Dana Pensiunan Perumda Tirtanadi Sudah Dibayarkan AJB Bumiputera
sumut24.co MedanTerkait pemberitaan para pensiunan Perumda Tirtanadi yang berjumlah 17 orang hingga kini terus menyampaikan tuntutannya ke
kota
Medan I Sumut24.CO
Baca Juga:
Tingkat pergerakan harga di Sumatera Utara mengalami  kenaikan sebesar 0,31 persen di Juli 2022 lalu.
Inflasi utamanya disebabkan karena kenaikan harga sejumlah komoditi. Utamanya dipicu naiknya harga cabai merah, bawang merah, tiket pesawat udara, buah naga dan sabun mandi. Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, Nurul Hasanudin, Senin (1/8/2022).
Lebih lanjut dikatakan Nurul Hasanudin, inflasi di Sumut pada Juli 2022 dengan indeks harga konsumen (IHK) 111,05 itu, terbentuk dari gabungan inflasi di lima kota dengan IHK di Sumut. Yakni Medan, Sibolga, Pematang Siantar, Padang Sidimpuan dan Gunung Sitoli.
“Dari lima kota IHK di Sumatera Utara itu, seluruhnya tercatat inflasi. Yaitu Sibolga sebesar 1,07 persen; Pematangsiantar sebesar 0,04 persen dan Medan sebesar 0,27 persen. Kemudian Padangsidimpuan sebesar 0,59 persen dan Gunung Sitoli sebesar 1,81 persen,” kata Nurul Hasanudin pada konferensi pers yang digelar secara daring dari Kantor BPS Sumut, Senin (1/8/2022).
Inflasi, ujarnya, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks harga kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,28 persen.
Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; kelompok transportasi sebesar 1,43 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,32 persen.
Lalu kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,83 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,12 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,15 persen.
“Adapun kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,07 persen; dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,33 persen,” paparnya.
Komoditas utama penyumbang inflasi selama Juli 2022, kata Nurul, antara lain, cabai merah, angkutan udara, cabai rawit, sewa rumah, bawang merah, sabun mandi, dan buah naga.
“Inflasi tertahan akibat menurunkan harga minyak goreng, daging ayam ras, tomat, sawi hijau dan brokoli,”tambahnya.
Inflasi sebesar 0,31 persen yang terjadi di Sumatera Utara pada Juli 2022 ini, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang pada Juli 2022 ini mengalami inflasi sebesar 0,64 persen.
Sementara itu, inflasi Sumut di Juli 2022 ini telah membuat inflasi tahun kalender (Januari-Juli 2022) di Sumut menjadi 4,5 persen dan tingkat inflasi tahunan (Juli 2022 terhadap Juli 2021) sebesar 5,62 persen.
Secara nasional, inflasi tahun kalender telah mencapai 3,85 persen dan tingkat inflasi tahunan mencapai 4,94 persen. (red-1)
sumut24.co MedanTerkait pemberitaan para pensiunan Perumda Tirtanadi yang berjumlah 17 orang hingga kini terus menyampaikan tuntutannya ke
kota
sumut24.co MedanSorak, tawa, dan semangat berkompetisi mewarnai Taman Cadika Medan selama dua hari ini. Memeriahkan HUT ke81 Kemerdekaan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam membangun daerah.H
kota
Satu Perusahaan Menawar, Bukan Berarti Tender Harus Batal
kota
KSMI Gelar Liga Sepakbola Mini Santri dan Piala Asia, Tunjuk Tundra Meliala sebagai Waketum
News
Ambal Warso ke31 Keluarga Besar DIY, Perkuat Guyub Sedulur dan Lestarikan Budaya Jawa
News
Usai Bertanding, Gubsu ke17 HT Erry Nuradi Serahkan Cenderamata kepada Gabungan Pimpong Putrajaya Malaysia
kota
Siswa Deli Serdang Raih Empat Medali di Ajang Olimpiade Internasional Malaysia
News
Kinerja Kadis PUPR Tapsel Disorot Temuan BPK Rp1,345 Miliar, Proyek Bermasalah hingga Dipanggil KPK, Bupati Gus Irawan Diminta Segera Evalu
kota
Agus Syahdeman Diminta Kawal Pembangunan hingga Kantor Nagari Sungai Gando
kota