Sabtu, 14 Maret 2026

Poldasu Endapkan Kasus YPMDA, Libatkan Bupati Asahan Taufan Gama

Administrator - Rabu, 11 Januari 2017 12:27 WIB
Poldasu Endapkan Kasus YPMDA, Libatkan Bupati Asahan Taufan Gama

MEDAN | SUMUT24 Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum enggan memberi keterangan terkait penanganan kasus Pemalsuan Akte Lahan Yayasan Pesantren Modern Darul Al Ulum (YPMDA) yang melibatkan Bupati Asahan Taufan Gama.

Baca Juga:

Diduga Poldasu telah “main mata” terkait kasus ini, dikarenakan sampai saat ini terlapor Bupati Asahan Taufan Gama belum juga diperiksa pihak penyidik. Padahal beberapa bulan silam, tingkat penyidikan kasus ini telah memasuki tahap pemeriksaan terlapor.

Namun dikarenakan Bupati Asahan Taufan Gama berangkat ke Malaysia karena mendadak sakit, makanya pemeriksaan dibatalkan. Selain itu pihak Poldasu yang berencana memeriksa Badan Pertanahan Negara Kabupaten Asahan, namun mendadak dibatalkan dikarenakan kurangnya keterangan saksi-saksi.

Hal tersebut sebelumnya disampaikan mantan Kasubdit II Indag Ditreskrimum Poldasu AKBP Frido Situmorang. Namun semenjak kepindahan perwira berpangkat dua melati emas ini yang diangkat menjadi Kapolres Labuhan Batu, penanganan kasus Bupati Asahan semakin “tidak jelas”.

Kompol Subroto selaku penyidik yang menangani kasus tersebut yang dihubungi wartawan, Rabu (11/1) enggan memberikan komentar, terkait kasus tersebut. Begitu juga saat wartawan menanyakannya melalui pesan singkat tidak kunjung dibalas.

Sebelumnya, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang mendadak sakit saat akan diperiksa penyidik Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu terkait kasus dugaan pemalsuan akte lahan Yayasan Pesantren Modern Darul Al Ulum (YPMDA).

Padahal, penyidik dan pihak Pemkab sudah berkoordinasi untuk melakukan pemeriksaan pada orang nomor satu di Asahan tersebut yang harusnya dilakukan, Rabu (9/11).

Mantan Kasubdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu AKBP Frido Situmorang membenarkan hal tersebut, menurutnya tim sudah berangkat ke Kabupaten Asahan dan sudah tiba di kantor Pemkab, namun harus kembali lagi karena yang akan diperiksa telah berangkat ke Penang Malaysia untuk berobat karena mendadak sakit.

Disinggung Bupati mengidap sakit apa dan kapan penyidi akan melakukan pemeriksaan ulang, lantas Frido mengaku tidak mengetahuinya. “Kalau sakitnya, Saya tidak tahu, dan sekarang tim saya sudah kembali ke Poldasu. Untuk pemeriksaan selanjutnya belum bisa saya pastikan, karena beliaukan masih sakit, jadi kita tunggu saja,” ujarnya.

Sementara mengenai pemeriksaan pihak BPN Asahan, Frido juga mengaku belum melakukannya, dikarenakan pihaknya harus mendapatkan terlebih dahulu kesaksian dari Bupati Asahan megenai asal usul tanah YPMDA mengapa bisa menjadi miliknya.

Sementara akan diperiksanya orang nomor satu di Kabupaten Asahan ini dikarenakan sejak tahun 2016 lahan YPMDA tersebut tiba-tiba sudah berpindah tangan menjadi hak miliknya, dan dengan menggunakan lahan tersebut, beliau dikabarkan berhasil meminjam sejumlah dana, padahal lahan tersebut awalnya merupakan bantuan Hibah dari Pemkab Asahan semasa beliau belum menjabat sebagai Bupati.

Selain itu Poldasu rencananya akan menelusuri bagaimana lahan tersebut tiba-tiba berpindah tangan menjadi hak milik Bupati, dan rencananya juga penyidik akan memeriksa pihak BPN Asahan untuk meminta bukti keabsahan kepemilikan tanah tersebut.

Perwira berpangkat dua melati emas ini menambahkan bahwa Bupati masih diperiksa sebagai saksi, selain itu penyidik akan memeriksa LHKPN Bupati, apakah lahan tersebut termasuk di dalamnya. “Disana nanti kita akan juga memeriksa LHKPNnya,” ujarnya mengakhiri.

Dalam kasus ini Subdit II Harda Bangtah Ditreskrimum Poldasu juga telah memeriksa Mayjen Rudy Supriyatna selaku Ketua Yayasan Pesantren Modern Darul Al Ulum (YPMDA) Kabupaten Asahan terkait dugaan kasus pemalsuan akte yang melibatkan Bupati Asahan Taufan Gama.

Sementara anak pelapor Cici Gurning yang ditemui wartawan mengatakan bahwa keluarganya sebenarnya sudah pasrah terkait kasus tersebut, karena selama ini laporan mereka seperti direkayasa, dan pihak Kepolisian sepertinya lebih membela Bupati Asahan Taufan Gama.

Namun harapan beliau kembali muncul setelah Kapolri dijabat Jendral Tito Karnavian yang saat ini dinilai bertindak jujur dan menanggapi keluhan masyarakat. “Saya kembali melaporkan kasus ini ke Mabes Polri semenjak Kapolrinya dijabat pak Tito, saya yakin kalau pak Tito mampu merubah mental pihak Kepolisian. Dan kasus yang saya laporkan ini langsung ditanggapi,” ujarnya.

Cici Gurning juga menyesalkan laporan pihak keluarganya kemarin tidak ditindaklanjuti dan malah di SP3kan. “Anehnya acuan para penyidik dan saksi-saksi yang diperiksa bukanlah orang yang memimpin saat yayasan dihibahkan oleh Pemkab, malah penyidik memeriksa para pengurus yayasan yang baru, tentu saja para saksi tersebut tidak mengetahuinya. Dan saya duga disinilah permainan penyidik untuk membela Taufan Gama,” ujarnya mengakhiri.

Belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini, dikarenakan pihak Kepolisian masih memeriksa dan mempelajari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terlapor Bupati Asahan Taufan Gama.

Tri Purnowidodo, selaku kuasa hukum pemohon, mengatakan gugatan yang dibuat ke PN Medan atas dikeluarkannya SP3 No: SPP.Sidik/302.a/VIII/2015/Ditreskrimum, tertanggal 13 Agustus 2015 juncto surat ketetapan No: S.TAP/302.b/VIII/2015/Ditreskrimum, tertanggal 13 Agustus 2015 tentang penghentian penyidikan kasus pemalsuan surat dan keterangan palsu atas lahan milik YPMDA seluasa 1.345 meter yang dikuasai Taufan Gama Simaputang. (W08)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
Ramadan Penuh Berkah, IKA UNPAB Gelar Buka Puasa Bersama dan Aksi Berbagi Takjil
PLN Pastikan Kesiapsiagaan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara Selama Ramadan Hingga Idulfitri 1447 H
Bupati Didampingi Wakil Bupati Asahan Hadiri Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Dinas Kesehatan
Wali Kota menghadiri Pembukaan Bazar Ramadhan Serentak di seluruh wilayah teritorial Indonesia, secara virtual
Wali Kota membawa seratusan anak yatim-piatu berbelanja di pusat perbelanjaan Ramayana
komentar
beritaTerbaru