Milad ke-109 Aisyiyah : Pengajian Akbar di Rawang Lama Warnai Perjuangan Satu Abad Lebih
sumut24.co ASAHAN , Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Taqwa, Desa Rawang Lama Dusun VIII, Kecamatan Rawang Panca Arga, pada Mingg
News
Medan – Sumut24.co
Baca Juga:
Pada ajang Pekan Raya Sumatera Utara ke 49 tahun ini, Pemerintah Provinsi Langkat kembali ikut berpartisipasi dengan mengangkat produk Usaha mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Salah satunya yaitu kain batik Brandan dan kain Ecoprint.
Keistimewaan dari batik Brandan ini adalah memiliki corak, warna dan motif khas Kabupaten Langkat yang tidak dimiliki daerah lain. Yaitu motif tapak siring, motif perempuan berbaju berpayung serta bersongket Melayu, motif gajah Tangkahan atau orangutan Bukit Lawang.
Untuk kwalitas kain batik tersebut tentu saja sudah melalui tahap-tahap quality control memenuhi persyaratan kain batik. Seperti proses tulis dan cap. Yang selanjutnya dimasak, dicuci dan dijemur selama 4 jam.
Batik Ecoprint
Batik “Ecoprint” adalah kain batik bercorak dedaunan yang berasal dari Lubuk Kertang, Brandan Barat dibuat dengan proses pewarnaan alami berbahan buah dan getah tanaman mangrove.
Adapun pembuatan motif dan corak yaitu dengan cara menempel-nempelkan dedaunan diatas selembar kain yang selanjutnya digulung dan ditumpuk-tumpuk dan dibungkus dengan plastik. Setelah itu dimasak selama 2 jam lalu kain didiamkan selama 8 jam bertujuan untuk meresapkan tinta organik dan corak motif dedaunan pada kain secara maksimal. Sehingga praktis lamanya proses produksi satu lembar kain Ecoprint menghabiskan waktu satu harian.
Proses Ecoprint tersebut dapat diaplikasikan ke semua jenis kain. Baik itu katun, fabric sutra hingga berbahan kulit. Dan harga pun disesuaikan juga dengan jenis kain dasarnya.
Pada pameran PRSU 2023 kali ini, kain Ecoprint dibandrol dengan harga 350 ribu.
Usaha mikro, kecil dan menengah bidang garmen konsentrasi desain batik khas Langkat tersebut dikelola oleh Ibu Danni seorang wanita yang khusus menimba ilmu tentang perbatikan di Yogyakarta. Yang mana setelah memenuhi persyaratan proses pembuatan, produk kain batik khas Langkat tersebut telah berhasil diperdagangkan dari tingkat nasional maupun internasional.
Selain memproduksi lembaran kain batik khas daerah Langkat, ibu Danni juga telah merambah ke dunia fashion yang diwujudkan dalam bentuk kemeja, blouse bertema kearifan lokal batik Brandan serta Ecoprint.
Demi mewujudkan program pemerintah Sumut Naik Kelas, pemkab Langkat tentu saja sangat merespon positif UMKM daerahnya. Hingga saat ini Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Langkat berhasil mengangkat produk ini keluar daerah, dan berharap dinas – dinas terkait yang memiliki leading sektor masing – masing dapat ikut berpartisipasi mengangkat produk karya UMKM ini juga.
Informasi terkait produk dapat menghubungi Jekadud Blessed Handycraft – Stabat 081264032271. (lor)
sumut24.co ASAHAN , Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Taqwa, Desa Rawang Lama Dusun VIII, Kecamatan Rawang Panca Arga, pada Mingg
News
Kebakaran Hebat di Siabu! Tiga Rumah di Desa Lumban Pinasa Ludes Dilalap Api dalam Hitungan Menit
kota
Digagalkan di Jalanan! 3 Kg Ganja Diselundupkan Pakai Betor, Dua Pelaku Diciduk Satresnarkoba Polres Tapsel
kota
Patroli Malam Polres Padangsidimpuan Sasar Narkoba hingga Penyakit Masyarakat, Hasilnya Nihil Temuan
kota
Brimob Polda Sumut Perkuat Patroli Skala Besar di Belawan, Situasi Kamtibmas Kondusif
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., resmi menghadiri sekaligus membuka dua agenda penting organisasi kepemudaan.
kota
Pelantikan IKANAS Sumut, Bobby Nasution Tekankan Tiga Kunci Organisasi Maju
kota
Pengurus DPD IKANAS Sumut Periode 2025&ndash2030 Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya
kota
Pelantikan DPD IKANAS Sumut, Asren Nasution Perkuat Silaturahmi dan Dukung Program Pemerintahan Sumut
kota
Pelantikan DPD IKANAS Sumut Meriah, Ketua DPD Tekankan Arah dan Kekompakan Organisasi
kota