Sabtu, 14 Maret 2026

Disnaker Medan Amankan Gepeng Tionghoa

Administrator - Senin, 02 Januari 2017 13:28 WIB
Disnaker Medan Amankan Gepeng Tionghoa

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Wajahnya keriput tatapannya kosong dan tak sanggup lagi berdiri, hanya mampu duduk di kursi roda. Naasnya lagi, keluarga tak ada yang mau menerimanya. Ya dialah Yen (65) wanita tua yang mengaku tinggal di penampungan sosial swasta di Kota Medan tampak terduduk lesu di kursi rodanya di Jalan Gatot subroto dekat lampu merah carefour,

Wanita turunan Tionghoa yang sudah renta ini tampak dikeluarkan dari dalam mobil Van warna putih oleh seorang pria bermata cipit dan dengan kasar menghardiknya agar cari duit dengan cara mengemis. Yen pun hanya bisa menggerakan roda kursinya sembari membawa baskom dan menengadahkan tanganya kepengendara. Namun tak satu pengendara pun yang peduli.

Mereka hanya memandang. Menyaksikan adanya seorang ibu dipaksa mengemis oleh seorang pria berbadan sehat yang bersembunyi di dalam mobil, awak koran ini pun mendatangi mobil van tersebut dan menyuruh pria Tionghoa itu keluar. Namun pria bermata cipit yang berusia sekitar 30an tersebut tidak mau keluar dan malah memajukan kendaraaannya ke tengah badan jalan dan kabur.

Yen saat ditanya awak koran ini mengaku dia lupa siapa dirinya karena sudah pikun. Yen mengaku, setiap hari dipaksa seorang pria dan wanita dan seorang anak berusia 12 tahun untuk mengemis dilampu merah jalan gatot Subroto. “Sudah jalan hidup ibu seperti ini, tak ada yang peduli. Nanti pun kalau mati mungkin tak tahu mau dikubur dimana,” ujarnya lirih sembari menatap langit yang kosong.

Setiap hari, penghasilan Yen hanya bisa sekedar untuk makan walau pun yang didapat terkadang sampai Rp 200 ribu di lampu merah itu saja, namun Yen hanya diberi jatah makan yang diduga dilakukan oleh anaknya tersbeut. “Sudahlah jangan dibesar-besarkan, karena pemerintah pun pasti tetap tutup mata, mereka melihat tapi tak mendengar nak,” ungkap Yen bijak.

Selanjutnya Yen pun minta ditinggal di perempatan jalan nanti akan ada yang menjemputnya. Sementara itu, saat dimintai keterangan pihak Disnaker Medan, wanita ini telah diamankan di tempat penampungan Disnaker. Ia diamankan bersama Anak dan cucunya. Anaknya bernama Lori.

“Ya kita telah mengamankan mereka. Mereka mengaku berasal dari siantar. Untuk saat ini kita akan terus menelusuri motifnya tersebut,” kata Kepala Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kota Medan Armansyah “Bob” Lubis. (w07)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ramadhan Penuh Berkah, RANZ Kota Medan Bersama PC FSP SPSI Kota Medan dan PAC PKN Medan Marelan Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa Bersama
Teguh Santosa Kecam Teror Air Keras ke Aktivis KontraS, Minta Polisi Bongkar Aktor Intelektual
HMTI Gelar Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Tokoh Tabagsel di Medan
Hilirisasi Mineral Jadi Fokus, DPR Kawal Proyek Smelter Inalum di Kalbar
Sentuhan Ramadan, Waroenk M7 Tebar Berkah untuk Dhuafa di 5 Desa Deli Serdang
Polresta Deli Serdang Sambut Tim Asistensi Mabes Polri dalam rangka Supervisi Ops Ketupat Toba 2026"
komentar
beritaTerbaru