Sabtu, 14 Maret 2026

Refleksi Akhir Tahun 2016, Sumut Semakin Paten

Administrator - Jumat, 23 Desember 2016 03:32 WIB
Refleksi Akhir Tahun 2016,  Sumut Semakin Paten

 

Baca Juga:

Medan | SUMUT24

Sebagai provinsi yang berdaya saing, Sumatera Utara terus melakukan pembenahan untuk menjadi provinsi yang sejahtera. Dengan misi reformasi birokrasi berkelanjutan guna mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih (good governance dan clean government), Membangun sumber daya manusia yang memiliki integritas dalam berbangsa dan bernegara, religius dan berkompetensi tinggi.

Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi menyampaikan, bahwa prioritas pembangunan Sumatera Utara 2013-2018 adalah, peningkatan kehidupan beragama, penegakan hukum, penguatan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance), pelayanan publik dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Melalui, peningkatan aksessibilitas dan kualitas pendidikan, peningkatan aksessibilitas dan pelayanan kesehatan. peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan, penerapan teknologi, inovasi dan kreatifitas daerah, peningkatan infrastruktur, pengembangan wilayah, mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan hidup mendukung daya saing perekonomian. Gubsu HT Erry Nuradi menegaskan, membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur daerah untuk menunjang kegiatan ekonomi melalui kerjasama antar dearah, swasta, regional dan internasional.

Meningkatkan kualitas standar hidup layak, kesetaraan dan keadilan serta mengurangi ketimpangan antar wilayah, serta Membangun dan mengembangkan ekonomi daerah melalui pengelolaan sumberdaya alam lestari berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Erry juga memfokuskan peningkatan ekonomi kerakyatan. Perluasan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat miskin. Peningkatan produksi, produktifitas dan daya saing produk pertanian, kelautan dan perikanan, serta mendukung dan mendorong kebijakan nasional di daerah.

Untuk pembangunan sosial makro ekonomi, lanjut Erry Nurasi, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan III sebesar 5.28%, yang lebih tinggi dibanding capaian nasional yang berada pada angka 5.02%. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2016, juga lebih baik dibandingkan tahun lalu (5.08%).

“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Utara diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan (PDRB – ADHK), dimana pada triwulan III 2016 meningkat sebesar 5,28% (year on year),” ujar Erry Nuradi.

Pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan & Jaminan Sosial Wajib sebesar 11,90 % & Pengadaan Air 10,26 %, diikuti Informasi & Komunikasi 8,95%.Dan Proyeksi pertumbuhan ekonomi Perekonomian Sumatera Utara pada triwulan IV 2016 diperkirakan akan mengalami kenaikan berada pada rentang 5.1%-5.5% (yoy), yang dipicu oleh permintaan domestik oleh karena adanya perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), dan realisasi Belanja Langsung maupun Belanja Infrastruktur Pemerintah. Selain itu, lanjutnya, perkiraan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV juga disebabkan periode panen raya kelapa sawit serta indikasi perbaikan permintaan dari mitra dagang utama yaitu Tiongkok, terutama untuk komoditas Crude Palm Oil (CPO). Untuk tahun 2017, perekonomian Sumatera Utara diperkirakan berada pada kisaran 5.36% (5.2%-5.6%),atau membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi disumbang oleh hampir semua lapangan usaha yang didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan kelautan, lapangan usaha pengadaan listrik dan gas, serta lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi turut pula diindikasikan oleh perbaikan permintaan domestik serta perkiraan kinerja net ekspor. inflasi Tahun 2017 diperkirakan berada pada kisaran 4,0 ± 1%, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2016.

Inflasi

inflasi dibulan November 2016 tercatat sebesar 6,13%, penyumbang tertinggi pada kelompok Bahan Makanan dan disusul oleh Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau. Dan sebagai penyebabnya, adalah menipisnya pasokan pangan dan holtikultura seiring dengan bergesernya musim tanam dan meluasnya wabah organisme pengganggu tumbuhan ditengah belum stabilnya kondisi gunung Sinabung. Selama 4 (empat) tahun berturut-turut sejak 2011, 2012, 2014, dan 2015 Provinsi Sumatera Utara menjadi provinsi dengan tim pengendali inflasi daerah terbaik.

