Gembong Narkoba Buron Bareskrim Basri Lewaimang Ditangkap Interpol di Kuala Lumpur
KUALA LUMPUR Buronan kasus narkoba, Basri Lewaimang (50), yang disebut sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan m
NewsMEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Untuk mendapatkan makanan khas atau kerap menjadi sebuah buah tangan (oleh-oleh), tentunya memiliki ciri tersindiri. Seperti halnya dengan keripik kangkung belerang.
Buah tangan (oleh-oleh-red) ini sudah menjadi komoditi yang cukup dikenal dari Desa Semangat Gunung, kecamatan Merdeka, kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kangkung Belerang terutama dapat ditemui di daerah Doulu, atau tepatnya di kawasan pemandian air panas (belerang) di Doulu. Banyak pengunjung yang sudah mengakui kelezatan kangkung belerang ini, khususnya ketika sudah menjadi sayur.
Tapi kini, kelezatan kangkung belerang tak hanya dapat dinikmati dalam bentuk sayur saja. Kangkung belerang pun sudah mengalami diversifikasi menjadi produk makanan ringan yang diberi nama Keripik Kangkung Belerang.
Ketekunan 10 ibu-ibu di sekitar Desa Semangat Gununglah yang menjadikan kangkung belerang ini menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Ke-10 ibu-ibu tersebut bergabung dalam Kelompok Rezeki Sibayak dan rutin memproduksi Keripik Kangkung Belerang.
“Secara resmi kami terbentuk tanggal 10 September 2015. Jadi masih sekitar dua tahun,†kata Sekretaris Kelompok Rezeki Sibayak, Ratni Ginting kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Diceritakan Ratni, sebelum terbentuk menjadi Kelompok Rezeki Sibayak, ibu-ibu tersebut sudah memproduksi Keripik Kangkung Belerang sebanyak dua kali.
Keripik Kangkung Belerang tersebut kemudian diperkenalkan kepada Kepala Desa, Nurmantaria. Ternyata, pihak desa menyambut baik produk yang dihasilkan kelompok ibu-ibu.
Kepala Desa kemudian mengajak ibu-ibu yang ada untuk mempresentasikan produk tersebut di forum rapat desa pada tanggal 10 September 2015. “Di rapat desa itulah kami terbentuk,†kata Ratni.
Ratni menjelaskan, sesuai dengan namanya, Keripik Kangkung Belerang berbahan dasar kangkung belerang. Bahan dasar ini dicampur dengan bahan-bahan pendukung lain yakni: tepung terigu, tepung beras, bawang putih, telur, santan gula, garam dan minyak goreng.
“Kami memproduksi sekali seminggu. Untuk 12 ikat kangkung, kami dapat menghasilkan keripik sebanyak 55 bungkus. Ukuran 100 gram sebanyak 30 bungkus dan ukuran 50 gram sebanyak 25 bungkus,†ujar Ratni.
Ratni menambahkan, Keripik Kangkung Berlian diproduksi dalam dua varian yakni keripik kangkung dan stick keripik belerang. Harga jual untuk ukuran 50 gram Rp4.000 dan ukuran 100 gram Rp8.000.
“Kami bercita-cita, keripik ini bisa menjadi ikon kebanggan dari Desa Semangat Gunung,†ujar Ratni.(int)
KUALA LUMPUR Buronan kasus narkoba, Basri Lewaimang (50), yang disebut sebagai pengendali peredaran narkoba di sejumlah tempat hiburan m
News
Jakarta Sumut24.co Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar dalam kegiatan yang berlangsung di
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejumlah capaian penting di tengah upayanya memperkuat posisi sebagai perguruan
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distr
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menyambangi Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tanju
News
sumut24.co TANJUNG BALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Teknis Rencana Penetapa
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan berkomitmen memastikan penyaluran bantuan sosial benarbenar sampai kepada yang ber
News
Jaga Daya Beli Warga, Sekda Padangsidimpuan Pantau Harga Sembako di Dua Pasar
kota
Setahun Pindah Gedung, RSUD Panyabungan Genjot Layanan CT Scan, Kanker hingga Jantung, Wabup Atika Rumah Sakit Harus Makin Maju
kota
Wabup Atika Kejar Tuntas Persiapan Sekolah Rakyat Madina, Seluruh Dokumen Ditarget Rampung Akhir Agustus
kota