Jumat, 01 Mei 2026

Oleh oleh Keripik Kangkung Belerang

Administrator - Rabu, 31 Mei 2017 15:06 WIB

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Untuk mendapatkan makanan khas atau kerap menjadi sebuah buah tangan (oleh-oleh), tentunya memiliki ciri tersindiri. Seperti halnya dengan keripik kangkung belerang.

Buah tangan (oleh-oleh-red) ini sudah menjadi komoditi yang cukup dikenal dari Desa Semangat Gunung, kecamatan Merdeka, kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kangkung Belerang terutama dapat ditemui di daerah Doulu, atau tepatnya di kawasan pemandian air panas (belerang) di Doulu. Banyak pengunjung yang sudah mengakui kelezatan kangkung belerang ini, khususnya ketika sudah menjadi sayur.

Tapi kini, kelezatan kangkung belerang tak hanya dapat dinikmati dalam bentuk sayur saja. Kangkung belerang pun sudah mengalami diversifikasi menjadi produk makanan ringan yang diberi nama Keripik Kangkung Belerang.

Ketekunan 10 ibu-ibu di sekitar Desa Semangat Gununglah yang menjadikan kangkung belerang ini menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Ke-10 ibu-ibu tersebut bergabung dalam Kelompok Rezeki Sibayak dan rutin memproduksi Keripik Kangkung Belerang.

“Secara resmi kami terbentuk tanggal 10 September 2015. Jadi masih sekitar dua tahun,” kata Sekretaris Kelompok Rezeki Sibayak, Ratni Ginting kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Diceritakan Ratni, sebelum terbentuk menjadi Kelompok Rezeki Sibayak, ibu-ibu tersebut sudah memproduksi Keripik Kangkung Belerang sebanyak dua kali.

Keripik Kangkung Belerang tersebut kemudian diperkenalkan kepada Kepala Desa, Nurmantaria. Ternyata, pihak desa menyambut baik produk yang dihasilkan kelompok ibu-ibu.

Kepala Desa kemudian mengajak ibu-ibu yang ada untuk mempresentasikan produk tersebut di forum rapat desa pada tanggal 10 September 2015. “Di rapat desa itulah kami terbentuk,” kata Ratni.

Ratni menjelaskan, sesuai dengan namanya, Keripik Kangkung Belerang berbahan dasar kangkung belerang. Bahan dasar ini dicampur dengan bahan-bahan pendukung lain yakni: tepung terigu, tepung beras, bawang putih, telur, santan gula, garam dan minyak goreng.

“Kami memproduksi sekali seminggu. Untuk 12 ikat kangkung, kami dapat menghasilkan keripik sebanyak 55 bungkus. Ukuran 100 gram sebanyak 30 bungkus dan ukuran 50 gram sebanyak 25 bungkus,” ujar Ratni.

Ratni menambahkan, Keripik Kangkung Berlian diproduksi dalam dua varian yakni keripik kangkung dan stick keripik belerang. Harga jual untuk ukuran 50 gram Rp4.000 dan ukuran 100 gram Rp8.000.

“Kami bercita-cita, keripik ini bisa menjadi ikon kebanggan dari Desa Semangat Gunung,” ujar Ratni.(int)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rico Waas: Yayasan Pendidikan Berbasis Agama Berperan Bentuk Karakter Generasi Muda
Columbia Asia Aksara Resmikan Trauma Centre Terintegrasi 24 Jam
PHI Soroti Sinkronisasi Data Perusahaan dengan Fakta di Lapangan
Realisasi PAD Sumut Lampaui 26%, Pemprov Sumut Optimistis Target Tahunan Tercapai
Menaker: Pelatihan Vokasi Kunci Tingkatkan Penyerapan Tenaga Kerja
BNCT Perkuat Sinergi dengan Agen Maersk, Dorong Peningkatan Kinerja Layanan di Belawan
komentar
beritaTerbaru