Keuangan Daerah

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2015, ini merupakan keberhasilan kali kedua secara beruntun. Sementara realisasi belanja dan transfer APBD Provinsi Sumatera Utara hingga triwulan III 2016 telah mencapai Rp6,1 triliun atau 61,6% dari total anggaran, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yaitu 58.1%.

Pendapatan Daerah

Sedangkan untuk Pendapatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2016, tercatat sebesar Rp 10.05 triliun atau meningkat 16%, dibanding tahun sebelumnya.

“Pajak Daerah masih menjadi penyumbang terbesar PAD (90,4% dari total PAD). Secara keseluruhan pertumbuhan PAD meningkat 1.4% (yoy) dibanding tahun 2015. Sementara pendapatan transfer mengalami kenaikan sebesar 25.7% dibanding tahun 2015,”terangnya.

Pendidikan

Angka Partisipasi Kasar (APK) Provsu tahun 2016, untuk Sekolah Dasar (SD) 112,65 %, turun 1,36 % dari tahun 2015 sebesar 114,01 %. Sedangkan untuk jenjang SMP 103,41 %, naik 0,43 % dari tahun 2015 sebesar 102,98 %, dan jenjang SMA 88,99 %, naik 0,24 % dari tahun 2015 sebesar 88,75 %.

“Sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan pendidikan, Angka Melek Huruf Provinsi Sumatera Utara sejak tahun 2011 – 2015 memperlihatkan trend positif, yaitu mengalami peningkatan setiap tahunnya, sebagaimana data yang dikeluarkan pada bulan Agustus 2016 pada dokumen Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015,”ujarnya.

Kesehatan

Untuk Jumlah Kematian Ibu di tahun 2016 228 orang, jumlah ini menurun dibanding tahun 2015 yaitu 260 orang.Kemudian, untuk Jumlah kematian bayi di tahun 2016 1.056 orang, turun dibanding tahun 2015 yaitu 1.360 orang. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin – PBI, jumlah peserta PBI (Penerima Bantuan Tunai) tahun 2016 melalui APBD Provsu berjumlah 259.762 jiwa, dengan anggaran sebesar Rp 71 M, naik sebesar 25% dibanding tahun 2015 yakni sebesar Rp 57 M.

Tenaga Kerja

Untuk jumlah angkatan kerja di Sumatera Utara, pada Agustus 2016 sebesar 6,36 juta orang. Jumlah ini menurun sebanyak 28 ribu orang dibanding Agustus 2015, yaitu sebesar 6,39 juta orang. Selanjutnya, tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dari 67,28 % pada Agustus 2015 menjadi 65,99 % pada Agustus 2016, atau turun sebanyak 1,29 poin.

“Penurunan ini disebabkan para penduduk usia kerja yang sebelumnya mencari pekerjaan beralih dengan hanya menjadi mengurus rumah tangga atau lainnya, dikarena berbagai macam alasan,”sebutnya.

Pada hasil Sakernas Agustus 2016, menunjukkan lapangan pekerjaan yang banyak menyerap tenaga kerja masih di sektor pertanian (44,50%), perdagangan, rumah makan, dan akomodasi (19,23%), jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan (915,12%), Industri penyerapan tenaga kerja masih relative kecil yaitu sebesar 7,61 %.

Rata-rata pertumbuhan luas lahan sawah per tahun dari tahun 2014 sampai tahun 2015, mengalami penurunan sebesar 2,11% per tahun. Kondisi ini mencerminkan tingginya tingkat konversi lahan selama 5 tahun ini di Sumatera Utara.

Perkebunan

Total Luas Perkebunan Rakyat di Provsu tahun 2016 : 1.138.329,32 Ha meningkat 0,5 % atau 5.718,64 Ha dibanding tahun 2015. Peningkatan luas perkebunan rakyat terjadi pada semua komoditas perkebunan rakyat. Total Produksi Perkebunan Rakyat (Ton) di Provsu tahun 2016 : 6.340.012,54 Ton meningkat 0,13 % atau 8.418,39 ton dibanding tahun 2015. Tidak berbeda dengan luas lahan, pada produksi peningkatan juga terjadi pada seluruh komoditas perkebunan rakyat.

