Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut*
Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
kota
MEDAN | SUMUT24 Sumut merupakan provinsi yang mendapat catatan tersendiri. Tidak saja sebagai provinsi terbanyak yang menyelenggarakan pilkada (23 provinsi-red). Sumut juga menjadi satu-satunya daerah yang mengalami penundaan.
Baca Juga:
Hal itu disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi saat menyambut kehadiran Ketua dan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi seluruh Indonesia di rumah dinas Gubsu Jalan Sudirman No 41 Medan, Rabu (23/11) malam.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua KPU RI Juri Ardiantoro, Ketua Bawaslu Sumut dan Ketua serta Sekretaris KPU Provinsi seluruh Indoneasia. Kehadiran mereka dalam rangka Pelaksanaan Rapat Pimpinan KPU yang akan digelar selama tiga hari.
Gubsu Erry Nuradi dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pilkada serentak lalu, dari sekitar 218 pilkada di Indonesia, yang tertunda paling lama cuma di Sumut yaitu Kota Pematang Siantar yang baru saja digelar pada minggu lalu.
Pada Pillkada tahap ke dua tahun 2017 nanti, di Sumut hanya ada dua daerah yang melaksanakan Pilkada, yaitu Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Di Kota Tebing Tinggi ternyata hanya memiliki satu pasang calon.
Untuk pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, maka ada sisa 8 dan satu provinsi lagi di Sumut yang akan menggelar Pilkada. Delapan kab/kota itu yakni Deli Serdang, Langkat, Batubara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, Dairi dan Kota Padang Sidimpuan, plus pemilihan gubernur.
Dalam acara jamuan makan malam tersebut, Gubsu Erry menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Pilkada serentak berikutnya berjalan aman dan lancar, termasuk pelaksanaan pemilu legislatif dan pilpres pada 2019 berlangsung lancar dan aman.
“Kehadiran KPU RI dan KPU seluruh Provinsi yang melaksanakan rapat pimpinan di Sumut adalah sesuatu yang membanggakan. Mudah-mudahan ini berkah untuk Sumut,” kata Erry.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Erry menyampaikan penyelenggaraan pemilu di Indonesia sebenarnya tidak kalah kualitas dengan pelaksanaan pemilu di negara maju seperti Amerika Serikat.
“Amerika Serikat, negara yang maju dan sudah berumur jauh lebih tua dibanding Indonesia, beberapa waktu lalu melaksanakan pemilu lewat e voting. Kita masih manual, tapi ternyata Amerika Serikat belajar dari Indonesia, bagaimana melaksanakan pemilu dengan proses manual,” kata Erry.
Hanya saja, dia menilai yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan pemilu adalah penerapan E-recap. Hal itu menurutnya perlu agar masyarakat segera mengetahui dengan cepat hasil pemilu.
Ketua KPU RI Juri Ardiantoro mengatakan selama tiga hari pelaksanaan Rapim, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan membahas berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pilkada.(W03)
Bank Sumut Serahkan CSR Rp 4,46 Miliar Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
kota
Pelantikan Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026&ndash2028, Irfandi Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Penegak Hukum
kota
RPK Langkat Resah, Bermohon Kebijakan Terbaik dari Pimpinan Bulog Medan
kota
Di Antara Zikir dan IUP Perebutan Ruang Hidup di Beutong Ateuh
kota
Mitigasi Trauma Sosial Eks Santri Ndolo KusumoSediakan Posko Aduan dan Pendampingan Psikologis
kota
Kanwil DJKN Sumut dan Kejati Sumut Jalin Kerja Sama Percepatan Pemulihan Aset Negara
kota
Kejaksaan Setorkan Rp10,2 Triliun dan 2,3 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
kota
Garuda Indonesia Medan Audiensi dan Silaturahmi dengan Kajati Sumut
kota
Hak Jawab Agincourt Resources Tegaskan Pengelolaan Lingkungan dan KonservasiKeanekaragaman Hayati Dilaksanakan secara Bertanggung Jawab
kota
Hak Jawab PTAR Tegaskan Pengelolaan Lahan Ramba Joring Dilakukan SesuaiKetentuan Hukum
kota