KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
MEDAN I Sumut24.co Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi siap mendukung penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Salah satunya mendorong para OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengutamakan produk dalam negeri dan tidak melakukan impor.
Baca Juga:
Hal ini disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Pemerintah (PIP) Tahun 2022 secara virtual di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (14/6).
Turut mendampingi Gubernur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mhd Fitriyus, Kepala Biro Perekonomian Naslindo Sirait, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Mulyono, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Ismael Parenus Sinaga.
Edy Rahmayadi juga meyakini jika mengoptimalkan pemakaian PDN akan memberi nilai tambah bagi negara, bangkitnya sektor ekonomi, meningkatkan lapangan pekerjaan, hingga memicu investasi.
Sementara Presiden Jokowi, dalam arahnnya menekankan belanja pemerintah pusat maupun daerah harus mengutamakan pembelian PDN, karena akan memberikan nilai tambah bagi negara dan memperluas lapangan kerja
“Kalau ada pabrik kecil yang biasa melayani kapasitas 100 karena ada pesanan dari Pemda, pesanan dari Pemerintah Pusat 100 ribu, mau tidak mau dia akan memperluas ekspansi pabriknya, industrinya, pasti akan ada penambahan tenaga kerja dan investasi, tidak usah cari investor,” katanya.
Karenanya Jokowi, meminta belanja pemerintah baik pusat dan daerah itu harus memiliki tiga hal penting. Pertama menciptakan nilai tambah, jangan hanya belanja, tetapi harus memberikan nilai tambah pada Negara. Kedua, mampu membangkitkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan ketiga efisien.
“Jangan sampai kita ini memiliki APBN Rp2.714 triliun, memiliki APBD Rp1.197 triliun belinya produk impor, bukan produk dalam negeri. Sedih, ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak, baik PPn, PPh Badan, PPh Perorangan, PPh Karyawan, dari pihak ekspor, dari PNBP, dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah, kemudian belanjanya belanja produk impor,†jelasnya.
Karenanya, Jokowi meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) mengawal kedisplinan instansi pemerintah, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam memenuhi target belanja produk dalam negeri.
Rakornas ini juga diikuti oleh Pimpinan Lembaga Negara, Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia.red2
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota
Pertandingan Persahabatan PTM Eksekutif Sumut dan Pasukan Pimpong Putrajaya Malaysia Pererat Silaturahmi
Sport
Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara
kota
Bupati Tapsel Gus Irawan Ajak BKMT Perkuat Nilai Agama, Bentengi Keluarga dari Tantangan Zaman
kota
Hari Jadi Polwan ke78, Polres Padangsidimpuan Gelar GASPOL Perempuan dan Sambangi Panti Jompo
kota