Kehutanan

Rehabilitasi lahan adalah upaya memulihkan kondisi dengan penanaman pohon dan konservasi tanah. Kegiatan rehabilitasi lahan dilakukan pada lahan-lahan sangat kritis dan kritis. Total luas lahan yang telah direhabilitasi pada tahun 2015 adalah 7.530,28 Ha yang terdiri dari rehabilitasi di dalam kawasan hutan seluas 5.426,30 Ha dan rehabilitasi lahan diluar kawasan hutan seluas 2.103,98 Ha. Sementara itu realisasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan pada tahun 2016 seluas 3.036 Ha.

Pariwisata

Jumlah kunjungan wisman Oktober 2016 mencapai 181.043 orang (Target 1 juta tahun 2019).

Dengan rincian sbb : Bandara KNIA : 156.612 orang, Pel. Belawan : 16.643 Pel. Tanjung Balai Asahan : 7.788

Asal wisman, antara lain : Malaysia : 49.04% Singapura : 5.8%, Tiongkok : 3.0%, Belanda : 2.28%, Australia : 2.00%, Jerman : 1.94%

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

1. Jalan

Infrastruktur Jalan di Provinsi Sumatera Utara adalah sepanjang 39.064,38 tersebar di 33 Kab/Kota Provinsi Sumatera Utara.

2. Jembatan

2.060 buah jembatan atau sepanjang 33.793,30 meter. 1.083 buah (19.945,40 meter) jembatan pada ruas jalan Nasional 977 buah jembatan (13.847,90 meter) pada ruas Jalan Provinsi Tingkat kerusakan Jembatan pada ruas jalan Provinsi adalah masih dibawah 50 % sebesar 23,23 %

JALAN TOL

1. Ruas Medan – Binjai

Ruas Tol Medan-Binjai sepanjang 25,441 Km termasuk dalam 8 ruas yang didahulukan dengan target pengoperasian selambat-lambatnya akhir 2019, sampai dengan 16 Desember 2016 progress fisik : 39,605%.

2. Ruas Tol Medan- Kuala Namu – Tebingtinggi sepanjang 72,43 Km, sampai keadaan 29 September 2016, progress fisik : 43,75 %. 3. Ruas Tol Kisaran-Tebingtinggi sepanjang 60 Km termasuk dalam 8 ruas yang didahulukan dengan target pengoperasian selambat-lambatnya akhir 2019, yang diharapkan proses konstruksi dilakukan pada tahun 2017

4. Pada tahun 2016 telah selesai dilaksanakan kegiatan pra Feasibility Study dan alternative trase Kereta Api

1. Pembangunan Jalan Layang KA. Antara Medan – Bandar Khalipa

2. Pembangunan Jalan KA. Antara Rantau Prapat – Kota Pinang

3. Pembangunan Persinyalan KA. Untuk mendukung Double Track Bandar Khalipah – Kualanamu

4. Kereta Api Bandar Tinggi – Kuala Tanjung (Mendukung KEK Sei Mangkei, bagian dari Jaringan Kereta Api Trans Sumatera), telah dilaksanakan pembangunan antara lain : Pembangunan jalur KA Bandar Tinggi – Kuala Tanjung Peningkatan Rel KA Kawasan Sei Mangkei-Simpang Perlanaan Pembangunan spoor Simpang Gungung Bayu menuju KISM 2,95 km.

Pelabuhan

1. Kuala Tanjung

Progress pelaksanaan fisik adalah 68,9% (Desember 2016) meliputi : Pemasangan Precast Slab/Lantai Beton Trestle di Daerah Causeway; Pemancangan Tiang Baja dengan Steel Pipe Pile (SPP) Ø 812,8 mm tebal 16 mm sebanyak 74 titik Pemancangan Tiang Beton dengan Concrete Spun Pile (CSP) Ø 600 mm lebar 36 m sebanyak 864 titik, Dermaga 175 titik; Mobilisasi alat Pancang CSP Ø 1.000 mm Trestle Girder. Selanjutnya pelayanan terminal multipurpose pelabuhan kuala tanjung diharapkan dapat beroperasi pada triwulan IV Tahun 2017.

2. Sibolga

Pengembangan Pelabuhan Sibolga sebagai Feeader Tol Laut salah satu dari 24 pelabuhan strategis telah dilaksanakan perluasan terminal dan pembangunan dermaga pada Tahun 2016 ini dan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dari simpul pelabuhan utama dalam konsep tol laut sebagai pengembangan konektifitas.

