Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
Oleh : Arief Gunawan
Baca Juga:
Trend kecintaan masyarakat terhadap hewan peliharaan dari waktu ke waktu ternyata bukan hanya terus berkembang, tetapi juga semakin unik. Kucing dan anjing selama ini adalah jenis hewan peliharaan yang paling umum kita kenal.
Namun seiring berjalannya waktu masyarakat juga menyukai jenis hewan peliharaan lainnya, seperti ikan cupang, arwana, iguana, landak mini, kura-kura dan lainnya, termasuk yang kini sedang populer dan disukai oleh masyarakat adalah jenis burung yang dikenal dengan sebutan Love Bird atau Burung Cinta.
Jika sebelumnya masyarakat memelihara burung merpati, murai, cucakrawa, atau burung perkutut yang pemeliharaannya sudah mentradisi sejak ratusan tahun yang lalu, terutama di lingkungan masyarakat Jawa, karena dipercaya memiliki makna filosofis serta spiritual, memelihara Love Bird (Burung Cinta) ternyata tak kalah seru dan mengasyikkan.
Jenis unggas berukuran mungil nan cantik yang merupakan salah satu jenis burung dari sembilan spesies genus Agapornis (berasal dari bahasa Yunani “agape” yang berarti “cinta” dan “ornis” yang berarti “burung”) ini, memiliki banyak sekali penggemar di sejumlah daerah.
Sosok Love Bird yang imut-imut dan lucu, berukuran sekitar 13 sampai 17 centimeter serta berat sekitar 40 hingga 60 gram ini, menampilkan pesona tersendiri, selain karena kicauannya yang merdu, dan gerak-geriknya yang lincah, juga bulunya yang warna-warni mengundang daya tarik yang menggemaskan.
Sebutan Love Bird atau Burung Cinta disematkan lantaran tingkah-laku burung ini saat berpasangan mengekspresikan pesan cinta. Kalau saling berdekatan nampak saling menyayangi satu sama lain.
Sifat pasangan Burung Cinta adalah monogami di alam bebas. Umur hidupnya rata-rata 10 sampai 15 tahun. Populasi Love Bird paling banyak ditemukan di wilayah Papua dan ditemukan pula di Sumatera Utara.
Merespon kecintaan dan “kegilaan†masyarakat terhadap jenis burung ini intelektual muda dan wartawan senior yang juga Ketua Umum JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia) Teguh Santosa, mulai 16 Juli lalu menyelenggarakan event Teguh Santosa Cup yang memperlombakan kicauan Burung Cinta.
Lomba yang digelar secara bertahap ini bukan hanya memperebutkan hadiah yang cukup menarik, namun lebih dari itu mendorong masyarakat untuk ikut melestarikan jenis Burung Cinta yang selain memiliki nilai estetika ternyata memiliki pula nilai ekonomis, karena burung yang menang di dalam perlombaan biasanya memiliki harga jual yang cukup tinggi. Bahkan mendorong kreatifitas para penggemarnya untuk menciptakan pakan yang berkwalitas sebagai konsumsi Burung Cinta.
Event bertema Jakarta International Bird Show yang bekerjasama dengan Graha Enterprise dan Durasic Academy ini bertajuk “Kopdar 100% Fair Playâ€. Antusiasme masyarakat ternyata cukup tinggi.
Pada lomba perdana 16 Juli lalu, bertempat di Gantangan Graha Enterprise, Tangerang Selatan, Banten, pesertanya berasal dari berbagai daerah. Seperti Jakarta, Serang, dan wilayah lainnya.
Ketua Panitia Kopdar Graha Enterprise, Adit Wahyudianto mengatakan, Kopdar dalam rangka silaturrahim para pencinta Love Bird.
Dalam Kopdar ini terdapat sekitar 15 jenis perlombaan yang dijuarai oleh 15 peserta per sesi. Salah satunya peserta dari Jakarta Selatan menjadi juara dari 15 jenis lomba. Selain sebagai forum yang mewadahi hobi dan kecintaan masyarakat terhadap hewan peliharaan, dalam hal ini terhadap Burung Cinta, Teguh Santosa Cup ternyata juga menginspirasi masyarakat untuk menumbuhkan ekonomi kreatif, karena event ini berpotensi memiliki dampak ekonomi. rel/it
—–
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
News
Medan sumut24.co Kasus dugaan Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga ilegal ke Malaysia yang dilakukan oleh seorang oknum Agen pen
Hukum
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
News
Thailand sumut24.co Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermab
News
Nias Selatan sumut24.co Program Bakti TNI untuk Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus menghadirkan manfaat bagi masyaraka
News
Labuhanbatu sumut24.co Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan berbasis satelit NASANOAA20 di Dusun Wonorejo 33, Des
News
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota