Rabu, 13 Mei 2026

Sudah Bayar Rp 20 Juta, Pasien RS Materna Tetap Terlantar

Administrator - Senin, 24 Oktober 2016 01:59 WIB
Sudah Bayar Rp 20 Juta,  Pasien RS Materna Tetap Terlantar

Medan | SUMUT24

Baca Juga:

Meski sudah membayar uang sebesar Rp20 juta untuk biaya operasi kaki akibat lakalantas, keluarga pasien masih tetap ditelantarkan pihak Rumah Sakit (RS) Materna Medan di Jalan Teuku Umar No.11 Medan.

Keluhan sekaligus kekecewaan ini disampaikan M Nurdin Lubis, suami dari korban, Kardaniah (36) kepada SUMUT24 di RS Materna Medan, Minggu (22/10) siang.

Menurut M Nurdin Lubis yang juga Kepala Lingkungan (Kepling) III Kelurahan Darat, pada Jumat siang (21/10) naas menimpa istrinya, Kardaniah yang sering dipanggil Niah, mengalami kecelakaan sekitar depan SMAN 1 Medan Cik Di Tiro.

Saat itu, pemilik secara tiba-tiba membuka pintu mobilnya, untuk keluar dari dalam mobil, hingga Niah yang saat ini mengemudikan motor Honda Vario-nya terkejut tak sempat mengerem dan tejadi kecelakaan. Pada kaki kanannya terkena ujung pintu bawah mobil dan terkoyak lebar. Oleh pemilik mobil korban langsung dibawa ke RS Materna Medan untuk ditangani medis.

“Sejak pukul 14.00 WIB, Niah masuk ke RS Materna Medan untuk ditangani secara medis di kamar 3150 lantai III. Tapi pihak rumah sakit Materna Medan mengaku doker bedah (operasi) belum datang dan pasien harus menunggu.

Dari Jumat (21/10) pukul 14.00 WIB dimasukkan ke ruangan, hingga Sabtu dinihari (22/10) pukul 00.00 WIB, baru dilakukan operasi.

“Itupun oleh manajemen RS Materna Medan, saya wajib bayar uang operasi duluan (didepan) Rp 20 juta. Kalau tidak dibayar, mungkin istri saya dibiarkan sekarat. Barulah pukul 22.00 WIB, saya bayar Rp 20 juta ke bagian administrasi (ada bukti kwitansinya) dan dua jam kemudian atau pukul 00.00 WIB, mulailah istri saya dioperasi oleh dr Defri,” ujar Murdin Lubis kecewa.

Artinya, ujar M Nurdin Lubis, “kalau malam itu saya tidak setor uang Rp20 juta, istri saya dibiarkan saja tanpa ada upaya operasi dari RS Materna Medan,” ujar Nurdin kecewa.

Kekecewaan ayah empat anak ini semakin memuncak pada Minggu (23/10) siang. pasalnya, sejak Niah kakinya dioperasi, sudah lebih 36 jam (satu setengah hari lamanya), tapi belum juga ada dokter yang memeriksa kondisi kaki Niah pasca operasi.

Saat ditanya kepada perawat jaga kenapa tak juga ditangani medis dan kok dokter yang menangani belum juga datang, oleh beberapa perawat jaga mengaku dr Defri keluar kota dan digantikan ke dr Dian.

Tapi dr Dian tak muncul juga untuk memeriksa kondisi pasien yang sudah lebih 36 jam lamanya ditelantarkan. Bahkan menurut Nurdin Lubis, ganti perban dan obat-obatan juga tidak diberikan ke pasien oleh manajemen RS Materna Medan.

Saat SUMUT24 mengkonfirmasi ke perawat jaga kenapa pasien pasca operasi belum juga ditangani medis, beberapa orang perawat beralasan kalau dr Dian sudah berkali-kali ponselnya dihubungi, tapi tak aktif juga. Bahkan beberapa beberapa perawat jaga mengaku kalau mereka sudah bekerja maksimal mengurus pasien Kardaniah sebelum dan pasca operasi.

“Tolong jangan diberitakan di koran pak, kami akan upayakan menghubungi dokter bedah yakni dr Dian, dr Defri dan dr Irfan. Karena ketiga dokter ini yang sebelumnya menangani pasien atas nama Kardaniah. Tapi jangan diberitakan ya pak. Bukannya kami sebagai perawat dan pihak RS Materna Medan sengaja menelantarkan pasien, kami sudah berusaha maksimal, tapi dokter tidak masuk, apalagi ini hari libur (Minggu,red),” ujar perawat sambil terus terlihat berusaha menghubungi ponsel ketiga doter bedah di RS Materna itu dan pihak manajemen rumah sakit.

Berselang 15 menit kemudian, beberapa orang perawat ditemani seorang dokter jaga bernama dr Michael langsung masuk ke ruangan 3150 dan menangani Niah, pasien pasca operasi.

Usai diperiksa kondisi kaki Niah dan bekas operasi, dr Michael mengatakan, “Bu bekas operasinya bagus dan bersih,” ujarnya ke pasien. Hal yang sama juga dikatakan beberapa perawat ke pasien, kalau bekas operasi kakinya bagus alias tak bermasalah.

Sementara itu, Nurdin Lubis kepada SUMUT24 sangat kecewa dan menyesalkan pelayanan medis yang dilakukan RS Materna Medan.

“Saya yang sudah bayar Rp 20 juta didepan saja tak dilayani serius. Setelah saya kabarkan ke wartawan yang juga adik saya, barulah RS Materna sibuk mengurus dan melayani luka-luka istri saya. Kalaulah yang datang berobat dan mau dioperasi ke RS Materna ini, dan pasien itu tak punya uang, lantas dibiarkan saja dan tak ditangani medis,” tegas Nurdin kecewa.

Semetara itum Bagian Humas RS Materna Medan bernama Buni yang ingin ditemui SUMUT24 untuk dikonfirmasi, tapi tidak berada di lokasi dan ruangannya kosong.

Saat diminta nomor ponselnya, perawat di lantai III tidak bilang punya dan tidak tahu serta mengarahkan wartawan ke Bagian Informasi di Laitai I.

Saat ditemui Bagian Informasi RS Materna Medan di lantai I, seorang penjaga di meja informasi, mengatakan tak punya nomor Humas Buni. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak
komentar
beritaTerbaru