3. Belawan

Pengembangan Pelabuhan Belawan sebagai Pelabuhan Peti Kemas adalah dalam rangka mendukung Program Tol Laut Pemerintah, di mana Pelabuhan Belawan/Kuala Tanjung merupakan salah satu dari 24 pelabuhan baik pelabuhan hub maupun feeder yang tengah dikembangkan. Perpanjangan dermaga peti kemas, yaitu 700 meter dengan rincian Fase 1 sepanjang 350 meter dan Fase 2 sepanjang 350 meter. Sementara itu, untuk lapangan penumpukan kontainer seluas 28 hektare, dibagi dalam Fase 1 yaitu 12 hektare dan Fase 2 seluas 16 hektare dengan biaya 6 triliun rupiah lebih dan direncanakan beroperasi pada tahun 2018

IRIGASI

Kondisi Fungsi Layanan Irigasi Daerah Irigasi Permukaan sampai dengan akhir tahun 2015 baru mencapai 64,9%, sedangkan Daerah Irigasi Rawa baru mencapai 43,1%. Sampai dengan akhir tahun 2016 fungsi layanan irigasi optimal pada Daerah Irigasi permukaan dapat mencapai sebesar ± 67,35%, sedangkan pada Daerah Irigasi Rawa sebesar ± 47,02%

KETENAGALISTRIKAN Cadangan daya listrik SUMUT mendekati 14 %, atau total daya listrik di Sumatera Utara sebanyak 1.970-an MW.

Kebutuhan rata-rata harian saat beban puncak maksimal hanya 1.800 MW.

Pemakaian listrik pada saat beban puncak diperkirakan hanya 1.638 MW saat malam pergantian tahun, dan pada 1 Januari 2016 hanya 1.535 MW.

Pasokan daya yang tersedia 1.910 MW, ada cadangan daya listrik sekitar 273-398 MW.

Total desa yang ada di SUMUT sebanyak 5.500 desa, hanya 319 (5,8%) belum menikmati aliran listrik.

PENGEMBANGAN WILAYAH

Sei Mangkei

Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei adalah kawasan yang saat ini sebagai satu satunya Kawasan Ekonomi Khusus yang memiliki jalur kereta api barang menuju pelabuhan dan memiliki fasilitas pembangunan Dry Port dengan kapasitas  30.312-75.000 TEUS per tahun yang berfungsi sebagai pelayanan satu pintu QIC (quarantine, immigration, and custom) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba

Undang – Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang Nasional Dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang Nasional menetapkan Mebidangro menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) dari sudut kepentingan ekonomi di Pulau Sumatera.

Sehingga konsep ini menjadi model keterpaduan, keterkaitan, dan keseimbangan perkembangan antar wilayah Kabupaten/Kota serta keserasian antar sector. Dengan 5 koridor konektivitas :

1)Koridor Songkhla (Thailand), Penang (Malaysia) dan Medan (Indonesia). 2)Koridor Selat Malaka, 3)Koridor Banda Aceh, Medan, Dumai, dan Palembang 4)Koridor Malaka (Malaysia) dan Dumai serta 5)Koridor Ranong, Phuket (Thailand) dan Aceh

Kawasan Agropolitan

Kawasan Agropolitan diartikan sebagai upaya pengembangan kawasan pertanian yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha agribisnis, yang diharapkan dapat melayani dan mendorong kegiatan-kegiatan pembangunan pertanian (agribisnis) di wilayah sekitarnya.

BUMD

PT. BANK SUMUT

Dalam mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah di segala bidang Bank Sumut secara aktif berperan melalui :

1.Mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya Usaha Mikro, Bank Sumut telah meluncurkan Kredit Mikro SIPP (Sahabat Insan Pengusaha Pemula). Produk kredit ini murah baik dari sisi bunga dan biaya serta mudah persyaratannya.

2.Pada sektor infrastruktur Bank Sumut mendukung pembangunan di Sumatera Utara antara lain : a.Pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Bandara Kuala Namu Internasional Airport sampai Kota Tebing Tinggi b.Melalui kredit SPK PT. Bank Sumut turut membiayai proyek-proyek yang bersumber dari APBD Sumatera Utara

3.Dengan dukungan Bank Sumut sebagai Bank Pembangunan Daerah yang berperan dalam mendukung Good Goverment Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan layanan Cash Management System (CMS) Kas Daerah terintegrasi dengan SIMDA BPKP dan layanan publik pembayaran pajak melalui secara electronic diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan akuntabilitas keuangan daerah.

