Jumat, 01 Mei 2026

Kopi Robusta 25% Kuasai Supply Global

Administrator - Selasa, 05 Desember 2017 11:08 WIB
Kopi Robusta 25% Kuasai Supply Global

Jakarta | SUMUT24

Baca Juga:

Kopi Robusta berhasil menguasai 25% supply kopi global yang kebanyakan diproduksi di negara Vietnam (15% dari global supply) termasuk Indonesia. Demikian dikatakan Kepala Divisi Corporate Secretary Jakarta Futures Exchange, Tumpal Sihombing kepada SUMUT24, Selasa (5/12).

Lebih lanjut dikatakannya, Robusta adalah varian kopi yang berasal dari Central/Western Africa, dan tumbuh subur di Vietnam, India, Indonesia, dan Brazil. Tanaman kopi Robusta mengandung 2.7% caffeine dan setiap pohonnya menghasilkan lebih banyak “cherries” (buah) dari pada pohon Arabika (kandungan caffeine hanya 1.5%).

Masih sebut Tumpal, pohon kopi robusta tumbuh subur di ketinggian 400-700 meter dpl (di atas permukaan laut), dengan suhu yang ideal di kisaran 21-24° C dengan periode kering selama 3-4 bulan secara berturut-turut.

2 Broker Dominasi Kontrak Berjangka RCF

RCF adalah kontrak berjangka Robusta yang diterbitkan oleh (diperdagangkan di) bursa JFX untuk transaksi multilateral. Transaksi multilateral RCF berawal Desember 2013 di JFX, dan sejak itu telah menghasilkan transaksi dengan volume sebesar 973,611 lot hingga November 2017.

“Volume tersebut dikontribusi oleh 7 (tujuh) broker aktif di JFX untuk transaksi kontrak berjangka RCF. Dari ke-7 broker tersebut ada 2 (dua) broker yang mendominasi transaksi RCF di JFX adalah Inter Pan Pasifik Futures (91.64%) dan International Business Futures (7.6%). Sementara pedagang yang aktif mentransaksikan RCF adalah Menara Mas Investindo, Royal Assetindo dan Inter Multiinvest Fortuna,” rinci Tumpal Sihombing.

Perlu diketahui, Indonesia merupakan salah satu produsen utama Kopi Robusta dunia. Dari total produksi kopi di Indonesia, 80% merupakan kopi robusta. Kopi robusta merupakan jenis kopi dengan tingkat keasaman yang lebih tinggi dengan rasa pahit dan umumnya digunakan untuk espresso, dan sebagai pencampur dalam racikan kopi bubuk.

“Kontrak Berjangka Kopi Robusta bisa menjadi sarana lindung nilai bagi pelaku industri kopi di Indonesia,” sebut Tumpal lagi.

Kontrak Berjangka Kopi Robusta memiliki periode perdagangan satu tahun untuk tiap-tiap bulan kontrak yang diperdagangkan. Pada saat jatuh tempo, pelaku pasar bisa memilih untuk melakukan serah terima fisik kopi robusta sesuai ketentuan yang berlaku pada gudang-gudang terdaftar yang berlokasi dekat sentra produksi kopi robusta. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rico Waas: Yayasan Pendidikan Berbasis Agama Berperan Bentuk Karakter Generasi Muda
Columbia Asia Aksara Resmikan Trauma Centre Terintegrasi 24 Jam
PHI Soroti Sinkronisasi Data Perusahaan dengan Fakta di Lapangan
Realisasi PAD Sumut Lampaui 26%, Pemprov Sumut Optimistis Target Tahunan Tercapai
Menaker: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
BNCT Perkuat Sinergi dengan Agen Maersk, Dorong Peningkatan Kinerja Layanan di Belawan
komentar
beritaTerbaru