Kamis, 25 Juni 2026

Pertumbuhan Kredit Perbankan Sumut Melebihi Pertumbuhan Pra Pandemi

Administrator - Senin, 25 Juli 2022 11:56 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan Sumut Melebihi Pertumbuhan Pra Pandemi

Medan I Sumut24.CO

Baca Juga:

Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori, menyampaikan bahwa kinerja industri perbankan di Sumatera Utara hingga posisi Mei 2022 terpantau semakin pulih dan stabil meningkat.

Hal ini terutama ditandai dengan pencapaian pertumbuhan kredit yang melebihi pertumbuhan sebelum pandemi covid-19, diiringi dengan fungsi intermediasi yang membaik dengan profil risiko yang terjaga.

Industri perbankan di Sumatera Utara terdiri dari 2 bank umum berkantor pusat, 54 bank umum berkantor cabang dan 53 BPR/BPRS di Sumatera Utara, memiliki total aset sebesar Rp317,79 Triliun dengan pertumbuhan 8,19% year on year (yoy). Aset tersebut terdiri dari Bank Umum sebesar Rp315,45 Triliun dan BPR/BPRS sebesar Rp2,33 Triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) terhimpun sebesar Rp295,79 Triliun dengan pertumbuhan 7,61% yoy. Porsi simpanan bank umum terbesar terdapat pada Tabungan sebesar Rp134,66 Triliun dengan share 45,81% dari total DPK, diikuti dengan Deposito sebesar Rp109,86 Triliun dengan share 37,37%, dan Giro sebesar Rp49,46 Triliun dengan share 16,82%.

Penyaluran kredit terpantau meningkat dengan outstanding sebesar Rp230,14 Triliun dengan pertumbuhan sebesar 5,60% yoy, membaik dan melebihi pertumbuhan pada saat pra pandemi (2019) sebesar 3,17% yoy,. Adapun pertumbuhan kredit selama masa pandemi terkontraksi yaitu sebesar -3,86% yoy (2020) dan -2,27% yoy (2021).

“Pertumbuhan kredit sebagian besar ditopang oleh sektor perdagangan dan sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan,” ujar Yusup.

Penyaluran kredit pada sektor perdagangan mencapai Rp44,09 triliun dengan pertumbuhan 10,26% yoy dengan komposisi pertumbuhan terhadap total kredit sebesar 1,90%, adapun untuk sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan mencapai Rp45,58 triliun dengan pertumbuhan 6,37% yoy dengan komposisi pertumbuhan terhadap total kredit sebesar 1,26%.

Rasio Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,58%, mengalami perbaikan dibanding pada saat pandemi (Desember 2020) yang tercatat sebesar 3,35%. Artinya, sebesar Rp1,35 triliun kredit bermasalah telah menurun sebagai respons dari adanya kebijakan stimulus yang dikeluarkan oleh OJK.

Bank Umum Berkantor Pusat di Sumut Mencatatkan Kinerja yang Solid. Sementara itu kinerja bank umum yang berkantor pusat di Sumatera Utara, yaitu Bank Sumut dan Bank Mestika Dharma, secara konsolidasi mencatatkan kinerja dan pertumbuhan lebih tinggi dibanding capaian industri.

Hal ini terlihat dari pertumbuhan aset sebesar 9,09% yoy, pertumbuhan DPK sebesar 9,27% yoy, dan pertumbuhan kredit yang cukup solid yaitu sebesar 10,69% yoy.

Kinerja tersebut juga ditopang dengan profil risiko yang terjaga, tercermin dari rasio NPL gross 2,70% dan permodalan yang kuat, tercermin dari rasio CAR 26,88%. (red-1)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pengedar Sabu 'Kebo' Diciduk Tim KBN Pantai Labu, Polisi Sita Empat Paket Narkoba
PLN Percepat Persiapan Operasi PLTA Peusangan Unit 1, Tambah 45 MW Listrik Hijau Untuk Aceh
Dukung Pendidikan Dan Literasi Digital, PLN UIP SBU Bangun Laboratorium Komputer Untuk Santri di Aceh
PSI Asahan Soroti Ketidakjelasan Status Tersangka Kasus Kayu Ilegal, Ada Apa di Balik Penggerebekan?
HUT Bhayangkara ke-80, Sinergi Pemkab Asahan dan Polres Asahan Jangkau Dusun Terpencil Belum Berlistrik
Inalum Tantang Jurnalis Sumut Angkat Isu Lingkungan, Siapkan Hadiah Jutaan Rupiah
komentar
beritaTerbaru