Kamis, 12 Maret 2026

OJK : Perbankan Nasional Tetap Tangguh di 2026, Soroti Rendahnya Inklusi Program Ekonomi Syariah

Administrator - Selasa, 10 Maret 2026 19:39 WIB
OJK : Perbankan Nasional Tetap Tangguh di 2026, Soroti Rendahnya Inklusi Program Ekonomi Syariah
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien (tengah) dalam kegiatan Media Talk bertajuk "Sinergi OJK dan Media Dalam Mengawal Perkembangan Sektor Jasa Keuangan" yang kantor Regional 1 OJK Medan (10/3). Foto. Ist
sumut24.co - Jakarta

Baca Juga:
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa industri perbankan nasional tetap menunjukkan ketahanan yang solid pada awal tahun 2026. Meski dibayangi ketidakpastian global, optimisme pelaku pasar tetap berada di zona positif, didukung oleh penguatan di berbagai sektor, termasuk upaya memacu efektivitas ekonomi syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan I-2026 menghasilkan Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) sebesar 56 (zona optimis).


Tantangan Ekonomi Syariah, Edukasi Melampaui Inklusi

Dalam pemaparannya, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Khoirul Muttaqien, menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Sumut tetap berada pada level yang kuat dan aman. Disamping itu OJK juga memberikan catatan khusus mengenai perkembangan ekonomi syariah. Meski literasi masyarakat terhadap prinsip syariah terus meningkat, terdapat anomali pada tingkat penggunaan produknya.

Antara kegiatan Literasi dan Inklusi, data menunjukkan bahwa tingkat edukasi (pemahaman) masyarakat terkait ekonomi syariah kini lebih tinggi dibandingkan tingkat inklusi (penggunaan produk/layanan).


Penyebab utama Hal ini disinyalir karena masyarakat sudah memahami konsep dasar syariah, namun masih menghadapi hambatan aksesibilitas, variasi produk yang belum kompetitif, atau kenyamanan pada sistem perbankan konvensional yang sudah ada.

Strategi kedepan OJK menekankan perlunya akselerasi inklusi agar selaras dengan tingkat edukasi, guna memastikan ekonomi syariah bukan sekadar menjadi wacana, melainkan motor penggerak ekonomi riil.

Meskipun secara umum optimis, Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) berada di level 45 (zona pesimis). Penurunan ini dipicu oleh:

- Inflasi Musiman: Kenaikan harga menjelang Ramadhan, Idul Fitri, dan Tahun Baru Imlek.

- Geopolitik Global: Eskalasi konflik Amerika Serikat-Iran yang memicu panic-selling di pasar saham Asia serta pelemahan nilai tukar Rupiah.


Di sisi lain, perbankan diyakini mampu mengelola risiko dengan baik. Indeks Persepsi Risiko (IPR) berada pada level 57, dengan kualitas kredit yang terjaga.

"Likuiditas perbankan diperkirakan tetap kuat. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) diprediksi akan melampaui pertumbuhan penyaluran kredit, ditambah dengan masuknya aliran dana dari Pemerintah Daerah pada awal tahun ini," jelas Dian.

Optimisme juga terlihat pada sektor UMKM. Sebagian besar bank responden yakin bahwa kredit UMKM pada triwulan I-2026 akan tumbuh dengan porsi yang lebih besar dibandingkan total kredit secara keseluruhan.

Dian Ediana Rae menekankan bahwa situasi global yang sulit harus dijadikan momentum untuk memperkuat reformasi di semua sektor ekonomi.

"Kebijakan ekonomi perlu dirumuskan secara terpadu (cohesive) dan selaras (coherence) guna mendorong kinerja yang berkelanjutan, sehingga mampu mendorong ekonomi Indonesia yang lebih dinamis dan berdaya saing," tegasnya. (Rel)


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
OJK
beritaTerkait
OJK Rilis Roadmap Bulion 2026-2031, Transformasi Emas Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
Respons Revisi Outlook Fitch, OJK Perkuat Reformasi dan Koordinasi Jaga Stabilitas Ekonomi
OJK Tuntaskan Penyidikan Tindak Pidana Perbankan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Panca Dana
Tindak Tegas Manipulasi Pasar, OJK Beri Sanksi Denda Miliaran Rupiah kepada Influencer dan Tiga Pihak Lainnya
Luncurkan "GERAKS 2026", OJK Sumut Sosialisasi Literasi Keuangan Syariah di Tapsel
OJK, LPS, dan BPS Perkuat Sinergi dalam SNLIK 2026: Targetkan Kualitas Data Nasional hingga Tingkat Provinsi
komentar
beritaTerbaru