Rabu, 22 Juli 2026

Permintaan Tinggi, Pedagang Kolang Kaling Panen Rezeki di Bulan Ramadhan

Administrator - Rabu, 15 Juni 2016 09:58 WIB
Permintaan Tinggi,  Pedagang Kolang Kaling Panen Rezeki di Bulan Ramadhan

TAPSEL | SUMUT 24 Jika memasuki bulan puasa, kolang kaling merupakan sajian berbuka yang banyak ditemui di setiap pasar. Tak heran, jika bulan Ramadhan tiba para pedagang kolang kaling pun panen rezeki. Seperti dilontarkan salah seorang penampung kolang kaling asal Hutapadang Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan, Asmin Panggabean kepada SUMUT 24, Selasa (14/6) siang. Dikatakannya, bulan puasa menjadi bulan penuh rezeki olehnya. Pasalnya, permintaan kolang kaling dari berbagai kota di Indonesia bagian barat mulai berdatangan kepadanya. “Banyak kali sekarang permintaan kolang kaling yang datang ke kita,” ucap lelaki yang sudah 30 tahun lebih menekuni usaha kolang kaling tersebut. Lebih lanjut, bebernya, akibat permintaan yang meningkat tersebut pihaknya mengaku sempat mengalami kewalahan. “Bayangkan saja, dari tanggal 26 Mei kemarin hingga Senin (13/6) semalam, kita sudah membuang 150 ton ke Jakarta,” ujarnya. Dikatakannya, dari setiap pembuangan yang dilakukannya, dirinya meraup keuntungan hingga mencapai Rp1.800 per kilogramnya. Pasalnya, dirinya mengambil dari petani dengan harga Rp6.000. “Kita ambil dari petani, 6 ribu rupiah per kilogramnya. Sedangkan kita membuangnya 8 ribu 3 ratus rupiah per kilogramnya. Untuk biaya transportasi, kita keluarkan 500 rupiah per kilonya. Makanya, kita mendapat untung 1.800 per kilonya,” ucapnya. Dikatakannya, untuk memenuhi pesanan para agen yang berada di luar kota dirinya mengambil kolang kaling dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan. “Ada 4 kecamatan tempat pengambilan kita. Yakni, Sipirok, Arse, Saipar Dolok Hole, dan Aek Bilah,” pungkasnya. Kemudian, Asmin mengatakan, saat ini bisnis kolang kaling bukan lagi menjadi bisnis musiman. Pasalnya, saat ini permintaan kolang kaling juga telah banyak pada bulan-bulan biasa. “Sudah bukan bisnis musiman lagi sekarang. Soalnya, di bulan puasa saja sudah banyak permintaan. Hanya saja, satu bulan kita hanya membuang 20 ton. Tapi, di bulan puasa lebih banyak permintaannya. Karna ini kan menjadi menu berbuka,” pungkasnya. (Indra)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung
Ketua JMSI Sumut Rianto SH MH Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Ir. H. Muhammad Irwan Ritonga, M.Si
Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Rapat Asistensi dan Monitoring Penyesuaian APBD Pemanfaatan Tambahan Dana Transfer ke Daerah TA 2026 di Hadiri Bupati Solok
Pengabdian Kepada Masyarakat, Lapas Narkotika Langkat Memperbaiki Fasilitas Umum dari Dukungan Inkopasindo
Kelangkaan BBM Sumut Diduga Hasil Permainan Internal, LBH Betul Betul Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Fraud dan Copot Pimpinan Pertamina-BPH Migas
komentar
beritaTerbaru