Kemnaker Uji 2.100 Calon Ahli K3 Umum Batch 2 untuk Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Pasca adanya beberapa aksi bentrok diduga akibat perseteruan antar umat beragama yang terjadi dibeberapa kota besar di Sumatera Utara, Kapolresta Medan Kombes Pol, Mardiaz Kusin Dwihananto berharap dan meminta kepada para umat tidak mudah terprvokasi.
Demikian dikatakan, Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Minggu (7/8) saat berkunjung di Vihara Setia Budi terkait perseteruan antara pihak Vihara dan uniland Plaza.
“Para umat jangan mudan terpancing dan terprovokasi isu yang menyesatkan. Apa lagi, beberapa peristiwa aksi bentrok terjadi di Kota-kota besar di Sumut jelas akan berdampak terhadap kerukunan umat. Seperti yang terjadi Minggu, (7/8) pagi, ini jelas murni antara pihak Vihara dan Uniland Plaza. Jadi bukan ada kaitan dengan umat,” kata Kapolresta Medan, Kombes Pol, Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Intelkam Polresta Medan, Kompol Harry Azhar dan Kapolsek Medan Timur, Kompol BL Malau.
Dalam perseteruan antara pihak vihara dan uniland plaza agar duduk bersama melakukan musyawarah. “Karena ini masalah sosial keagamaan, pihak berwenang sudah menanganinnya,” sebut Mardiaz.
Guna diketahui, permasalahan terjadi lantaran akses masuk kedalam vihara diutup oleh, Mikael yang merupakan adik kandung pemilik gedung Uniland Plaza. Lantaran, areal parkir yang digunakan jemaat vihara adalah lahan milik gedung.
Akibatnya, rasa keberatan ditunjukan jemaat vihara setia budi. Setelah dilakukan negosiasi secara musyawarah dengan melakukan mediasi, kembali normal, dan aktifitas vihara dan Uniland Plaza kembali normal.
“Polisi Tetap Fokus Basmi Begal”
Masi dilokasi, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, saat ditanya pihaknya kesulitan mebasmi para begal, menyangkal.
Menurut Mardiaz, kepolisian tetap melakukan tufoksinya, namun peran serta semua pihak, pemerintah dan masyarakat memang perlu di ikut sertakan.
Begitu juga, saat disinggung pasca terjadinya kasus perampokan mobil yang melibatkan oknum TNI dikawasan Lapangan Merdeka Medan, lantaran minimnya sinerginya Kodim dan Polresta Medan, Mardiaz juga membantah.
“Pastinya, pemberantasan begal bukan hanya tanggungjawab Polisi. Hal ini perlu peran serta semua pihak. Yakni, pemerintah dan masyarakat dalam memberikan informasi. Sehingga, mempersempit ruang gerak para pelaku begal. Polisi sudah membentuk tim anti begal dan tim pemburu pereman. Terbukti, beberapa pelaku begal berhasil diringkus polisi berkat laporan korban dan masyarakat,” sebut Madiaz.
Mardiaz menambahkan, adanya oknum TNI terlibat kasus pencurian mobil, bukan minim sinerginya Polresta Medan dan Kodim. Melainkan, tersangka (pelaku) memang melakukan tindak kejahatan dikarenakan, adanya kesempatan, pungkas Mardiaz.(W02)
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggelar Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti 2.100 pese
News
Wabup Madina Atika Azmi Sidak Lokasi Bencana, Rehabilitasi 17 Hektare Lahan Dikebut Tuntas Mei Ini
kota
Akhirnya Terwujud! Gerak Cepat Bupati Saipullah Nasution, Lion Air Bakal Buka Rute Penerbangan ke Mandailing Natal
kota
Sentuhan Kehangatan Kapolres Samosir di SDN 22 Sigaol Marbun
kota
Polda Sumut Sita 9 Aset Mantan Pejabat BNI Aek Nabara
kota
Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak
kota
sumut24.co MedanHarapan baru kini menyelimuti keluarga Salwa Malika Putri, bayi mungil yang sebelumnya berjuang dengan kondisi Palatoschis
kota
sumut24.co MedanPengurusan KTP Beres di Kecamatan, Gebrakan Rico Waas Dekatkan Pelayanan Adminduk ke Warga Medan LabuhanWarga Medan Labu
kota
sumut24.co MedanKomitmen Pemko Medan dalam memperkuat ketahanan keluarga terus ditunjukkan melalui berbagai program strategis. Salah satun
kota
sumut24.co MedanPersatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) Kota Medan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Medan melalui kunjungan silatur
kota