Rabu, 04 Februari 2026

Pasar Modal 2025 : Aktivitas Penerbitan Efek Meningkat, Kualitas Perusahaan Tercatat Semakin Solid

Administrator - Rabu, 04 Februari 2026 14:27 WIB
Pasar Modal 2025 : Aktivitas Penerbitan Efek Meningkat, Kualitas Perusahaan Tercatat Semakin Solid
M. Pintor Nasution adalah Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara. (Foto. net)
sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Kinerja pasar modal Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan penguatan yang konsisten setelah melewati periode tahun politik pada tahun sebelumnya. Stabilitas yang mulai terbentuk tercermin dari meningkatnya aktivitas penerbitan efek serta semakin besarnya minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang.

Sepanjang tahun 2025, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total penerbitan sebanyak 858 efek. Jumlah tersebut meningkat 26% dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 680 penerbitan efek. Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas pasar modal kembali bergerak lebih aktif seiring dengan membaiknya sentimen dan kondisi ekonomi..

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 26 perusahaan berhasil mencatatkan sahamnya di BEI. Dari sisi sektoral, Basic Materials dan Consumer Non-Cyclicals menjadi sektor yang paling dominan, masing-masing dengan jumlah pencatatan 4 perusahaan. Sektor Basic Material berhasil menghimpun dana sebesar Rp5,1 triliun, sementara sektor Consumer Non-Cyclicals membukukan dana terhimpun sebesar Rp2,6 triliun. Kuatnya aktivitas pencatatan di kedua sektor tersebut mencerminkan preferensi investor terhadap sektor-sektor dengan fundamental solid dan relatif resilien terhadap fluktuasi ekonomi.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal juga menunjukkan peningkatan. Hal ini tercermin dari rata-rata dana yang berhasil dihimpun melalui pencatatan saham, yang mengalami lonjakan signifikan dari Rp348,7 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp696,1 miliar pada tahun 2025. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang tercatat di bursa memiliki skala usaha yang lebih matang serta fundamental bisnis yang lebih kuat, sehingga mampu menarik minat investor dalam jumlah yang lebih besar.

Selain pencatatan saham, aktivitas penerbitan obligasi dan sukuk juga menunjukkan penguatan signifikan sepanjang tahun 2025. Hingga 31 Desember 2025, telah tercatat sebanyak 181 emisi dari 79 perusahaan dengan total dana dihimpun mencapai Rp216,64 triliun. Capaian ini merupakan all time high, baik dari sisi jumlah emisi maupun nilai dana terhimpun dalam satu tahun.

Dari sisi komposisi, penerbitan didominasi oleh obligasi konvensional dengan porsi sebesar 117 pencatatan, disusul oleh sukuk mudharabah dengan 25 pencatatan. Dari sisi sektoral, sektor keuangan menjadi kontributor terbesar dengan 40 emisi dan total dana terhimpun mencapai Rp125,59 triliun. Capaian ini mencerminkan semakin kuatnya peran pasar obligasi dan sukuk sebagai alternatif pendanaan jangka menengah hingga panjang, sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen pendanaan yang terstruktur serta berpotensi mendukung pembiayaan berkelanjutan.

Di sisi lain, keberhasilan perusahaan untuk masuk ke pasar modal tentu memerlukan kesiapan yang matang. Aspek keuangan, tata kelola perusahaan, struktur organisasi, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor utama yang harus dipenuhi. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan faktor eksternal seperti stabilitas ekonomi kebijakan domestik serta dinamika global yang dapat memengaruhi kondisi pasar.

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas calon emiten, BEI terus menyediakan berbagai program pembinaan bagi perusahaan yang tengah mempersiapkan diri menuju Initial Public Offering (IPO). Salah satunya melalui program IDX Incubator, yang saat ini sedang membuka pendaftaran seleksi perusahaan binaan baru hingga 8 Maret 2026. Program ini bertujuan membantu perusahaan memperkuat kesiapan bisnis, meningkatkan tata kelola, serta memperdalam pemahaman terhadap mekanisme pasar modal sebelum melakukan IPO

Melalui IDX Incubator, BEI mendukung startup dan usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia dengan mengakselerasi persiapan perusahaan menuju IPO. Kepala Divisi Pengembangan Perusahaan Tercatat BEI Listyorini Dian Pratiwi mengungkapkan, "IDX Incubator tidak hanya bertujuan mendorong peningkatan jumlah perusahaan yang melantai di bursa, tetapi juga memastikan bahwa perusahaan yang masuk ke pasar modal memiliki kesiapan bisnis, tata kelola, serta pemahaman regulasi yang memadai. Dengan fondasi yang kuat sejak awal, kami berharap perusahaan tercatat dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi investor maupun perekonomian nasional". Informasi lebih lanjut mengenai program ini tersedia pada situs incubator.idx.co.id.

Dengan berbagai dukungan tersebut, BEI terus berupaya memperkuat ekosistem pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya perusahaan tercatat yang berkualitas. Memasuki tahun 2026, peluang bagi perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal diperkirakan semakin terbuka, seiring dengan kondisi pasar yang relatif lebih stabil serta meningkatnya kualitas perusahaan tercatat yang masuk ke bursa. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
IHSG Anjlok Persen, Bursa Efek Indonesia Resmi Bekukan Sementara Perdagangan
Pasar Modal Syariah, Investasi Produktif, Bukan Ajang Spekulasi
Distribusi Data Akhir Sesi I BEI Dorong Likuiditas dan Efisiensi Perdagangan Pasar Modal
Gen Z Jadi Kekuatan Baru di Pasar Modal Indonesia
Gubsu Dorong ASN Pemprov Sumut Menjadi Investor Pasar Modal
Panduan Memahami Indeks Saham Indonesia
komentar
beritaTerbaru