Minggu, 23 Agustus 2026

Qaris Tajudin Bagi Pengalaman Cara Menulis Berita Ekonomi Kepada Peserta Capacity Building

Administrator - Sabtu, 15 Oktober 2022 09:42 WIB
Qaris Tajudin Bagi Pengalaman Cara Menulis Berita Ekonomi Kepada Peserta Capacity Building

Samosir I Sumut24.CO Redamtur Ekonomi Tempo Qaris Tajudin menjelaskan, salahsatu penyebab tulisan ekonomi susah dicerna oleh pembaca umum adalah banyaknya jargon (istilah khusus-red) dan singkatan.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Qaris Tajudin saat menjadi narasumber di Capacity Building wartawan Ekonomi dan Bisnis Kota Medan dengan tema Wujudkan Wartawan Ekonomi dan Bisnis Kota Medan yang Profesional Melalui Digitalisasi yang digelar Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sumut di Samosir Cottages & Resort Jalan Lingkar Tuk-tuk Siadong, Kabupaten Pulau Samosir, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (15/10/2022).

Masih dikatakannya, dalam penulisan berita ekonomi salahsatunya hendaknya menyederhanakan angka yang yang rumit. Sederhanakan angka yang rumit. Contohnya, tahun ini perusahaan membukukan keuntungan Rp 1.345.784.567. Namun sebaiknya kita tulis tahun ini perusahaan membukukan keuntungan Rp 1,3 miliar,” terangnya.

Masih Qoris Tajudin, tantangan terberat dari menulis berita ekonomi adalah menuliskannya dengan bahasa yang dimengerti oleh kebanyakan pembaca, serta mencari angle yang tepat. “Kita cenderung memilih angle yang sama. Angle akan membedakan media kita dengan yang lain. Juga mendekatkan pembaca dengan isu yang kita bawa, “tutupnya. (red-1)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Dua Muda Mudi Kompak Edarkan Ekstasi Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan
Penahbisan Gereja BNKP Resort 42 Tanjung Anom Berlangsung Khidmat, Ephorus Targetkan Kemandirian Sinode
Dana Pensiunan Perumda Tirtanadi Sudah Dibayarkan AJB Bumiputera
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Juara Umum Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI
Aksi Solidaritas Pemko Medan, Dari Kemeriahan HUT RI hingga Bantuan Rp.50 Juta Korban Bencana
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
komentar
beritaTerbaru