Sabtu, 14 Maret 2026

Presiden Jokowi Gelar Ratas Bersama Gubsu

Administrator - Jumat, 17 Februari 2017 01:46 WIB
Presiden Jokowi Gelar Ratas Bersama Gubsu

JAKARTA | SUMUT24 Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas tentang Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Sumatera Utara yang khusus dihadiri Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/2) sore.

Baca Juga:

Rapat terbatas itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustarian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri PANRB Asman Abnur.

Presiden Jokowi mengemukakan, secara geografis Sumatera Utara memiliki posisi yang strategis karena berada di jalur pelayaran nasional Selat Malaka yang dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dengan posisi strategis itu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bisa dikembangkan menjadi hub internasional, yang selanjutnya akan ikut menggerakkan perekonomian di wilayah-wilayah lain di pulau Sumatera.

“Kuncinya, ada pada percepatan pembangunan infrastruktur, baik infrastruktur pelabuhan, bandara, maupun jalan tol,” sebut Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas tersebut.

Presiden meyakini, kesiapan infrastruktur akan berdampak pada kecepatan pengembangan kawasan ekonomi khusus di Sei Mangkei maupun beberapa kawasan industri lainnya yang sedang disiapkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

Demikian pula dengan pembangunan infrastruktur transportasi, menurut Presiden Jokowi, bukan hanya akan mempermudah konektivitas antar wilayah di Provinsi Sumatera Utara, tetapi juga akan bisa mendorong laju perekonomian daerah agar lebih cepat lagi.

“Saya juga ingin mengingatkan agar betul-betul diperhatikan mengenai pemerataan pembangunan antar wilayah di Provinsi Sumatera Utara. Saya yakin Sumatera Utara akan bisa maju semakin pesat lagi jika potensi-potensi ekonomi yang ada di semua wilayah, mulai dari pesisir timur, tengah, sampai barat bisa digerakkan secara maksimal,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden juga mengingatkan, Provinsi Sumatera Utara memiliki Danau Toba yang harus digarap secara serius sebagai kawasan destinasi wisata.

Namun diakui Presiden, pengembangan sektor pariwisata ini perlu didukung, bukan hanya oleh kesiapan akses transportasi, seperti bandara dan jalan, tapi yang perlu juga dilakukan adalah penataan kawasan, pembangunan infrastruktur penunjang, seperti hotel, restoran, dan memperbanyak atraksi wisata, serta peningkatan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia), dan tidak kalah pentingnya adalah penyiapan-penyiapan untuk budaya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menitipkan pesan kepada Gubsu H Tengku Erry agar pengembangan sektor pariwisata di kawasan Danau Toba betul-betul diperhatikan dampaknya bagi ekonomi rakyat, terutama sektor UMKM.

“Hanya dengan cara itu pengembangan sektor pariwisata akan bisa memberikan kontribusi nyata pada upaya pengurangan kemiskinan, pengangguran, memperkecil ketimpangan, dan meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Presiden.

Sementara itu, Gubsu H Tengku Erry Nuradi yang diundang khusus oleh Presiden tersebut menyebutkan kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk bersinergi dengan pemerintah kab/kota, stakeholder terkait guna mendorong percepatan pembangunan proyek strategis seperti jalan tol, kawasan ekonomi khusus Sei Mangke, pelabuhan Kuala Tanjung, bendungan Lau Si Meme, pariwisata Danau Toba dan lainnya.

“Terima kasih Pak Presiden. Hasilnya antara lain pelabuhan Kuala Tanjung tetap jadi Hub Internasional dan gas Sei Mangke mulai 1 Maret jadi 9,5 USD/Mmbtu. Masyarakat Sumatera Utara mengucapkan terima kasih atas perhatian khusus Bapak Presiden Jokowi bagi percepatan pembangunan infrastruktur di daerah ini,” tandas Gubsu Erry. Erry Laporkan Kendala Pembebasan Lahan

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Tengku Erry Nuradi melaporkan masalah pembebasan lahan yang menjadi kendala pelaksanaan proyek strategis nasional di Provinsi Sumut.

“Kami melaporkan kondisinya, perkembangannya, dan kendala- kendalanya mengenai beberapa proyek strategis nasional di Sumatera Utara antara lain jalan tol, pelabuhan Kuala Tanjung, kawasan Danau Toba, dan kawasan industri. Jadi kendala itu banyak di masalah tanah, pembebasan lahan,” kata Erry seusai menghadiri rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden di Jakarta, Kamis (16/2).