4.Bank Sumut juga meluncurkan layanan electronic SAMSAT (e-SAMSAT) melalui ATM Bank Sumut dan SMS Banking Bank Sumut. Bank Sumut siap mendukung pengembangan layanan e-Samsat melalui e-Channel (ATM dan SMS Banking) serta seluruh jaringan kantor Bank Sumut yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Utara dan Jakarta dan diharapkan proses pengembangannya dapat diselesaikan pada Triwulan I 2017 sehingga nantinya masyarakat sudah dapat memanfaatkan layanan ini pada tahun 2017 PT. DHIRGA SURYA

Dalam rangka meningkatkan fleksibilitas perusahaan, PD. Perhotelan telah melakukan perubahan bentuk badan hukum dari PD menjadi PT dengan menambah core business baru antara lain pelatihan lembaga pendidikan pengembangan manajemen, D Travel, event organizer dan manajemen hotel serta beberapa kegiatan bisnis lain PT. ANEKA INDUSTRI DAN JASA SUMATERA UTARA

PD. Aneka Industri dan Jasa telah melakukan kerjasama dengan Perum Peruri untuk percetakan dokumen sekuriti PD. Aneka Industri dan Jasa mengoptimalkan idle aset melalui kerjasama dengan Pihak Ketiga PD. Aneka Industri dan Jasa melakukan kegiatan percetakan keperluan beberapa SKPD Pemprovsu. PT. PEMBANGUNAN PRASARANA SUMATERA UTARA

Membuka rute baru kapal motor penyeberangan untuk rute Pantai Bebas Parapat-Ambarita selain rute yang sudah ada yaitu : Simanindo-Tigaras, Onanrunggu-Balige dan Muara-Sipinggan PT. Pembangunan Sumatera Utara telah membangun Perumahan Griya Sumut Paten, berlokasi di desa Sumbul Kec. STM Hilir Deli Serdang. Sampai dengan bulan Desember 2016 sudah dibangun 100 unit dan diperkirakan s/d Juli 2017 mencapai 300 unit. PT. Pembangunan Prasarana Sumatera Utara telah melakukan kerjasama dengan anak perusahaan PT. Telkomsel untuk pembangunan BTS tahun 2017 sebanyak 200 unit PDAM TIRTANADI SUMATERA UTARA

Berdasarkan Perda Sumatera Utara No 11 tahun 1979, status perusahaan diubah menjadi PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara. Sejak tahun 1991 PDAM Tirtanadi ditunjuk sebagai operator sistem pengelolaan air limbah Kota Medan.

Dalam rangka pengembangan cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat Sumatera Utara, PDAM Tirtanadi melaksanakan kerjasama operasi dengan 9 (Sembilan) PDAM di beberapa Kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Simalungun, Kabupten Deli Serdang, kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Samosir. Pada Pebruari 2009, PDAM Tirtanadi Cabang Nias dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Nias, dengan pertimbangan bahwa pihak Pemkab Nias dan PDAM Tirta Umbu telah memiliki kemampuan di dalam pengelolaan PDAM di Gunung Sitoli.

Pada tanggal 10 September 2009, telah ditandatangani Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara No 10 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi yang menyatakan bahwa tujuan pokok PDAM Tirtanadi adalah untuk mengelola dan menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan dan untuk mengembangkan perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan daerah, serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan memberikan pelayanan pengumpulan dan penyaluran air limbah melalui sistem perpipaan dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wali Kota menghadiri Pembukaan Bazar Ramadhan Serentak di seluruh wilayah teritorial Indonesia, secara virtual
Wali Kota membawa seratusan anak yatim-piatu berbelanja di pusat perbelanjaan Ramayana
Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana
Kabar Gembira, Pemprovsu Beri THR Guru PPPK Paruh Waktu dan Guru Tidak Tetap
Pentingnya Pemetaan Pembangunan
Pj Sekdaprov Sumut Kukuhkan Pengurus Korpri Karo 2025–2030
komentar
beritaTerbaru