Jumat, 13 Maret 2026

Udara Panas, Kaki Calhaj Melepuh

Administrator - Kamis, 25 Agustus 2016 05:47 WIB
Udara Panas, Kaki Calhaj Melepuh

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Jamaah calon haji (calhaj) Embarkasi Medan yang telah sampai ke tanah suci Makkah, banyak yang mengeluhkan kakinya melepuh lantaran panas.

Wakil Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Aulianto menuturkan, laporan terkait melepuhnya kaki calhaj datang dari hampir setiap kloter yang sudah berangkat.

Kondisi ini, jelas dia, terjadi lantaran suhu udara yang cukup panas, mencapai 42 derajat celcius. Akibat kaki yang melepuh, ada beberapa calhaj yang sampai harus dirujuk ke rumah sakit.

“Karena itu, kita diminta lakukan promosi kesehatan kepada setiap calhaj yang akan berangkat dari sini (Embarkasi Medan),” ujarnya di Asrama Haji Embarkasi Medan, Rabu (24/8).

Kepada jamaah calhaj yang akan berangkat, diminta untuk mempersiapkan alas kaki serta payung dan penutup tubuh lain, agar bisa meminimalkan paparan panas matahari.

Sementara itu, dari 5.058 jamaah calhaj yang masuk asrama haji Embarkasi Medan, sudah 18 orang yang dirujuk ke RS Haji Medan, 14 rawat inap dan 4 orang melakukan konsultasi di poliklinik.

Lalu, dari Kloter 13 Embarkasi Medan yang masuk Asrama Haji, Rabu (23/8) jam 08.00 Wib, ada tiga jamaah yang harus dirujuk ke RS Haji Medan karena sakit. Yakni Ahmad Sujari, manifes 126 karena anemia gravis, Muhammad Muid, manifes 225, karena anemia, dan Anwar Pohan, manifes 77 lantaran lemah jantung.

“Sementara, Nurhayati Amat Imam, asal Medan, yang tertunda keberangkatan bersama Kloter 12 karena sakit, sudah bisa diberangkatkan bersama Kloter 13,” jelas Aulianto.

Kepada Nurhayati, imbuh dia, telah dilakukan transfusi darah dan sudah berangsur baik. Dan rencananya malam ini akan pulang ke Asrama Haji Embarkasi Medan, sehingga diusahakan bisa berangkat bersama kloter 13, Kamis (25/8) jam 01.45 Wib, dini hari. Dijelaskan Aulianto, dari 4.668 jamaah calhaj yang telah berangkat ke tanah suci, mulai dari kloter 1 hingga kloter 12, ada sekitar 65% merupakan jamaah risiko tinggi (risti). Kondisi ini, tuturnya, tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. “Penyakit yang mendominasi juga sama, penyakit-penyakit kronis seperti hypertensi, diabetes mellitus dan jantung,” terangnya.

Menanggapi keluhan jamaah calhaj Kloter 12 yang komplain tentang makanan yang tidak didapatkan dari katering Asrama Haji Medan, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Bahrum Saleh mengungkapkan kemarin, Selasa (23/8), PPIH sudah memanggil katering makanan haji, CV Cahaya Mata dan mereka mengungkapkan sudah menyediakan makanan sesuai dengan perjanjian. “Sudah dikonfirmasi, tidak ada katanya,” ucapnya singkat. (R05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Buka Puasa Bersama KAHMI Sumut, Rico Waas Tegaskan Keterbukaan untuk Pembangunan Medan
Bupati Kabupaten Solok Kunjungi Mushola Al Furqon Saniang Baka
Bupati Solok Serahkan Bantuan Sembako dan Bedah Rumah dari Baznas kepada Warga Saniang Baka
Waketum Kadin: Kapolri Peduli Aktivis dan Bangun Sinergi dengan Mahasiswa
Kadin Gelar FGD Ship to Ship Transfer, Dorong Regulasi Bongkar Muat yang Dukung Iklim Investasi
Kapolda Sumut Buka Puasa Bersama Insan Pers, Ketua JMSI Sumut Apresiasi Kebersamaan
komentar
beritaTerbaru