasa, namun dengan merangkap dua jabatan sekaligus, apa tidak ada lagi pejabat lain yang mampu.” ujar Sabar.

Biarkanlah para PNS itu bekerja dengan tenang sesuai kemampuan dan latar belakangnya. “Sekda itu kan kepala satker, jangan sampai mengganggu jalannya pekerjaan,” ujar Sabar kepada SUMUT24, Sabtu (25/2) seraya meminta Bupati Tobasa untuk mengusulkan Sekda Definitif kepada Gubsu. Sehingga roda pemerintahan di Tobasa dapat berjalan sesuai dengan fungsi jabatan.

Informasi yang diperoleh, Sabtu (25/2), Drs Arifin Silaen didampingi istrinya boru Manurung, menyampaikan surat pengunduran dirinya yang ditulis diatas materai langsung kepada Bupati Toba Samosir Ir Darwin Siagian sekaligus akan meninggalkan rumah dinas Sekdakab yang ditempatinya tiga hari lalu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Tobasa Drs Wilker Siahaan yang dihubungi SUMUT24 pada Mingg (26/2), untuk mencari tau kebenaran pengunduran diri Plt Sekdakab Tobasa Drs Arifin Silaen, Wilker Siahaan mengatakan, tentang pengunduran diri Plt Sekda belum diterimanya informasi dan petuinjuk pimpinan. (desi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
Ratusan Warga Berburu Sembako Murah! Dandim 0212/Tapsel Hadirkan Bazar Ramadhan dengan Harga Sembako Terjangkau
Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
Bupati Solok Safari Ramadhan di Masjid At Taqwa Sawah Baruah
Kejar Target Standar Internasional, Wali Kota Medan Minta Pembangunan Stadion Teladan Lari Kencang Namun Tetap Safety
Buka Puasa Bersama Partai NasDem, Rico Waas Paparkan Capaian dan Target Ambisius Pemko Medan
komentar
beritaTerbaru