Jumat, 01 Mei 2026

Teddy Prasetya: Emas Diprediksi Jadi Produk Derivatif Primadona

Administrator - Selasa, 29 Januari 2019 04:03 WIB
Teddy Prasetya: Emas Diprediksi Jadi Produk Derivatif Primadona

Jakarta I SUMUT24.CO

Baca Juga:

Emas diprediksi akan menjadi produk derivatif primadona tahun 2019. Hal ini berkaitan dengan sifatnya yang safe heaven dan nilainya yang cukup stabil. Investasi emas di tahun Babi Kayu pada 2019 ini masih akan menarik sebagai komoditas investasi.Mengingat emas memiliki sifat yang Liquid. Hal itu dikatakan Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Teddy Prasetya dalam acara Investment Outlook Kemilau Harga Emas di Tahun Babi 2019 yang digelar PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) di Hotel Rizt Carlton Jakarta, Sabtu malam, (25/1/2019).

“Sifat liquid ini menjadikan emas lebih fleksibel dibanding properti maupun komoditas lainnya, seperti tambang atau perkebunan. Baik secara riil dengan belanja Emas, maupun investasi di atas kertas seperti perdagangan berjangka,” kata Teddy Prasetya.

Dia mengungkapkan, harapan dan peluang masih terbuka luas untuk pertumbuhan Pasar Perdagangan Berjangka komoditi (PBK) tahun ini, meski akan digelar pesta demokrasi pada April mendatang. “Potensi terjadinya dinamika pada harga harga komoditas itu pasti, namun pasar akan tetap stabil. Karena, beberapa permintaan komoditas seperti kopi dan emas diprediksi masih tetap akan tinggi,” kata Teddy.

Sementara untuk produk investasi system perdagangan alternative (SPA), seiring membaiknya tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia untuk tahun 2019, maka kemampuan berinvestasi nasabahpun diprediksi mengalami peningkatan.

“Yang jelas fokus strategi kami tetap sama dengan sebelumnya, yakni mengedukasi masyarakat seluas-luasnya agar semakin banyak yang memahami dan menyakini pilihan berinvestasi di PBK dan berinovasi merancang aneka produk investasi yang memenuhi kebutuhan nasabah dan pasar,” kata Teddy lagi.

Direktur Utama PT RFB, Ovide Decroli mengungkapkan, emas termasuk salah satu produk yang diminati untuk transaksi bilateral. Porsinya mencapai 95%. Pada tahun 2019, emas masih akan menjadi andalan perseroan untuk meningkatkan volume transaksi bilateral maupun multibilateral.

Lebih lanjut Ovide Decroli, total target volume transaksi tahun 2019 RFB diharapkan dapat menembus angka 1,5 juta lot yang terdiri dari 1,1 juta lot untuk volume transaksi bilateral, dan 400 ribu lot untuk volume transaksi multilateral.

“Realisasi angka tersebut akan didukung dengan pengembangan infrastruktur dan ekspansi sumber daya manusia dengan penambahan jumlah dan skill marketing di setiap cabang,” kata Ovide lagi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, dengan adanya ketidakpastian global, orang akan cenderung mengamankan hartanya dengan membeli emas.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi mengatakan, emas akan menjadi primadona apabila pertumbuhan Amerika Serikat melambat di tahun depan. “Satu investasi di pasar komoditi akan menjadi primadona adalah emas karwna sifatnya likuid sehingga akan meramaikan bursa pasar komoditi. Di samping itu dengan USD rata rata telah terdepresiasi maka emas cenderung terapresiasi secara konsisten,” kata Fajar.

Loyalty Customer dan Edukasi

Investment Outlook dengan tema Kemilau Harga Emas di tahun Babi 2019 merupakan bagian dari Loyalty Customer sekaligus memberikan edukasi seputar kondisi industry Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan juga potensi investasi di tahun politik.

“Ini menjadi kegiatan pertama yang dilakukan RFB dan dihadiri oleh sejumlah pembicara dari berbagai narasumber, salah satunya adalah Direktur Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya,”terang Teddy. Dalam kesempatan yang sama PT RFB memberikan sumbangan ke Yayasan Kasih Kanker Anak Indonesia. (R03/rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kembangkan Kasus, Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 2 Pengedar dan 5 Pengguna Shabu
Terduga Pelaku Begal dan Pencurian Tangkapan Pomal Dirawat di Rumah Sakit Komang Makes TNI AL Belawan
UNPAB Resmi Buka Program Studi Teknik Industri, Terima SK Izin dari Kemendiktisaintek
Ironi Transportasi Publik: Menggugat Hak Hidup di Balik Tragedi Bekasi
Ribuan Marga Siburian Hadiri Paskah Nasional Paboras Indonesia di Deli Serdang
Rico Waas: Yayasan Pendidikan Berbasis Agama Berperan Bentuk Karakter Generasi Muda
komentar
beritaTerbaru