Film Liam Dan Laila, Angkat Adat Minangkabau, Kodrat Shah: Kita Apresiasi Kental Nilai Budaya

322

MEDAN, SUMUT24.Co

Dirilis secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 4 Oktober 2018 kemarin, Liam Dan laila sebuah film yang disutradai oleh Arif M, mengantarkan sebuah kisah seorang pemuda dari Perancis yang sedang mencari kebenaran yang hakiki, hingga akhirnya sampai di Minangkabau Sumatera Barat, dan bertemu dengan sosok perempuan Minangkabau, yang sangat adaktif dan berpendidikan, namun tetap menjaga nilai-nilai tradisi adatnya.

Cerita tersebut merupakan sedikit cuplikan dari film Liam dan Laila, yang diputar di Focal Point Ringroad Medan, Selasa(16/10).

“Film ini bercerita tentang seorang perempuan Minang yang sudah berusia 31 tahun, tetapi masih tetap sendiri, yang kita tahu, bagi masyarakat Minangkabau usia perempuan tersebut sudah sangat mengkritiskan. Kemudian, pihak keluarga si wanita tadi mulai cemas, tetapi tiba-tiba perempuan Minangkabau tadi memperkenalkan seorang teman baru dari Perancis yang sama sekali tidak di kenal kepada keluarganya. Tentunya, dalam film ini akan terlihat banyaknya perbedaan-perbedaan,” terang Arif M, Sutrada dan juga penulis skenario film Liam dan Laila, kepada SUMUT24.Co , Selasa(16/10).

Arif berharap, penonton dapat merasakan apa yang disajikan dalam film ini,” Kami berikan karya ini, untuk bangsa dan untuk Indonesia, dengan perspektif Minangkabau. Ini adalah sebuah film Indonesia, dengan kacamata kecil dari Minangkabau,”katanya.

Arif juga menyampaikan, bahwa film ini akan tayang di bioskop bioskop di Indonesia, dan kedatanganya ke Kota Medan saat itu bersama dengan timnya merupakan salah satu special show, selain beberapa kota lainya.

“Kedatangan kami ini juga sebagai apresiasi terhadap masyarakat Minang, yang mengadakan nonton bersama. Selain Kota Medan,kami juga sudah ke Pakanbaru, kemudian minggu depan ke Surabaya dan Jakarta, dan mungkin akan menyusul ke kota kota lainy,”terangnya..

Terpisah, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara H Kodrat Shah yang juga turut menyaksikan pemutaran fil Liam dan Laila saat itu, memberikan apresiasi atas karya yang dipersembahkan oleh anak bangsa yang telah berani untuk berkarya menyajikan betapa pentingnya adat istiadat yang masih erat dalam keaneka ragaman suku yang ada di Indonesia.

“ Hal ini patut diapresiasi, adat istiadat tetap teguh, meski kita berada di era milenial,”katanya.

H Kodrat Shah, yang pada kesempatan itu didampingi H Indra Utama,Drs H Putra Al Khairi, Dasril Piliang, dan Rianto Ahgly juga menyampaikan harapanya, agar film yang mengangkat kekentalan adat istiadat seperti film Liam dan laila ini, dapat terus digali.(red)

Loading...