Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana
Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Sementara itu, Sekretaris PDAM Tirtanadi Sumut, Tauhid Ichyar yang dikonfirmasi SUMUT24, Rabu sore (15/12), terkait adanya tudingan dugaan suap untuk memperoleh jabatan sebagai Direktur Utama PDAM Sutedi Raharjo senilai Rp 3,5 Miliar, justru membantahnya.
“Tudingan itu tak benar sama sekali. Kemarin (Rabu,red) usai massa demo di Kantor PDAM Tirtanadi, kita sudah bertemu dengan perwakilan Sapma Laskar Merah Putih. Dan sudah kita tanggapi tuntutan dan tudingan massa. Kita sampaikan, kalau benar tundingan itu, silahkan buktikan,” jawab Tauhid Ichyar.
Tauhid juga menjelaskan, buktinya lagi, hingga saat ini (Kamis kemarin,red) belum ada petugas KPK yang datang ke PDAM Tirtandi Sumut untuk menyelidiki dugaan tersebut.
Masih dikatakan Tauhid Ichyar, adanya beberapa LSM yang ingin mendesak KPK untuk segera bertindak mengusut dugaan suap untuk memperoleh jabatan, “silahkan saja sepanjang ada bukti-bukti kongkritnya,” jawab Tauhid Ichyar.
Sementara itu, berita sebelumnya, massa Sapma Laskar Merah Putih, di depan kantor PDAM Tirtanadi, Jalan SM Raja Medan, Rabu (14/12). Massa menuding Sutedi Raharjo diduga telah membeli jabatan Direktur PDAM Tirtanadi Sumut dengan cara melakukan suap sebesar Rp3,5 miliar. Tudingan itu ditegaskan Pimpinan Aksi, Amsal Parulian saat berorasi, kemarin.
Kata Amsal Parulian, uang itu diperoleh Sutedi dari seorang pria keturunan China bernama David. Selanjutnya mengalir kepada seorang oknum yang saat ini duduk sebagai Dewan Pengawas di PDAM Tirtanadi, dan kemudian disetor kepada salah seorang oknum politisi di DPRD Sumut.
Selain mengungkap dugaan kebobrokan Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo dalam memperoleh jabatannya, aksi demo itu juga menyoroti kasus dugaan suap untuk mendapatkan jabatan direksi PDAM Tirtanadi Sumut.
Meski hingga saat ini belum ada tindak lanjut hasil pemeriksaan yang sebelumnya telah dilakukan oleh penyidik KPK. Namun, penyidik KPK telah memeriksa sejumlah saksi terkait dengan kasus suap untuk mendapat jabatan ini. Salah satu yang sudah diperiksa itu adalah, seorang Direksi bernama Arif Haryadian.
“Ini menjadi bukti nyata, adanya dugaan suap untuk mendapatkan jabatan Direksi di PDAM Tirtanadi,” tegas Amsal.
Dikatakan Amsal dalam orasinya, Arif Haryadian sudah diperiksa oleh penyidik KPK sebelumnya sebanyak 3 kali. Masing-masing di Polrestabes Medan, Kantor KPK di Jakarta dan Mako Brimob Poldasu.
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap Arif Haryadian yang menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi PDAM Tirtanadi Sumut ini, adalah untuk menguatkan adanya pengakuan Azhar, yang disebut-sebut adalah anak buah seorang politisi PKS dan sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumut periode 2004-2009 dan 2009-2014 lalu.
“Arif Haryadian, diduga telah melakukan suap sebesar Rp2 miliar untuk mendapatkan jabatannya. Uang itu diserahkan kepada Zulkarnain alias Zul Jenggot, melalui anak buahnya bernama Azhar. Uang itu diterima Zul Jenggot melalui Azhar, dimana Azhar sebelumnya menerima uang uang tersebut dari seorang wanita cantik, yang diduga sebagai donatur Arif Haryadian, agar dapat duduk di jajaran Direksi PDAM Tirtanadi Sumut,” tegas Amsal Parulian.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Zainal Arifin Sinambela sebagai Ketua Umum Sapma Laskar Merah Putih Sumatera Utara itu, Amsal Pulungan juga menyampaikan, bahwa KPK juga tengah menyidik dugaan suap jabatan terhadap tiga Direksi PDAM Tirtanad lainnya, yang diduga mendapat jabatan dengan cara haram.
Salah satunya adalah, Delfriandi Direktur Produksi yang diduga mendapatkan jabatan dengan uang suap sebesar Rp2 miliar melalui jabatan mantan Ketua DPRD Sumut periode 2004-2009, Saleh Bangun.
Selain itu, jabatan Direktur Umum yang dijabat oleh Ari Batangari,yang diduga memperoleh jabatan tersebut melalui Komisi C DPRD Sumut dengan uang suap sebesar Rp 2 miliar.
“Dari penyidikan yang dilakukan KPK, seluruh saksi telah diminta keterangannya termasuk politisi PKS Zulkarnain alias Zul Jenggot sebagai muara terakhir uang suap jabatan Direksi PDAM Tirtanandi Sumut untuk diserahkan ke mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho,” beber Amsal Parulian. (W03/R03)
Sumut Kembangkan Satu Data Tunggal Bencana
kota
Kabar Gembira, Pemprovsu Beri THR Guru PPPK Paruh Waktu dan Guru Tidak Tetap
kota
Pentingnya Pemetaan Pembangunan
kota
Pj Sekdaprov Sumut Kukuhkan Pengurus Korpri Karo 2025&ndash2030
kota
Dorong Event Internasional Berkelas Dunia untuk Dongkrak Pariwisata Sumut
kota
Warga Binjai Sambut Baik Program Internet Gratis
kota
Penyaluran Bantuan ZIS Rp2,93 Miliar,Wagub Sumut Zakat Jadi Kekuatan Sosial Luar Biasa
kota
Kendalikan Penangkapan Ikan PoraPora,Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut Aktif Awasi Perairan Danau Toba
kota
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
kota
Safari Ramadan di Deliserdang,Wagub Sumut Surya Ajak Generasi Muda Makmurkan Masjid
kota