Sabtu, 14 Maret 2026

Pemko Harus Ambil Alih Manajemen PDAM Tirtanadi

Administrator - Rabu, 11 Januari 2017 16:59 WIB
Pemko Harus Ambil Alih Manajemen PDAM Tirtanadi

MEDAN|SUMUT24 Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga, mendorong penuh wacana ambil alih pengelolaan manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Baca Juga:

“Kita mendorong wacana itu. Karena hanya di Kota Medan saja yang pengelolaannya manajemen PDAM-nya dikelola pemerintah provinsi. Kalau kabupaten/kota lain, sudah mengelola sendiri. Contohnya Kota Tebing, Binjai, Kabupaten Batubara, Deliserdang dan lainnya,” ungkapnya, Rabu (11/1).

Sementara itu, mengenai akan dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) mengenai hal tersebut, politisi Gerindra ini juga akan mempercepat prosesnya, dengan cara memberikan pemahaman kepada unsur pimpinan DPRD Medan lainnya.

“Saya akan diskusikan bersama pimpinan lainnya mengenai wacana pembentukan pansus. Bukan tidak mungkin kita dapat mengelola PDAM ini. Kan mayoritas konsumennya warga Medan. Pasti PAD kita dari sektor ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan infrastruktur dan lainnya,” sambungnya.

Sebelumnya, desakan serupa juga datang dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Surianto SH, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan, Herri Zulkarnain dan sejumlah anggota DPRD Medan lainnya.

Sementara itu pada berita sebelumnya, Direktur PDAM Tirnadi Medan, Sutedi Raharjo, menyebutkan kalau awal tahun ini pihaknya akan menaikkan Tarif Dasar Air (TDA) sebesar 30 persen. Dimana kenaikan TDA tersebut dikarenakan mahalnya bahan baku untuk pemprosesan air bersih untuk disalurkan ke para pelanggan PDAM.

Saat ditanya apakah dengan adanya kenaikan TDA di tahun 2017 ini PDAM mampu menjamin bahwa pasokan air untuk masyarakat tidak akan berkurang ataupun terjadinya mati air. Sutedi mengatakan bahwa soal pasokan air yang kurang karena sistem penampungan air yang dimiliki PDAM saat ini baru saja dilakukan renovasi agar dapat mampu menampung debit air lebih besar, sehingga pendistribusian air bersih kepada para pelanggan dapat ditingkatkan.

“Inikan baru saja kita bangun, tentunya jika dilihat dari kebutuhan, masih belum terpenuhi. Sebab dari 250.000 lebih pelanggan yang ada di Kota Medan, itu dari design kebutuhannya sebanyak 7.000-an. Sementara yang kita miliki hanya sebanyak 6.000-an. Dan kalau pun ini kita bangun tahun ini, tentu akan selesainya di tahun berikutnya, dan kita sudah nambah lagi sebanyak 16.000 sambungan. Tentu hal ini akan terus tidak bisa terpenuhi. Karena pertumbuhan ini akan terus bertambah permintaan sambungan baru dari tahun ke tahunnya, sementara sumber air yang dimiliki sudah tidak banyak. Makanya kalau soal jaminan ketersediaan pasokan air, kita tdak bisa menjaminnya,” tukasnya. (R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
Ramadan Penuh Berkah, IKA UNPAB Gelar Buka Puasa Bersama dan Aksi Berbagi Takjil
PLN Pastikan Kesiapsiagaan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara Selama Ramadan Hingga Idulfitri 1447 H
Bupati Didampingi Wakil Bupati Asahan Hadiri Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Dinas Kesehatan
Wali Kota menghadiri Pembukaan Bazar Ramadhan Serentak di seluruh wilayah teritorial Indonesia, secara virtual
Wali Kota membawa seratusan anak yatim-piatu berbelanja di pusat perbelanjaan Ramayana
komentar
beritaTerbaru