H. Ruslan: Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
H. Ruslan Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
- H. Ruslan: Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
- Khidmat HUT ke-81 RI di SMP-SMA Santo Thomas 3, Danton Paskibraka Darel Tamba Bercita-cita Kibarkan Merah Putih di Istana Negara
- Emak-Emak Gaul Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Teletabis, Serukan Indonesia Berdaulat dan Makmur
Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) diminta jangan memarginalkan sektor pertanian. Harus ada perubahan yang signifikan terhadap kontribusi pertumbuhan pada sektor pertanian dengan mengoptimalkan kinerja RAPBD 2017 yang lebih berkualitas.
“Masukan dan dorongan untuk memberikan perhatian lebih kepada sektor pertanian yang menjadi tambatan kehidupan masyarakat Sumut hampir 40 persen, telah banyak diberikan. Namun langkah nyata untuk itu belum terwujud,†ujar Rinawati Sianturi anggota DPRD Sumut, saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi Partai Hanura terhadap Ranperda tentang APBD Sumut TA 2017, dalam rapat paripurna DPRD Sumut Rabu(18/1).
Indikator makro yang cenderung baik, lanjutnya, tidak boleh melenakan kita dari hakekat pembangunan yang harus menyentuh masyarakat mayoritas. Karenanya, Pemprovsu harus berani menggunakan nilai tukar petani (NTP) dan kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur.
Legislatif Partai Hanura dari dapil Sumut X yang kini duduk sebagai anggota di Komisi E DPRD Sumut juga menyampaikan, setelah membaca dan mencermati secara seksama nota keuangan beserta penjabaran APBD TA 2017, laporan komisi dan banggar terhadap pembahasan RAPBD Provsu TA 2017, Fraksi HANURA DPRD SU menilai, sebenarnya Provsu dapat berkonsentrasi pada sektor pertanian. Dengan harapan, pertumbuhan di sektor ini , bisa tumbuh lebih baik dan signifikan.
“Karena, pertumbuhan di sektor pertanian ini, akan memiliki pengaruh terhadap pengurangan pengangguran dan kemiskinan di provinsi Sumut,â€terangnya.
Sebaliknya, jika pertumbuhan di sektor pertanian ini berjalan lambat, tidak hanya berdampak pada upaya kita dalam menanggulangi pengangguran dan kemiskinan. Yang paling prinsip juga akan menjauhkan pemerintah daerah pada visi dan misi pembangunan di Sumut itu sendiri.
“Pemerintahan provinsi tidak memiliki grand design memajukan sektor pertanian selama empat tahun terakhir. Struktur pertumbuhan dan pembangunan Sumut masih sangat konservatif. Tidak ada terobosan kebijakan yang progresif dan berpihak kepada sektor pertanian dan para petani,â€terangnya. (W01)
H. Ruslan Momen 17 Agustus Tepat untuk Bangkitkan Kembali Cinta Tanah Air
kota
Khidmat HUT ke81 RI di SMPSMA Santo Thomas 3, Danton Paskibraka Darel Tamba Bercitacita Kibarkan Merah Putih di Istana Negara
kota
EmakEmak Gaul Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Teletabis, Serukan Indonesia Berdaulat dan Makmur
kota
Wali Kota Binjai Lantik Pengurus Solidaritas Pasar Hongkong Periode 2026&ndash2031
kota
Bakopam Sumut Gelar Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke81 di Dua Lokasi
kota
Semangat Kemerdekaan,BRI BO Sibuhuan Gelar Upacara HUT ke81 RI
kota
Semarak HUT RI ke81, Guru dan Jajaran TPI Medan Gelar Makan Bersama dan Lomba Kemerdekaan di Pantai Sri Mersing
kota
TANJUNG MORAWA Sumut24.coPT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 1 menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang T
Umum
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tanjungbalai berlangsung me
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Sebanyak 638 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan (TBA) menerima remisi umum
News