Jumat, 01 Mei 2026

Pengamat : Peran Buruh Digantikan Mesin

Administrator - Selasa, 01 Mei 2018 14:45 WIB
Pengamat : Peran Buruh Digantikan Mesin

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Ada tantangan yang begitu besar yang menjadi PR kita dalam menyelesaikan permasalahan buruh di tanah air. Salah satunya adalah mulai tergantikannya peran buruh sebagai tenaga kerja oleh mesin dengan teknologi tinggi. Hal ini membuat buruh kian terhimpit dengan sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Hal itu dikatakan Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin SE menjawab wartawan SUMUT24 di Medan, Selasa (1/5) mengomentari Hari Buruh.

Dikatakannya, mesin sangat efisien karena layaknya sebuah robot. Tidak seperti manusia yang memiliki banyak kebutuhan ataupun tuntutan. Memilih mesin sebagai salah satu alat untuk menekan biaya produksi serta memiliki tuntutan kenaikan biaya hidup, tentunya mesin jauh lebih menarik dibandingkan dengan tenaga manusia.

“Sementara, jumlah penduduk semakin besar. Butuh lapangan pekerjaan baru yang bisa diserap sebagai sumber penghasilan, kata Gunawan.

Selanjutnya, kata Gunawan, kita berbicara mengenai produktifitas. Ada pesaing baru bagi buruh kita akni Vietnam yang memiliki produktifitas tenaga kerja lebih besar, namun dengan gaji yang besarannya sangat bersaing dengan gaji buruh kita disini.

Sudah barang pasti, pengusaha baik siapapun itu, tentunya akan berupaya semaksimal mungkin dalam menekan biaya produksi agar produknya menjadi sangat bersaing. Nah, kita masih kalah dari tenaga kerja di Vietnam, sehingga kita belum bisa mengoptimalkan potensi ekonomi kita disini. Alhasil investasi kita tertinggal dari negara lain.

Infrastruktur kita juga demikian. Banyak yang harus dibenahi, ditambah dan di revitalisasi. Sehingga jika infrastrukturnya bagus, iklim usahanya membaik, maka akan tercipta lapangan pekerjaan yang bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi.

Dijelaskannya, kita juga harus memperbaiki biaya hidup para buruh. Disini banyak yang bisa dilakukan. Mulai dari pengendalian inflasi atau harga supaya tidak naik signifikan setiap tahunnya. Memperbaiki akses keuangan para buruh untuk layanan kesehatan, pendidikan maupun perumahan. Menciptakan sistem transportasi umum yang terjangkau dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menekan pengeluaran kaum buruh.

Dan yang tak kalah penting adalah kita terus menciptakan inovasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang padat karya, bukan hanya padat modal. “Jadi untuk memperbaiki kualitas hidup para buruh, itu bukan melulu kita berbicara mengenai KHL atau upah saja. Namun demikian kita bisa membuat sejumlah terobosan dalam menekan disisi pengeluarannya,” kata Gunawan. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ribuan Marga Siburian Hadiri Paskah Nasional Paboras Indonesia di Deli Serdang
Rico Waas: Yayasan Pendidikan Berbasis Agama Berperan Bentuk Karakter Generasi Muda
Columbia Asia Aksara Resmikan Trauma Centre Terintegrasi 24 Jam
PHI Soroti Sinkronisasi Data Perusahaan dengan Fakta di Lapangan
Realisasi PAD Sumut Lampaui 26%, Pemprov Sumut Optimistis Target Tahunan Tercapai
Menaker: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
komentar
beritaTerbaru