Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
kota
MEDAN|SUMUT24 Ketua Fraksi Gerindra DPRD Medan, Surianto SH, menilai tidak adanya perubahan angka kemiskinan di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, dikarenakan kecilnya peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Sementara jumlah siswa yang menamatkan pendidikan di tingkatan SLTA sederajat maupun perguruan tinggi terus bertambah.
Baca Juga:
“Secara nasional memang belum ada perubahan angka kemiskinan. Malah makin bertambah,” ungkapnya kepada wartawan di Medan.
Kondisi ini, sambung mantan Ketua Komisi B DPRD Medan tersebut, diperparah lagi dengan munculnya kebijakan pemerintah pusat memberlakukan bebas visa bagi pengunjung ke beberapa negara, menyebabkan oknum tertentu memanfaatkan peluang itu untuk merekrut tenaga kerja asing yang akan ditempatkan pada sektor tertentu. Akibatnya sumber daya manusia (SDM) lokal tidak punya tempat untuk mendapatkan haknya (bekerja, red) sebagai warga negara.
“Pemerintah pusat maupun daerah harus memperketat masuknya arus pekerja asing. Tingkatkan SDM lokal dengan menggalakkan pelatihan yang mengarah pada terciptanya pengusaha muda. Tapi harus juga dibantu dengan permodalan. Sehingga ilmu yang mereka dapat saat pelatihan itu tidak menjadi sia-sia karena munculnya masalah baru setelah mendapatkan pelatihan. Itu menurut saya,” ujarnya.
Bukan cuma itu saja, pria yang akrab disapa Butong ini meminta Pemko Medan membuat kebijakan dengan cara mempermudah pengurusan perizinan untuk dunia usaha. Sebab selama ini untuk mendapatkan sebuah surat keterangan untuk mendapatkan permodalan, banyak syarat yang harus di siapkan oleh si pemohon.
“Kalau sudah banyak syarat yang diminta, alhasil si pomohon enggan untuk mempersiapaknnya. Disinilah letak tidak berkembangnya dunia usaha kita,” sindirnya.
Pada berita sebelumnya, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan pada bulan September 2016 lalu, menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1.452.550 orang atau sebesar 10,27 persen terhadap jumlah total penduduk.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa jumlah dan persentase penduduk miskin di Sumatera Utara masih belum ada perubahan yang signifikan, di mana kondisi Maret 2016 jumlah penduduk miskinnya sebanyak 1.455.950 orang atau sebesar 10,35 persen.
“Dimana hanya ada penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 3.400 orang dengan penurunan persentase penduduk miskin sebesar 0,08 point,” papar Kepala Bidang Produksi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Bismark Sitinjak.
Ia menambahkan, jika dilihat dari sektor daerah penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2016 sebesar 9,69 persen, turun dibanding Maret 2016 yang sebesar 9,75 persen. Begitu juga dengan penduduk miskin di daerah perdesaan, yaitu dari 10,97 persen pada Maret 2016 turun menjadi 10,86 persen pada September 2016.
“Sehingga pada September 2016, garis kemiskinan Sumatera Utara secara total sebesar Rp.401.832,- per kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinannya sebesar Rp.413.835,- dan untuk daerah perdesaan sebesar Rp.388.707 per kapita per bulan,†pungkasnya.(R02)
Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
kota
Medan Dalam semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan, Ikatan Alumni Universitas Pembangunan Panca Budi (IKA UNPAB) menggelar kegiatan
kota
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memastikan kesiapsiagaan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera Utara selama Bulan Suci Ramadan hingga H
kota
sumut24.co ASAHAN, Dalam suasana yang penuh kebersamaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim serta Buka
News
Wali Kota menghadiri Pembukaan Bazar Ramadhan Serentak di seluruh wilayah teritorial Indonesia, secara virtual
kota
Wali Kota membawa seratusan anak yatimpiatu berbelanja di pusat perbelanjaan Ramayana
kota
Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana
kota
Kabar Gembira, Pemprovsu Beri THR Guru PPPK Paruh Waktu dan Guru Tidak Tetap
kota
Pentingnya Pemetaan Pembangunan
kota
Pj Sekdaprov Sumut Kukuhkan Pengurus Korpri Karo 2025&ndash2030
kota