Bank Sumut Buka Ruang Komunikasi dengan Media, Bidik Transformasi Menuju 2027
Baca Juga:
MEDAN | PT
Bank Sumut membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan media dalam menghadapi agenda transformasi perusahaan menuju 2027.
Hal itu mengemuka dalam pertemuan Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) PT
Bank Sumut, Dr. Budi Anshari Nasution, SE., M.Si., Ak., CA., CMA, dengan CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto, SH., MH., yang akrab disapa Anto Genk, di Kantor Pusat
Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Rabu (16/9/2026) sore.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan pelayanan, digitalisasi, pengembangan bisnis, perluasan basis nasabah, hingga peran media dalam menyampaikan informasi dan menyerap aspirasi masyarakat.
Budi Anshari dipercaya menjabat Corporate Secretary
Bank Sumut sejak 7 September 2026 berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 268/Dir/DSDM-PSDM/SK/2026. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab terhadap komunikasi perusahaan dengan para pemangku kepentingan serta keterbukaan informasi.
Target Naik Kelas pada 2027
Agenda transformasi
Bank Sumut sejalan dengan target dan arahan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution agar bank milik pemerintah daerah tersebut dapat naik kelas pada akhir 2027.
Target itu disampaikan Bobby dalam kegiatan Semarak Fun Walk BUMD di halaman Kantor
Bank Sumut, 22 Agustus 2026. Ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan, jenjang karier internal, serta kinerja perusahaan.
Dari sisi permodalan, Bobby pada April 2026 menyebut modal inti
Bank Sumut berada di kisaran Rp5,2 triliun.
Bank Sumut masih membutuhkan sekitar Rp800 miliar untuk mencapai Rp6 triliun sebagai ambang KBMI II.
Penguatan modal, pengembangan produk, digitalisasi, peningkatan pelayanan, serta ekspansi bisnis menjadi bagian dari langkah perusahaan menuju target tersebut.
Budi menegaskan bahwa transformasi tidak cukup hanya diukur dari aspek permodalan dan teknologi. Menurutnya, perubahan tersebut harus memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh nasabah.
"Transformasi harus dirasakan nasabah melalui layanan yang mudah, cepat, aman dan sesuai kebutuhan," ujar Budi.
Ia mengatakan teknologi harus mampu memberikan kemudahan tanpa mengabaikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan nasabah. Kebutuhan pelaku UMKM dan dunia usaha juga, menurutnya, perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan produk
Bank Sumut.

Dorong
Bank Sumut Lebih Dekat dengan Dunia Usaha
Sementara itu, Anto Genk mendorong perubahan orientasi bisnis agar
Bank Sumut semakin dekat dengan pelaku usaha, mulai dari usaha kecil, UMKM, pengusaha menengah hingga pengusaha besar.
"
Bank Sumut harus menjadi bank milik pelaku usaha bersama, bukan hanya pemerintah daerah dan ASN," ujar Anto.
Menurutnya, peningkatan penggunaan layanan
Bank Sumut oleh kalangan dunia usaha dapat memperluas basis bisnis sekaligus meningkatkan kontribusi bank terhadap perekonomian daerah.
Pelaku usaha, kata Anto, membutuhkan layanan perbankan yang mudah diakses, cepat, aman, kompetitif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Usulkan Digital Onboarding Calon Nasabah
Dalam pertemuan tersebut, Anto Genk yang didampingi Wapemred Medan24news.com, Syafaruddin Sikumbang, juga mengusulkan pengembangan layanan digital onboarding bagi calon nasabah.
Sebagai nasabah
Bank Sumut, Anto menilai proses awal pendaftaran dan pembukaan rekening dapat dimulai melalui aplikasi secara daring, dengan tetap memenuhi ketentuan verifikasi serta keamanan perbankan.
"Pendaftaran nasabah perlu bisa dimulai melalui aplikasi agar lebih cepat, mudah dan praktis," katanya.
Menurut Anto, layanan tersebut berpotensi membantu
Bank Sumut menjangkau generasi muda dan pelaku usaha yang semakin terbiasa menggunakan layanan digital.
Media Dinilai Jadi Jembatan dengan Masyarakat
Budi Anshari yang didampingi T.M. Donny Irawan selaku Public Relation PT
Bank Sumut serta staf Novi dan Jalaluddin menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan.
Ia menyatakan usulan mengenai aplikasi pendaftaran nasabah secara online akan menjadi perhatian perusahaan.
Budi juga mengajak Sumut24 Group dan jaringan media lainnya membangun komunikasi secara berkelanjutan dengan
Bank Sumut. Menurutnya, media memiliki posisi penting sebagai jembatan penyampaian informasi sekaligus aspirasi masyarakat.
"Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Media merupakan jembatan antara perusahaan dan masyarakat," tutur Budi.
Ia menambahkan, masukan konstruktif dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan nasabah maupun dunia usaha.
"Masukan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk memberikan manfaat bagi
Bank Sumut dan Sumatera Utara," katanya.
Budi mengatakan pencapaian target transformasi menuju 2027 membutuhkan penguatan di berbagai sektor, termasuk bisnis, sumber daya manusia, teknologi, pelayanan, serta komunikasi publik.
Anto Genk menyatakan Sumut24 Group bersama jaringan media cetak dan media online siap berperan dalam menyampaikan informasi sekaligus memberikan kritik dan masukan terhadap perkembangan
Bank Sumut.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara perusahaan, media, dan dunia usaha dalam menghadapi agenda transformasi
Bank Sumut menuju 2027.
Tantangannya bukan hanya mencapai target permodalan dan peningkatan kelas, tetapi juga menghadirkan layanan yang mudah diakses, produk yang relevan, pembiayaan yang semakin luas, serta kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Sumatera Utara.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News