Selasa, 27 Januari 2026

Perkuat Ekosistem 'Kitchen of Asia', ESB Hadirkan Solusi Digital Anti-Fraud bagi Pebisnis Kuliner Medan

Administrator - Jumat, 16 Januari 2026 17:27 WIB
Perkuat Ekosistem 'Kitchen of Asia', ESB Hadirkan Solusi Digital Anti-Fraud bagi Pebisnis Kuliner Medan
ESB bersama TDA menggelar kegiatan Kopdar Racik Bisnis F&B melalui diskusi interaktif, studi kasus, dan mini talk show di Medan (15/1).(Foto.ist)
sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Industri kuliner di Kota Medan terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Sumatera. Menanggapi pertumbuhan pesat tersebut, PT Esensi Solusi Buana (ESB), penyedia software F&B all-in-one berbasis cloud, resmi memperluas transformasi digitalnya ke Medan setelah sebelumnya sukses melakukan penetrasi di Batam.


Sebagai kota multikultural yang dikenal dengan julukan 'the Kitchen of Asia', Medan menjadi salah satu penggerak utama industri kuliner Sumatera. Data Badan Pusat Statistik mencatat sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Medan tumbuh 14,50 persen sepanjang 2024 dan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi.


Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas bisnis kuliner di Medan berlangsung sangat dinamis. Namun, disisi lain, masih banyak pelaku usaha yang masih mengandalkan sistem operasional yang manual dan belum terintegrasi. Sehingga, kontrol transaksi, stok, dan pencatatan keuangan belum berjalan optimal. Kondisi ini menjadikan keterbatasan sistem operasional sebagai tantangan nyata bagi banyak pelaku usaha.


Survei Fraud Indonesia 2025 mencatat bahwa 39 persen kasus fraud terjadi akibat lemahnya pengendalian internal. Menyadari tantangan tersebut, ESB menghadirkan solusi digital terintegrasi yang membantu pelaku usaha membangun kontrol operasional yang lebih kuat, meningkatkan transparansi data, serta menjaga performa bisnis di tengah pertumbuhan pasar yang semakin kompetitif.


Gunawan, Co-Founder & CEO ESB, menilai bahwa dinamika pertumbuhan bisnis kuliner di Medan turut membawa kebutuhan baru dalam cara pelaku usaha mengelola operasional. Menurutnya, meningkatnya aktivitas transaksi dan kompleksitas operasional menuntut pemantauan yang lebih menyeluruh terhadap aktivitas bisnis.

"Melalui sistem digital yang terintegrasi dan data yang tersaji secara real-time, pelaku usaha dapat menjalankan bisnis dengan lebih terukur, menjaga konsistensi
operasional, serta mengurangi risiko kebocoran dan fraud dalam jangka panjang," ujarnya.


Sebagai bagian dari upaya memahami kebutuhan pelaku usaha, ESB membangun kolaborasi dengan ekosistem pengusaha lokal di Medan, salah satunya melalui diskusi dan kopdar bersama Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Medan. Komunitas ini menjadi ruang bertukar pengalaman bagi pelaku usaha kuliner dalam menghadapi tantangan operasional di tengah pertumbuhan bisnis yang semakin cepat.


Chairil F. Siregar, Ketua TDA Medan menilai bahwa tantangan operasional masih menjadi isu nyata bagi banyak pengusaha kuliner di daerah. "Di lapangan, banyak pengusaha yang sehari harinya sibuk mengurus dapur, karyawan, dan pelanggan. Fokusnya ke operasional harian, sehingga hal hal kecil seperti selisih pencatatan atau alur kerja yang kurang rapi sering terlewat. Bukan karena disengaja, tetapi karena belum ada sistem yang membantu memantau usaha secara menyeluruh.

Biasanya, kebutuhan akan solusi yang lebih rapi dan terkontrol baru benar benar terasa setelah usaha mulai ramai dan kompleks. Di titik inilah pendampingan dan solusi operasional yang mudah diterapkan menjadi penting agar pengusaha bisa tetap fokus mengembangkan usahanya," ujarnya.


Sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional pelaku usaha kuliner di Medan, ESB bersama TDA menggelar kegiatan Kopdar Racik Bisnis F&B pada 15 Januari 2026. Melalui diskusi interaktif, studi kasus, dan mini talk show bersama Agung Haryadi sebagai F&B Educator & Management Consultant; Edwin Djaja selaku Regional Sales Lead ESB; serta Elisa Emegina Tarigan sebagai Owner El's Pizzeria, yang membahas mengenai pengelolaan operasional bisnis yang lebih sistematis dan terukur.


Pendekatan berbasis edukasi dan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen ESB dalam
menghadirkan solusi operasional yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Pada tahun 2025, komitmen tersebut turut mengukuhkan posisi ESB sebagai perusahaan teknologi penyedia sistem F&B terintegrasi dari Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes Asia 100 to Watch kategori Enterprise Technology & Robotics.


Ekosistem solusi ESB mencakup ESB Point of Sales (POS) sebagai aplikasi kasir digital, ESB Order untuk pengelolaan pesanan online. Melengkapi ekosistem tersebut, ESB Core untuk manajemen operasional dan keuangan berbasis sistem ERP, serta OLIN hadir sebagai asisten kecerdasan buatan (AI) pertama di industri kuliner Indonesia yang membantu pengusaha mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi, dan mendeteksi potensi fraud secara otomatis.


Melalui pendekatan kolaboratif dan dukungan solusi digital, ESB berkomitmen mendampingi pelaku usaha kuliner di Medan dan Sumatera dalam membangun sistem operasional bisnis yang lebih kuat, transparan, dan berkelanjutan. (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Miracle Aesthetic Clinic, Tangani Hiperpigmentasi Kulit Pelanggan Indonesia
Penuhi Antusiasme Konsumen Medan, Texas Chicken Resmi Buka Gerai Ke-4 di DeliPark Mall
Rico Waas Tegaskan Medan Barat Harus Bersih Malam Ini
FJPI Sumut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Martubung
UMKM Harus Dapat Ruang Tumbuh dan Berjejaring
Konsulat Jenderal India di Medan dan Pemko Medan Akan Menggelar Hari Budaya di Medan
komentar
beritaTerbaru