Sabtu, 22 Agustus 2026

Perlawanan Ukraina Tewaskan 3.500 Tentara Vladimir Putin, Komandan Rusia Disebut Frustrasi

Administrator - Minggu, 27 Februari 2022 12:22 WIB
Perlawanan Ukraina Tewaskan 3.500 Tentara Vladimir Putin, Komandan Rusia Disebut Frustrasi

Ukraina – Serangan demi serangan terus dilancarkan Rusia dalam invasi terhadap Ukraina sejak Kamis, 24 Februari 2022. Namun, Ukraina nampaknya menolak untuk menyerah terhadap serangan tanpa ampun dari pasukan Vladimir Putin itu.

Baca Juga:

Sementara itu, sejumlah ahli mulai menganalisis serangan-serangan yang dibuat oleh Rusia. Tak sedikit yang beranggapan bahwa Rusia telah meremehkan kekuatan Ukraina dalam melawan gempuran rudal yang diluncurkan pasukan Vladimir Putin ke Kyiv dan kota-kota lain.

Pasukan Ukraina berupaya sekeras tenaga untuk mempertahankan Kyiv dan mencegah Rusia mengambil alih Ibu Kota mereka.Tak berjuang sendirian, Ukraina mendapatkan bantuan dari sejumlah negara Barat dalam menghentikan serangan Rusia. Salah satunya adalah Inggris yang memperkuat jumlah NATO di kawasan yang diserang, yang mana 1.000 tentara akan tiba di Estonia minggu ini, sehingga total pasukan akan menjadi 2.000.

Menteri Pertahanan Ben Wallace mengatakan bahwa pengerahan yang dilakukan oleh Inggris adalah upaya untuk mencegah agresi yang dilakukan Rusia. Sementara itu, Jerman menyetujui pengiriman 400 granat berpeluncur roket, 1.000 senjata anti-tank, dan 500 rudal permukaan-ke-udara Stinger dan Ukraina. “Pengerahan ini merupakan pencegah yang kredibel untuk menghentikan agresi Rusia yang mengancam kedaulatan teritorial negara-negara anggota,” ujar Ben Wallace, dikutip sumut24.co dari Pikiranrakyat-Depok.com dari Mirror.

Kementerian Pertahanan Kyiv berhasil menghancurkan setidaknya sekitar 80 tank, 516 kendaraan lapis baja, 10 pesawat terbang, dan 7 helikopter. Disampaikan penasihat Oleksiy Arestovych, sebanyak 3.500 tentara Rusia tewas atau terluka dalam ketegangan yang terjadi dengan Ukraina. Melihat perlawanan Ukraina yang berhasil menewaskan dan melukai 3.500 tentaranya, komandan Rusia dikabarkan frustrasi dengan pergerakan pasukan yang lambat.

Bahkan, komandan Rusia juga dikatakan mengeluh karena mereka kehabisan bahan bakar. Tank dan kendaraan militer Rusia nampak terdampar di daerah terpencil, sementara penduduk setempat mengejek pasukan Rusia.rel/pr

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut Tetapkan Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir Sebagai Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
komentar
beritaTerbaru