Sabtu, 22 Agustus 2026

PMPHI : Kapolri dan Ahli Forensik Umumkan Hasil Autopsi Ulang Brigadir Yosua

Administrator - Minggu, 31 Juli 2022 04:49 WIB
PMPHI : Kapolri dan Ahli Forensik Umumkan Hasil Autopsi Ulang Brigadir Yosua
JAKARTA | SUMUT24.co Pusat Monitoring Politik dab Hukum Indonesia (PMPHI) menyarankan pimpinan Polri bersama ahli forensik segera mengumumkan hasil autopsi ulang jenazah Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang dilaporkan tewas dalam baku tembak di kediaman Kadiv Propam nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo, beberapa waktu lalu. Koordinator PMPHI, Gandi Parapat mengatakan, hasil autopsi ulang Brigadir Yosua akan membawa nilai positif bagi institusi Polri yang dipimpin Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri maupun ahli forensik yang ditunjuk melakukan autopsi tesebut, tidak akan melakukan pelanggaran jika mengumumkan hasil autopsi. “Menko Polhukam Mahfud MD sudah memberikan ruang kepada pimpinan Polri maupun ahli forensik, bahwa untuk membuka kasus polisi tembak polisi di kediaman Kadiv Propam Polri tersebut, tidak harus menunggu sidang di pengadilan. Itu bukan pelangggaran,” ujar Gandi Parapat melalui keterangan tertulisnya, Minggu (31/7/2022). Gandi mengaku setuju dengan Mahfud MD terkait adanya pihak yang diduga sengaja mengaburkan persoalan kasus polisi tembak polisi tersebut. Namun pihaknya berkeyakinan bahwa Kapolri Listyo dapat mengungkap kasus kematian Brigadir Yosua secara terang benderang. Kapolri dipastikan tak akan menutupi kasus yang menggemparkan itu. “Mulai dari Presiden Jokowi, Menko Polhukam, purnawirawan jenderal, DPR maupun elemen masyarakat, sudah memberikan dukungan kepada Kapolri Listyo untuk mengungkap kasus kematian Brigadir Yosua. Keputusan ada pada Kapolri untuk menyelamatkan nama baik institusi Polri,” ungkap Gandi. Gandi juga menyesalkan pihak tertentu yang justru menyudutkan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ketika memberikan dukungan ahli forensik untuk mengautopsi jenazah Brigadir Yosua, beberapa waktu lalu. Orang bersangkutan dinilai asal bunyi (Asbun) karena tidak mengikuti perkembangan dari kasus kematian Brigadir Yosua. “Sungguh sangat menyedihkan, bahwa seorang anggota dewan terhormat, yang notabene merupakan pembela rakyat, justru memberikan statemen menyudutkan Andika Perkasa melalui media. Orang bersangkutan tidak memahami, bahwa Andika Perkasa memberikan persetujuan setelah adanya permintaan dari organisasi forensik,” katanya. Atas permintaan itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan pesan kepada dokter forensik dari TNI jelang proses autopsi ulang jenazah Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Sebagaimana diketahui, satu dokter forensik TNI turut bergabung dalam tim ekshumasi dan autopsi ulang jeazah Brigadir J pada Rabu (27/7/2022) kemarin. Dokter forensik berinisial F itu berasal dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Untuk itu, Jenderal Andika pun agar prajurit tetap menjaga kredibilitas dan integritasnya.(W02/ril)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
Karhutla di Desa Sei Sentang, Dua Titik Lahan Gambut Terpantau dari Aplikasi Hotspot
Bawa Dokumen Resmi Tapi Ditangkap, Penyidik Gakkum Kehutanan Diduga Intimidasi Sopir Truk*
komentar
beritaTerbaru