Dalam ratas tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan percepatan pembangunan infrastruktur sebagai kunci bagi kesejahteraan Provinsi Sumatera Utara.

“Alasannya karena di atas lahan tersebut ada sengketa, kemudian ada penduduk yang menempati tempat itu sudah cukup lama, kemudian ada yang berada di kawasan hutan sehingga berdasarkan aturan kita tidak boleh memberikan ganti rugi karena kawasan hutan, tetapi masyarakat sudah ada di sana sejak puluhan tahun. Nah inilah tadi yang kita sampaikan untuk dicarikan solusinya,” ungkap Erry.

Sebagai salah satu solusi, Presiden akan mengeluarkan peraturan presiden (perpres) khusus untuk pembebasan lahan yang berhubungan dengan kawasan hutan.

“Tadi Menteri ATR (Agraria dan Tata Ruang) menyampaikan akan ada Perpres mungkin khusus yang akan dikeluarkan untuk pembebasan lahan yang berhubungan dengan kawasan hutan tersebut. Bukan hutan adat, tapi kawasan-kawasan hutan. Itu yang tadi disampaikan. Tapi pembangunan secara umum sih OK semuanya,” tambah Erry.

Erry juga mengaku ada pembahasan khusus mengenai pengembangan pelabuhan internasional Kuala Tanjung. “Pak Menteri Perhubungan sudah pernah mengeluarkan surat mengenai Kuala Tanjung bahwa itu tidak lagi menjadi hub (penghubung) internasional, tetapi tadi ditegaskan oleh Pak Presiden bahwa Kuala Tanjung tetap menjadi hub internasional karena kalau ini tidak menjadi hub internasional akan membuat kepercayaan investor itu menjadi berkurang. Tadi sudah diklarifikasi oleh Menteri Perhubungan bahwa sifatnya sementara sambil menunggu persiapan Kuala Tanjung,” jelas Erry.

Erry juga mengungkapkan ada sejumlah tol yang sudah akan dibangun di Sumut yaitu tol Medan Tebing dan Medan Binjai serta ada rencana membangun tol Tebing Kisaran, dan Tebing Siantar.

“Medan Binjai itu ada tiga seksi dari 24 kilometer (km), saat ini hanya yang menuju Medan yang belum, kira-kira tiga km lagi, karena masalah pembebasan lahan tadi. Tapi untuk seksi dua dan tiga sudah bisa dipakai. Demikian juga tol ke Tebing, dari tujuh seksi hanya seksi tujuh dari Sei Rampah ke Tebing yang belum. Dan seksi 1A pengembangan bandara Kualanamu juga terkendala masalah lahan,” tambah Erry.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang ditetapkan pada 8 Januari 2016, ada 10 proyek strategis nasional di Sumatera Utara.

Proyek-proyek itu adalah (1) Jalan Tol Medan-Binjai, bagian dari 8 ruas Trans Sumatera; (2) Jalan Tol Kisaran-Tebing Tinggi, bagian dari 8 ruas Trans Sumatera; (3) Kereta Api Tebing Tinggi-Kuala Tanjung yang merupakan bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera; (4) Pengembangan pelabuhan internasional Kuala Tanjung; (5) Pembangunan Pipa Gas Belawan-Sei Mangkei kapasitas 75 mmscfd dengan panjang 139,24 kilometer (km).

Selanjutnya (6) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang; (7) Bendungan Lausimeme; (8) Pembangunan Kawasan Industri Prioritas Kuala Tanjung dan Sei Mangkei; (9) Percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Prioritas Danau Toba dan (10) proyek pembangunan Smelter Kuala Tanjung.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Mahasiswa STKIP Ahlussunnah Turun ke Nagari, Bantu Pemulihan Pascabencana Longsor di Solok
Bupati Solok Safari Ramadhan di Masjid At Taqwa Sawah Baruah
Kejar Target Standar Internasional, Wali Kota Medan Minta Pembangunan Stadion Teladan Lari Kencang Namun Tetap Safety
Buka Puasa Bersama Partai NasDem, Rico Waas Paparkan Capaian dan Target Ambisius Pemko Medan
Perda Tanah Ulayat dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Segera Diimplementasikan di Mandailing Natal
Kebakaran di Lorong I Kel Hamdan Maimun 5 Rumah Penduduk Ludes Jadi Abu.
komentar
beritaTerbaru