Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
Medan I Sumut24.co Dalam pengalaman Sumut komunitas Jawa belum terkonsolidasi untuk urusan politik. Pertama, mereka tidak cukup berhasil menyatukan karena memang secara sosial, ekonomi dan juga kultur mereka cukup majemuk. Bukan cuma soal Jawa santri dan abangan, tetapi afiliasi politik dan kultural mereka juga cukup beragam, ucap Pengamat Sospol UMSU Shohibul Anshor Siregar ketika diminta tanggapannya soal Pilgubsu 2024 kepada Sumut24, Minggu (8/5).
Baca Juga:
Menurut Dosen Fisipol itu lagi, Kedua, beberqpa di antara figur merek pernah beroleh kesempatan diposisikan sebagai wakil pada pilkada. Sebagian berhasil seperti Budiono di Langkat semasa kepemimpinan pertama Ngogesa Sitepu.
Tritamtomo adalah tokoh militer dari Jawa yang pernah bertugas sebagai Pangdam I BB, maju ke Pilgubsu tetapi kalah oleh Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho. Waktu itu Suherdi mendampingi Robert Edison Siahaan (RE Siahaan) mantan Walikota Siantar. Kedua pasangan bercampur Jawa ini kalah. oleh pasangan bercampur Jawa lainnya, Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho.
Ditambahkan Direktur N Basis itu, seperti Gatot Pujonugroho dalam kedudukan sebagai incumbent memenangi Pilgubsu pasca Sampurno. ini satu-satunya catatan paling sukses orang Jawa dalam rivalitas politik di Sumatera Utara, dan ia menggandeng tokoh Melayu yang kemudian mengganti kedudukannya sebagai gubernur Sumut. Djumiran Abdi mendampingi Efendi Muara Simbolon dalam pilgubsu, tetapi kalah, sama halnya dengan Gus Irawan Pasaribu yang menggandeng Soekirman dan kalah.
Soekirman waktu itu serba untung besar. Jawa yang satu ini menjadi Bupati setelah Bupatinya HT Erry Nuradi menang bersama pasangan Jawa Gatot Pujonugroho. Jika menang, tentu saja lebih bergengsi sebagai Wakil gubernur dibanding wakil Bupati.
Ketiga, selama orang Jawa tidak menseriusi konsolidasi, mereka akan tetap hadir dalam politik tetapi sulit leading. Konsolidasi yang diperlukan ialah memberi keleluasaan bagi setiap kelompok untuk berdedikasi dalam organisasi kelompoknya, namun sanggup membedakan kepentingan besar, menengah dan kecil. Kemudian, konsolidasi yang amat diperlukan ialah sahutan atas nsib warga terutama yang berada di sekitar perkebunan atau kawasan eks HGU. Mereka tak tersahuti. Orang tua mereka berjasa sejak kolonial mengembangkan industri perkebunan yang menjadi primadona termasyhur termasuk di tataran internasional. Tetapi kemudian negara hadir memberi printah yang tak mengindahkan mereka.
Wagirin Arman adalah salah satu tokoh kut politik Jawa, pernah berhasil menjadi Ketua DPRD Sumut. Namun politisi berbasis di Deliserdang ini belum memiliki kader pengganti yang benar-benar dapat membaca permasalahan dan memimpin gerakan kemajuah masyarakat Jawa ke depan melebihi aspirasi-aspirasi kekelompokan yang ada.
Dan Ketiga,tidak dapat dipandang enteng proses literasi dan kemajuan sosial ekonomi komunitas Jawa di Sumatera Utara termasuk di wilayah-wilayah transmigrasi. Semua itu menunggu sintuhan dari tokoh mereka meski oun pola dan manajemen pemerintaahn saat ini mampu mengintervensi setiap orang secara inklusif sehingga tak selalu menganggap kesukujawaan sebagai satu-satunya posisi tawar politik yang cukup penting, pungkas Shohibul.w03
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
News
Medan sumut24.co Kasus dugaan Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga ilegal ke Malaysia yang dilakukan oleh seorang oknum Agen pen
Hukum
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
News
Thailand sumut24.co Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermab
News
Nias Selatan sumut24.co Program Bakti TNI untuk Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus menghadirkan manfaat bagi masyaraka
News
Labuhanbatu sumut24.co Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan berbasis satelit NASANOAA20 di Dusun Wonorejo 33, Des
News
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota